Bom di Gereja Katedral Makassar

Selasa, Maret 30, 2021


Di pagi hari, Minggu tanggal 28 Maret 2021, sekira jam 10 pagi,  kabar mengejutkan tetiba dikirim oleh seorang ipar melalui Whatsapp grup keluarga. Sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar. 

Bumi berguncang. Dunia heboh. Seluruh media informasi menyebarkan informasi itu secara berkelanjutan, sejak setelah kejadian hingga malam hari. Belum lagi di media sosial, terutama grup Whatsapp. Berbagai video, foto, dan sebagainya beredar secara massal. Warga Makassar patah hati berjamaah karena perdamaian yang sudah tercipta selama ini kembali dicederai dengan kejadian itu. 

Ledakan tersebut menelan korban jiwa sebanyak 2 orang yang merupakan para pelaku. Selain itu ada pula korban luka-luka yang merupakan para jamaah gereja yang baru saja selesai melaksanakan misa.

Gereja Katedral Makassar merupakan gereja Katolik terbesar, tidak hanya di Makassar tapi seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara. Bangunannya pun bersejarah.

Foto lama Gereja Katedral Makassar
*source Wikipedia

Baca juga : Yuk, Berwisata Sejarah

SEJARAH GEREJA KATEDRAL MAKASSAR

Menurut Wikipedia :
Gereja Katedral Makassar (dahulu bernama Gereja Katedral Ujung Pandang) yang nama resminya adalah Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus adalah gedung gereja tertua di kota Makassar dan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Gereja ini didirikan pada 1898 oleh Pastor Aselbergs, SJ, yang dipindahkan dari Larantuka menjadi Pastor Stasi Makassar. Pembangunannya selesai pada tahun 1900; direnovasi dan diperluas pada tahun 1939, dan selesai pada 1941 dengan bentuk seperti saat ini.

Jadi, benar-benar sebuah bangunan bersejarah, kan?

Dan sebenarnya pengeboman gereja tersebut bukanlah pertama kali dilakukan. Melainkan sebelumnya juga pernah pada tahun 1943 oleh tentara sekutu. Bom yang dijatuhkan berjarak sekira 10 meter dari gereja, berkekuatan besar dan menghancurkan bagian altar gereja. 

Well, atas dasar apa pun namanya, tetap saja pengeboman khususnya di rumah ibadah tidak dibenarkan.

ATAS NAMA JIHAD?

Informasi terbaru yang beredar pihak Kepolisian RI telah mengetahui identitas pelaku pengeboman Gereja Katedral Makassar. Mereka adalah sepasang suami istri yang baru saja menikah dan dan bahkan foto mereka saat berboncengan menuju ke TKP sudah beredar di berbagai platform media sosial.

Sungguh sangat disayangkan jika bom bunuh diri yang dilakukan mengatasnamakan jihad sebagai simbol perlawanan. Mereka yakin dapat free pass ke surga. Padahal tidudiiit.... ðŸĪŠ

Yang mereka lakukan itu bukan jihad, tapi JAHAT!

Baca juga : Charge Iman

JANGAN TERPROVOKASI

So guys, stay safe di mana pun kita berada. Jangan terprovokasi
Orang beragama itu cinta damai dan saling menyayangi. Bukan saling menyakiti. Karena tidak ada agama yang mengajarkan keburukan.

Make peace. Not war.

FOTO GEREJA KATEDRAL MAKASSAR KARYA ALIFAH

Saya teringat di pertengahan tahun 2019 lalu, saat saya dan Alifah menyusuri Jalan Kartini Makassar di sore hari. Terlihat dengan jelas Gereja Katedral Makassar di depan kami, yang berada tepat di persimpangan Jalan Kartini dan Jalan Kajaolalido. 

Alifah yang kala itu hobi motret menggunakan kamera analog alias tustel, langsung mengabadikan Gereja Katedral lewat kamera Akica-nya. Selanjutnya roll Kodak ColorPlus ASA 200 dicetak secara digital, lalu saya edit kembali dengan aplikasi Snapseed.

Dan ini dia hasilnya...









12 komentar on "Bom di Gereja Katedral Makassar"
  1. Aku pernah ke Makassar sekali dan kaget waktu tahu ada bom di gereja yang ada di Makassar. Semoga kedepannya gak ada bom bom semacam ini lagi.

    BalasHapus
  2. Ternyata Gereja Katedral Makassar udah tua banget usianya, dan bangunnya masih kokoh bertahan. Aku masih bingung sih dengan orang2 yg ngakunya religius tapi malah ngebunuh orang lain dengan cara ngebom. Itulah pentingnya bagi kita dalam memilih guru ngaji supaya tidak salah jalan.

    BalasHapus
  3. Kasiaaan yaa, masih ada orang bodoh yg gampaaaang sekali dicuci otak, dimanfaatin Ama org2 rakus di belakangnya, dengan iming2 jihad. Dikira bakal masuk surga, padahal ntah kapan nabi mengajarkan utk menghancurkan umat yg berbeda keyakinan. Jijik aku Ama orang2 tolol dan serakah kekuasaan ini.

    BalasHapus
  4. Sedih banget ya entah apa yang pelaku pelajari sampai nekad jihad dengan cara yang sesat.. Semoga situasi aman sentosa, dan bebas corona aamiin..

    BalasHapus
  5. Sedih banget mbak denger yang begini :( Masa untuk menggapai tujuan tertentu, kita harus melukai dan mencederai orang lain. Bukan jihad sih namanya menurutku tapi biarlah Allah yang menilai. Anw bangunan katedralnya bagus yaa, kaya di Eropa :D

    BalasHapus
  6. sedih pas baca beritanya, terenyuh mereka harusnya aman saat mau ibadah malah diganggu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, semoga semuanya segera membaik

    BalasHapus
  7. Kemarin terkejut sangat saat buka situs Detik tentang bom di Katedral Makasaar ini. Sampa mbain, jadi masih ada teroris di Indonesia ya, dan masih rajin ngebom tempat ibadah? Peristiwa yang sangat mengejutkan dan membuka mata bahwa Indonesia perlu kita lindungi dari tindakan-tindakan anarkis seperti ini

    BalasHapus
  8. Merinding melihat kejadian teroris begini, kak Ery.
    Berapa banyak jaringan mereka di seluruh Indonesia dan hasilnya malah memperburuk citra orang Muslim di mata masyarakat beragama lain. Selalu dikaitkan dengan citra muslim dan cara berpakaian.
    Miris sekali...

    Semoga Allah jauhkan dari pandangan yang salah mengenai makna jihad yang sesungguhnya.

    BalasHapus
  9. gereja ini jadi saksi awal mula saya masuk bangku sekolah kak.. di pertigaan samping Karebosi, depan RS Khadijah itulah tempat saya pertama kali menginjakkan kaki untuk berjalan menuju ke TK Athirah, diantar mama waktu itu, lanjut masuk SD juga tidak jauh2 di SDN Sudirman I, begitu SMP jalannya juga masih sekitaran situ di SMPN 6.. hampir setiap hari waktu itu melewati gereja ini..

    BalasHapus
  10. Aku tuh ga habis pikir sama perbuatan orang2 ini yg mengatasnamakan jihad tapi bikin kerusuhan, bikin teror dan bertujuan membunuh orang2 tak bersalah. Dipikirnya masuk surga semudah itu. Ya Allah

    BalasHapus
  11. Gak habis pikir ya Mami nih orang belajar agamanya dari mana. Kasian juga disatu sisi, tapi murka juga disisi lainnya. Semoga ini kasus bom bunuh diri terakhir di sini.
    Syukurnya selain mereka tak ada korban jiwa. Bangunan bersejarah pun tidak rusak sama sekali.

    BalasHapus
  12. Aku setuju nih, mams.. jangan terprovokasi dengan teror orang yang sama sekali nggak bertanggung jawab...
    Semoga nggak ada lagi teror semacam ini, mudah-mudahan ini yang terakhir...

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.