Drama Kucing

Sabtu, Februari 06, 2021

Assalamu alaikum, manteman.

Dalam 2 hari kemarin kami serumah berduka. Khususnya saya dan anak-anak. Pasalnya 3 anak kucing mati secara hampir bersamaan dan sebelumnya ada 1 kucing dewasa yang hilang 😿

Ok, saya emang lebay. Bahkan sampai menuliskan hal ini di blog, termasuk memposting di Instagram dan Facebook. Ya udahlah... Ini semua sekedar pelampiasan biar saya gak berlarut-larut nangis dan ada kenangan dalam bentuk tulisan.


COVID

Diawali sejak 6 hari sebelumnya kami sudah cukup shock kehilangan Covid, yang baru melahirkan, karena masuk di bawah mobil dan loncat di tengah jalan.

Jadi ceritanya Covid itu melahirkan di bawah bagasi mobil. Itu pun dia ketahuan sudah melahirkan ketika tanggal 28 Januari 2021, saat jam sarapan dia datang, terlihat perutnya udah kempes dan puting susunya menggelambir. Kami lantas mencari-cari di mana bayi-bayinya disimpan, tapi gak kami temukan. Ketika bayinya mengeong, kami baru tau kalo mereka ada di bawah bagasi mobil, tapi gak bisa diambil karena disimpannya jauh di sudut dan tangan pun gak sampai untuk meraih bayi-bayi mungil itu. Gak kelihatan pula.

Saat Alifah akan keluar rumah pake mobil, rupanya ada Covid di bawah bagasi itu. Udah dipanggil-panggil, mobil digas dan diklakson, dia gak turun juga. Terpaksa Alifah keluar rumah dengan membawa Covid dan bayinya di bawah mobil. Tetiba di jalan, sekira 500 meter dari rumah, Alifah lihat dari kaca spion ada kucing di tengah jalan yang persis Covid. Dan Alifah berkesimpulan kalo itu Covid yang loncat turun dari bawah bagasi. Dia lantas putar balik dan mencari Covid, tapi gak ketemu. Nadhif dan Atu juga sudah mencari tapi gak ketemu. 

Ketika Alifah pulang, saat masukin mobil ke garasi, tetiba 1 ekor bayi Covid terjatuh dari bawah bagasi. Bayi mungil yang warna bulunya persis Covid. Saya pun menamainya Baby Covid, untuk mengenang induknya.


BABY COVID

Jadi, karena induknya gak ada, Baby Covid kami beri susu formula lewat spoit yang sangat kecil sesuai ukuran tubuhnya. Selain itu biar dia tetap nyaman, bulunya disikat pakai sikat gigi basah biar dia merasa seperti dijilatin induknya. Dia kami tempatkan di kandang kecil yang dialasi keset kaki empuk dan badannya kami sering bungkus pakai kain supaya tetap hangat. Nadhif bahkan menyimpan sebuah boneka kecil di dalam kandang itu, katanya "supaya dia merasa ada temannya" owh.. So sweet, Nadhif 🤗

Pada tanggal 3 Februari 2021 malam hari, Coco (saudara Covid/tante Baby Covid) melahirkan 4 bayi kucing dan menyimpannya di gudang belakang. Pagi hari (tanggal 4 Februari 2021) Atu menyuruh saya untuk menyatukan Baby Covid dengan bayi-bayinya Coco biar dia bisa ikut menyusu juga. Akhirnya saya bawa Baby Covid ke gudang, tapi sepertinya Coco gak mau menyusui Baby Covid. Pikirku, mungkin karena Baby Covid bau badannya beda dengan bayi-bayinya Coco. Saya lantas membawa Baby Covid ke ari-arinya Coco yang masih ada di kardus tempat Coco melahirkan aemalam. Baby Covid saya guling-gulingkan perlahan di atas ari-ari tersebut sehingga ada darah Coco yang nempel di badannya. Setelah itu Baby Covid saya kembali gabungkan dengan bayi-bayi Coco.

Sekira 1 jam kemudian saya balik ke gudang untuk cek apakah Baby Covid sudah menyusu di Coco, tapi ternyata dia terletak jauh dari Coco dan bayi-bayinya yang sedang menyusui. 

Saya lalu mengambil Baby Covid tapi rupanya badannya sudah terasa dingin dan nafasnya terhenti.

Meledaklah tangis saya... 😭😭😭


Saya langsung bangunin Alifah, perlihatkan Baby Covid eh tetiba dia bergerak. Rupanya dia tadi tuh hanya pingsan. Segera kami berikan susu formula biar dia kenyang dan kembali sehat.

Tapi ternyata Allah berkehendak lain,  gak lama kemudian Baby Covid sudah bener-bener gak bergerak lagi... 😭

4 Februari 2021, setelah bertahan 5 hari tanpa induknya, Covid, Baby Covid berpulang.

Selamat jalan Baby Covid ku sayang...


BLACKY

Malam harinya, saya dan Alifah membawa Blacky (anaknya Putih) ke klinik hewan untuk diperiksa kondisinya yang sekira seminggu ini terlihat semakin kurus, sampai-sampai untuk berjalan pun dia sepertinya gak kuat. Dalam perjalanan ke klinik, Blacky mengeong dengan lembut 1 kali. Mungkin dia bingung mau dibawa ke mana 🙂

Kata dokter, Blacky mengalami malnutrisi dan dehidrasi. Selain itu dia juga kutuan yang menyebabkan anemia karena darahnya diisap kutu. Hiks...
Awalnya Blacky disarankan untuk rawat inap, tapi setelah dokter menyuapi makanan basah dan dia kelohatan.makan dengan lahap, berarti gak perlu rawat inap.

Blacky hanya diresepkan suplemen dan diberi sekaleng Royal Canin Recovery.

Sekira sejam saat udah di rumah, kami heran lihat kondisi Blacky yang sepertinya makin drop. Dia hanya tidur, kurang gerak. Tadinya kami pikir mungkin efek obat, tapi via WA dokter bilang "Efek obat tidak membuat hewan menjadi lebih lemas, hanya saja kondisi Blacky memang akan cenderung naik turun Bu, mengingat kondisi fisiknya yang sangat kurus, dehidrasi dan berkutu.". Kami langsung menyuapi Blacky dengan Royal Canin dan juga susu formula.

Jam 2 dini hari, Nadhif membangunkan saya sambil nangis, katanya Blacky mati.
Ya Allah 😭
Blacky udah kaku di dalam kandang. Kami pun bergegas menguburnya di samping kuburan Baby Covid.

Sekarang Blacky sudah gak sakit lagi ya nak...



AVATAR

Setelah kuburin Blacky, Alifah mendapati Avatar di kardus yang terletak di teras depan garasi, sudah lemes, dingin dan tiba2 terlihat kurus. Padahal kemarin dia masih main dengan Lucifer dan Twinny, sodara-sodaranya. 

Segera Avatar dibawa masuk ke dalam rumah dan usahakan untuk sehat kembali dengan diminumin susu dan beri makan. Namun sepertinya kondisinya udah bener-bener lemes dengan tatapan kosong. Makanan dan susunya sudah sulit ditelan. Alifah sampai bilang "ikhlas kan mi kodong... Sepertinya nda lama mi juga ini.". Sedih dengarnya tapi saya diam aja. Karena Avatar ini favoritku. Wajahnya lucu, corak bulunya bagus, bodynya pun montok. 

Ketika pagi sudah tiba, rasanya saya malas banget keluar kamar. Gak siap kalo sampai Avatar beneran udah mati. Jam 07.30 saya baru keluar kamar dan lihat kandang Avatar terbuka. Segera saya melihat ke dalamnya dan mendapati Avatar sudah terbujur kaku dengan wajah yang beda banget 😭
 
Astaghfirullah al'adzim...

Prosesnya cepat banget. Kemarin masih lincah bermain, tetiba hari ini sakit dan mati. Entah dia kena virus atau apa...

Jam 10 pagi Avatar baru kami kubur. Tubuhnya terasa udah sedingin es dan mulai mengeluarkan bau jika diendus. Dikuburnya beedampingan dengan kuburan Blacky.

Sampai kapan pun Avatar selalu jadi favoritnya Mami, sayang...



Ah, sedih banget rasanya lihat anak-anak bulu kesayangan yang sejak lahir ada di rumah, harus berpulang. Dari lubuk hati yang paling dalam sebenarnya ada rasa penyesalan. 

"Seandainya Baby Covid gak usah saya bawa ke Coco. Tetap aja saya minumin susu formula..."

"Kenapa gak dari dulu, sejak pertama kali lihat Blacky kurus, saya langsung bawa ke dokter..."

"Saya lalai, gak perhatiin Avatar yang sejak pagi gak kelihatan mondar-mandir di teras depan..."
 
Hiks... 😭

Tapi, saya selalu berusaha berpikir positif bahwa sudah ajalnya. Semua itu sudah jalannya Allah. Pasti ada hikmahnya.

Semoga Allah cukupkan cobaan ini 🤲
Hitam, Putih, Simba, Molten, Oreo, Lucifer, Twinny, Coco & 4 bayinya yang baru lahir sehat terus & panjang umur. Saya jadi makin sayang sama semuanya. Trauma akan kehilangan lagi.
Manteman bantu doa ya 🙏

"Baby Covid, Blacky, Avatar, nanti sambut Mami di pintu surga, ya nak. Biar kita berkumpul bersama lagi." 😽





8 komentar on "Drama Kucing"
  1. Baby Coviidd..
    Aku juga sedang merawat Ibu kucing melahirkan, kak Ery...Dan memang dari sikapnya, kadang Ibu kucing ini suka malas menyusui anaknya. Hiiks~

    Alhamdulillah,
    Dari 5 bayi, kini yang bertahan hidup ada 3 bayi. Yang 2 sepertinya sudah lebih mandiri dan mengarungi dunia yang indah tanpa ibu dan ke tiga saudaranya.

    **ini apasih?
    Hehhee...

    BalasHapus
  2. Walau hanya kucing, aku kok ikut sedih membaca baby covid ya. Ah sekarang dia sudah ketemu dengan mamanya. Semoga ia bahagia di sana..Anakku juga pelihara kucing Mbak Ery, jadi tahu gimana rasanya kehilangan kucing dengan kematian :)

    BalasHapus
  3. Duh kasihan banget.. tetanggaku juga kucingnya pada mati kak..bareng juga..sakit apa katanya ya virus... sedihnya...

    BalasHapus
  4. Sepertinya virus ya mba, soalnya 1 per 1 :(. Aku ngerti banget rasanya.

    Anabul buatku udah kayak anak sendiri juga. Dan mereka memang ringkiih kalo baru lahir gini :(. Ibaratnya itu masa2 kritis bayi kucing. Hrs bener2 dipantau terkadang.

    Mungkin itu juga yg bikin aku ga mau pliara kucing kayak dulu pas sekolah. Aku memang nyediain makanan utk kucing2 jalanan di rumah, tapi ga sampe pliara mereka bener2. Kdg aku takut kalo udh terlanjur sayang banget, tapi mereka malah pergi ato meninggal. Walopun ada 3 kucing jalanan ini yg aku suka. Berharap aja mereka slalu sehat dan ttp mampir ke rumah.

    Semoga baby covid dan lainnya sudah tenang di sana dan menjadi saksi saat akhirat gimana sayangnya mba dan anak2 kepada mereka yaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin~
      Doa yang tulus juga aku haturkan kepada Baby Covid.

      Semoga kak Ery sekeluarga mendapat keberkahan karena merawat sepenuh hati baby-baby kucing.

      Hapus
  5. Punya kucing itu bikin hepi banget ya Kak
    aku dulu ambil kucing di pasar saking pengen punya. Beranak pinak jadi ada 32an heheh tiap ada yang ilang mati diracun tetangga nangis

    BalasHapus
  6. lucu banget kucingnya mba, tapi pas baca ujungnya sangat menyedihkan dia udah pergi untuk selamanya ya, dia sudah tenang di sana

    BalasHapus
  7. Kehilangan satu kucing aja sedih, apalagi ini kehilangan tiga kucing sekaligus. Kucing dewasa yang hilang biasanya diculik sih mams, karena kucingku (kucing adikku) juga begitu tau-tahu hilang... apalagi kalau kucing kita cantik, bagus bulunya, jadi inceran penculik kucing...

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.