Liburan di Bali Bareng Ibu-Ibu Dharma Wanita

Senin, Desember 07, 2020


Hola! Assalamu alaikum, manteman.

Yang namanya mimpi atau keinginan memang harus sering disebut-sebut, biar bisa terwujud jadi nyata, dengan cara apa pun itu. Seperti keinginanku yang pengen banget liburan ke Bali, yang pernah saya utarakan juga saat live di Instagram bareng Aulia Irawan, temanku yang tinggal di Bali, berjudul Apa Kabar Bali? Waktu itu saya bilang "liburan pertama saya setelah pandemi adalah ke Bali!" dan beneran kejadian, pemirsa!

Gak tanggung-tanggung pula, impian saya ini terwujud secara gratis! 

Maka nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan?

Jadi ceritanya, kami para anggota Dharma Wanita Dinas Penanaman Modal - Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar, rajin menghadiri pertemuan yang diadakan setiap bulan sehingga Bapak Kepala Dinas, A. Bukti Djufri, memberikan reward berupa liburan ke Bali. Yang namanya rejeki, hadiahnya diberikan kepada kami yang hadir pertemuan di bulan November 2020, hanya 7 orang dari total 13 orang anggota DW 😁

Menghabiskan waktu 3 hari 2 malam di Bali, tanggal 4 hingga 6 Desember 2020. Kami nginapnya di Lyff Villa, Jl. Dewi Sri III no.38, Legian. Liburan kami dirancang oleh Ibu Ketua Dharma Wanita DPM-PTSP, Ibu Uli, semenarik mungkin dengan ber-dress code mulai dari pagi sampai malam, sejak pergi hingga pulang.
Bahkan daster pun kembaran! Wakwaw... 😂

Yuk, lanjut baca keseruannya!


Hari I - 4 Desember 2020

Kami berangkat menggunakan pesawat Citilink pukul 06.30 pagi. Sebelumnya gak lupa siapkan surat sakti, yakni Surat Keterangan Rapid Test dengan hasil Non Reactive. Donlot juga aplikasi eHAC Indonesia di ponsel, atau yang lengkapnya adalah Indonesia Health Alert Card, sebagai salah satu syarat wajib saat traveling di era new normal ini. Dalam aplikasi eHAC itu dimasukkan informasi keberangkatan kita ke mana dan alamat tempat tinggal kita di kota tujuan.

Tiba di Bali sekira pk.08.00, kami langsung menuju ke Starbucks Dewata untuk sarapan. Starbuck yang satu ini lagi ngehits banget karena merupakan gerai terbesar di kawasana Asia Tenggara dengan interior yang bernuansa Bali banget. Salah satu yang jadi daya tariknya di sini juga adalah merchandisenya yang banyak banget, sehingga banyak juga orang-orang yang berbisnis jasa titip merchandise Starbucks Dewata.

Starbuck Dewata

Desa Penglipuran


Setelah sarapan, kami langsung menuju ke Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli. Desa adat yang sudah jadi desa wisata karena keindahan alamnya dan juga tatanan desanya yang rapi, bersih sehingga nyaman buat ditinggali atau sekedar berkunjung. Model gerbang rumahnya seragam, bernama Angkul-ungkul. Di dalamnya terdapat rumah tinggal, dapur yang terpisah, serta halaman baik depan maupun belakang. Sebagian besar rumah-rumah di sana sudah difungsikan sebagai tempat penjualan aneka sovenir atau kerajinan khas Bali serta cemilan dan minuman khas, yakni jus kedondong atau disebut juga Loloh Cemcem.

Nah buat kamu yang belum pernah ke Desa Penglipuran, biar gak penasaran gimana suasananya di sana, tonton videoku ini yuk...


Untuk urusan kampung tengah alias perut tak kalah istimewanya. Kami memilih tempat makan yang bisa sekalian berwisata. Makan siang di Bebek Joni Ubud yang punya pemandangan persawahan yang cantik. Sedangkan makan malamnya kami menikmati seafood di Pantai Jimbaran, diiringi deburan ombak dan musik akustik yang lagunya sesuai pilihan kita.


Hari II - 5 Desember 2020

Pagi hari kami diawali dengan berolahraga, mulai dari jogging di kawasan Kuta hingga renang di villa, sambil menikmati sarapan berupa mie kuah buatan Ibu Bas, salah satu teman Dharma Wanita. Lumayan lelahnya, bodyku sampai pegel-pegel karena jarang olahraga, haha...

Setelah istirahat sedikit, jelang siang hari kami pun berangkat shopping di Krisna Pusat Oleh-oleh, di outletnya yang udah direnovasi jadi guedeee banget di Jl. By Pass. Terdiri dari 4 lantai dan di lantai atasnya alias rooftop dijadikan sebagai cafe Berlin Gastro Kitchen yang viewnya bagus banget karena bisa memandang kota Bali dari ketinggian.

Berlin Gastro Kitchen


Satu resto yang gak pernah saya lewatkan saat ke Bali adalah Ayam Tulang Lunak Malioboro yang beralamat di Jl. Kediri, Kuta. Sejak tahun 2012 pertama kali rasain ayam tulang lunaknya, langsung suka hingga sekarang. Dan favoritku tuh yang pake saos telur asin. Sebagai pasangannya, cuccok dengan sayur asem atau cah kangkung yang terasa banget terasinya 😋

Tonton aja di video ini. Kali aja bisa jadi referensi buat kamu...



Di sore hari, kami rencananya mau ke salah satu beach club skaligus menikmati sunset. Tropicola jadi pilihan kami. Tapi begitu tiba di tujuan, ternyata Tropicola tutup sejak pandemi merebak dan belum buka hingga sekarang. Etapi untung juga sih Tropicola-nya tutup, soalnya kami ke sana dengan dress code batik atasan dan bawahan, yang kesannya kayak orang kantoran yang baru pulang dari simposium atau seminar penting gitu, hihii.. Gak kebayang masuk ke beach club yang isinya sebagian besar orang berbikini dan kami datang dengan batik, bisa jadi dikira pelayan, hahaha 😂

Kami pun lanjut ke Beachwalk, seperti biasa buat shopping lagi, hehe. Tapi kalo saya sih lebih utamain beliin anak-anak ole-ole di sana. Saya pun janjian ketemuan dengan Aulia, teman saya dan Nadya, sepupu saya yang kerja di Bali. Kami menikmati pizza di Pizza E Bira, Kichenette, sambil ngobrol panjang karena lama gak ketemu.

Bareng Nadya, sepupuku

Bareng Lia, temanku


Hari III - 6 Desember 2020

Hari Minggu adalah hari terakhir kami di Bali. Agendanya hanya shopping aja di Joger dan sekitarnya, serta ambil kue Bolu Harum yang udah kami pesan sejak kemarin siang.

Seperti kemarin, pagi hari kami diisi dengan berolahraga, jogging dari villa di Legian sampai ke Pantai Kuta, diselingi berfoto di beberapa tempat yang kami lalui. Setelahnya, segala urusan di luar kami selesaikan dulu, lalu kembali ke villa.

Di hari terakhir di Bali ini saya baru berkesempatan ketemu sama Nasser, adeku yang sekarang tinggal di Bali. Dia datang ke villa, karena gak sempat lagi kalo harus ketemu di luar.
.
Bareng Nasser, adikku

Jam 3 sore, saya dan buibu Dharma Wanita bergegas ke bandara untuk keberangkatan kami kembali ke Makassar dengan pesawat jam 5 sore. Bandara terlihat udah rame buangettt... Banyak pelancong yang akan kembali ke daerah asalnya. Rupanya emang udah banyak orang yang pergi liburan di Bali. Namun sayangnya, kurang petugas yang mengingatkan orang-orang untuk tetap jaga jarak dan tidak melepas masker sedikit pun.

Buktikan aja di videoku ini...



Well, 3 hari 2 malam di Bali bareng buibu Dharma Wanita DPM-PTSP Kota Makassar semakin mengakrabkan kami satu sama lain. Jika biasanya kami berinteraksi dalam suasana organisasi yang agak kaku, dengan adanya liburan bareng ini.
Semoga begitu seterusnya ya. Aamiiin 🙏

Terima kasih atas kebaikan hatinya Bapak kadis DPM-PTSP Kota Makassar dan Ibu Ketua Dharma Wanita, atas hadiah liburannya. Semoga makin murah rejeki dan berkah selalu. Aamiiin 🙏

Ibu Uli, ketua DWP DPM-PTSP, berdiri di tengah




6 komentar on "Liburan di Bali Bareng Ibu-Ibu Dharma Wanita "
  1. Inspiratif banget pimpinan kantor ya Mbak, memberikan liburan ke Bali. Hadiah yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Dan liburan bersama ibu-ibu seperti ini pasti rame banget dah, celoteh sepanjang perjalanan dan belanja. Aku serasa ikutan liburan di Bali bersama dirimu Mbak. Destinasi wisata yang gak ada matinya :)

    BalasHapus
  2. Wuih asyiknya liburan di Bali, cemburu bolehlah...
    Soalnya saya belum pernah ke Bali hiks. Tahun 2019, salah satu impian saya adalah berlibur ke Bali sudah dijanji sama si sulung, tapiii...yah gitulah. Allah belum kasi izin.

    BalasHapus
  3. mba asiknya sudah bisa jalan-jalan, aku masih stay at home dong belum kemana-mana sama sekali, seru banget ya bisa ngobatin bosan di rumah niy, mau nyusul ah hehehe, ke Bali akhir tahun 2020 ke sana, lama ga ke sana lagi

    BalasHapus
  4. Waah...jadi ngiler waktu kak Ery sebutmacam-macam kuliner di Bali.
    Rasanya sudah berapa lama gak travelling yaa..??
    Bali tetap menyajikan segala kemewahan dan keramahannya.

    Kak Ery bongkar oleh-olehnya pasti lama niih...
    Hehehe~

    BalasHapus
  5. MasyaAllah hepi banget ya Kak. Aku malah belum ke panglipuran, mau ke sana belum sempat kemarin Feb pulang itu, jadi pengen balik lagi. Semoga keadaan Bali dan Indonesia lekas membaik. Jadi nggak khawatir lagi.

    BalasHapus
  6. Tiket PP bali saatpandemi skrg brp ya...

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.