Trip BarEng : Perjalanan Barru - Soppeng

Minggu, November 01, 2020


Hola!
Assalamu alaikum, manteman.

Apa kabar weekend ini?
Semoga tetap sehat sekeluarga, sehingga bisa tetap menikmati kebersamaan berkumpul. 

Masih dalam rangkaian kunjungan adekku, Sherief, ke Makassar di akhir bulan Oktober lalu, kami sempatkan juga ngetrip ke Kabupaten Barru (kampungnya Mami) dan lanjut ke Kabupaten Soppeng, yang hanya berjarak sekira 2 jam.


Kami berangkat dengan 2 mobil. Saya mengendarai mobil CRV berpenumpang Papi, Mami, Pica dan Khansa (anaknya Sherief). Sedangkan Sherief membawa mobil Xenia bareng Ika, Khalila (istri dan anaknya) Alifah, Nadhif dan Hj.Pine (tanteku, kakak Mami).

Sekira 2 jam perjalanan dari Makassar, kami singgah sejenak di Kabupaten Pangkep, tepatnya di penjual Tahu Sumedang yang lagi hits banget. Sebagian besar orang Makassar yang dari luar kota di bagian utara pasti bawa ole-ole ini. Areanya luas banget. Selain jual Tahu Sumedang, juga ada restoran dan toilet yang banyak. So, tempat ini jadi rest area yang ok banget buat para traveler.

Setelah cukup beristirahat dan membeli Tahu Sumedang, perjalanan kami lanjutkan ke Kabupaten Barru yang jaraknya sekira 1 jam dari Kabupaten Pangkep. 

Penjual Tahu Sumedang yang juga merupakan rest area


Berwisata di Barru

Setiap kali ke Barru, kami selalu beristirahat di rumah Kak Dahlan, ponakan Mami. Untuk trip kali ini kami akan nginap semalam. Saya memilih untuk gak tidur di hotel, karena suasana di rumah Kak Dahlan rasanya lebih asyik, dengan pemandangan hamparan sawah yang luas.

Tujuan pertama saya saat tiba adalah pengen bermain air di air terjun. Soalnya di media sosial, khususnya Instagram, banyak saya lihat foto-foto air terjun di Barru dan semua indah banget pemandangannya. Atas saran Uchink, omnya Kak Dahlan, katanya yang terdekat dan medannya paling gampang itu Air Terjun Sarang Burung. Akhirnya kami pun ke sana bareng Uchink sebagai guide.

Dari rumah Kak Dahlan dengan mobil sekira 30 menit, kami tiba di depan sawah yang sudah mengering. Dari situ kami menuju ke bukit, mendaki, lalu ... Ah, nanti saya ceritain di tulisan terpisah aja deh biar lebih detail, hihiii 😅 Intinya, kami gagal mencapai Air Terjun Sarang Burung karena medannya yang berats, padahal Faizah dan Khansa udah siap dengan baju renang!

Perjalanan ke Air Terjun Sarang Burung

Pica & Khansa yang mendaki pakai baju renang 😅

Akibat gagal ke Air Terjun Sarang Burung, dengan tubuh yang gerah dan keringat yang mengucur deras, wajah pun udah setengah pucat, Kak Uchink mengajak kami berenang di pantai. Pantai Ujung Batu namanya. Lokasinya cukup dekat. Namun, setiba di sana kami agak kecewa karena pantainya kotor pakai banget. Pantai berpasir hitam jadi hilang keindahannya karena banyak sampah berserakan. Tapi tetap aja gak menyurutkan niat kami untuk berenang di laut hingga Maghrib menjelang.

Pica & Khansa di Pantai Ujung Batu


Rel KA di Barru yang membelah gunung


Keesokan harinya adalah jadwal kami berangkat ke Soppeng. Sebelum meninggalkan Barru, kami singgah dulu di rel Kereta Api, tepatnya di di area gunung yang dibelah untuk perlintasan rel. Area itu yang jadi spot foto hits saat ini. Lokasinya berada di Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau, tepatnya masuk dari belokan di samping SMK 2 Barru. Lalu setelah dapat jembatan, kita harus turun dari kendaraan dan jalan kaki menuju ke rel kereta api. Bayangin aja, berjalan di rel kereta api saat terik matahari lagi lucu-lucunya 😅

Soppeng nan Indah

Perjalanan dari Barru ke Soppeng sekira 2 jam melewati daerah yang disebut Bulu Dua. Jalannya berliku-liku dan menanjak dengan sisi kiri berupa gunung dan di kanannya adalah jurang. Wohooo... Untung ada Papi sebagai navigator yang sangat menguasai jalanan karena pernah tugas di Soppeng dan selalu melalui daerah itu. Jadi, sebagai supir, saya sih tinggal nyetir aja.

Tiba di Soppeng, kami langsung ke rumah Puang Bau Yanti, tantenya Atu. Dan kebetulan banget di saat yang bersamaan A.Unga (sepupunya Atu) juga sedang berkunjung ke Soppeng. Jadilah Puang Bau Yanti mengajak kami rekreasi ke Lembah Cinta. Sebuah tempat wisata yang berada di atas ketinggian dengan hutan pinus yang cantik. Tiba di tujuan sih dapat pemandangan indah, tapi perjalanan menuju ke sana yang uwwuu banget... Menanjak, sempit, licin pula 😂

Di Lembah Cinta, Soppeng
Ki-ka : Alifah, Puang Bau Yanti, A.Unga & Er


Triple8 Riverside Resort, Watansoppeng

Dari Lembah Cinta, kami dibawa ke Triple8 Riverside Resort. Sebuah hotel terbaru di Soppeng yang hits banget dan jadi tempat nginapnya para pejabat, pengusaha besar artis dan orang-orang berduit, baik dari Makassar terutama dari Jakarta. Yes, karena emang tarif permalamnya untuk kamar yang di resort itu berkisar Rp.850an ribu. Untuk ukuran kabupaten, jelas aja tarif hotel seharga itu termasuk mahal, tapi emang sesuai dengan kamar beserta fasilitasnya, plus pemandangan di sekitarnya. Oiya, kenapa kami ke Triple 8 Riverside Resort ini? Karena restonya terbuka untuk umum, jadi kami bisa menikmati menu-menu resto a la hotel yang mewah dan enak.

Hari kedua di Soppeng, walopun sudah sarapan di hotel, gak afdol rasanya kalo gak ke cafe, heheh. Kami memilih untuk ngopi di Janji Jiwa. Cafenya bahkan belum buka karena belum jam 10 kami sudah ada di sana tapi Alhamdulillah barista dan waiternya berbaik hati buka cafe lebih awal demi melayani pesanan kami 😁

#temansejiwa ngopi di Janji Jiwa, Watansoppeng

Villa Yuliana

Jelang siang, kami mendatangi bangunan yang memang jadi impian saya berfoto di depannya, yaitu Villa Yuliana. Salah satu tujuan saya ke Kota Watansoppeng memang pengen berfoto di depan salah satu ikonnya tersebut.

Vila Yuliana terletak di tengah kota. Berseberangan dengan istana Datu Soppeng (datu = raja). Vila ini dibangun oleh bangsa kolonial pada tahun 1905 dan diresmikan setahun setelahnya yakni 1906, bertepatan dengan kelahiran Putri Yuliana, putri mahkota dari Ratu Wilhelmina, yang memerintah Kerajaan Belanda kala itu. Bangunan bergaya neo klasik Eropa berpadu dengan karakter rumah Bugis yang menyesuaikan dengan iklim tropis basah daerah Soppeng, dengan atap sirap dan lantai papan kayu, sangat menyolok perhatian terutama karena posisinya yang berada di ketinggian. Itulah sebabnya bangunan ini disebut pula Mess Tinggia oleh warga lokal.

Sekarang Villa Yuliana bukan lagi sebagai tempat peristirahatan kaum pejabat masa kolonial tetapi sudah beralih fungsi menjadi Museum Latemmamala yang menyimpan aneka peninggalan sejarah Kabupaten Soppeng. Tapi kami hanya berfoto di depan bangunannya aja, gak masuk ke dalam.

Setelah dari Villa Yuliana, kami lantas nyebrang ke Taman Kalong. Di taman ini pohon-pohonnya banyak bergelantungan kalong alias kelelawar. Entah gimana asal muasalnya sehingga di Soppeng banyak banget kelelawar. Itulah sebabnya Soppeng dijuluki sebagai Kota Kalong.

Mitosnya, kalo kita kejatuhan kotoran kelelawar di kepala, maka kita akan menikah dengan orang Soppeng. Hahah.. Gawat donk buat yang udah menikah, bisa menikah lagi berarti ya? 😄 untungnya saya kenanya di kaki, yang katanya sih pertanda saya bakal balik lagi ke Soppeng. Insya Allah...

Can you spot Pica & Khansa? 😁



Singgah Sejenak di Pare-pare

Setelah makan siang, kami pun berangkat pulang ke Makasar dengan rute lewat Kota Pare-pare. Memang jadinya lebih jauh sih karena memutar tapi jalannya lurus aja, gak pake berkelok-kelok apalagi menurun dari tanjakan.

Di Pare-pare kami sempatkan untuk belanja oleh-oleh khas yaitu Roti Mantao dan beli beberapa cemilan khas Malaysia yang emang banyak dijual di sana. Kami juga singgah berfoto di depan ikon kotanya, yakni Monumen Cinta Sejati Habibie - Ainun yang terletak di tengah kota, tepatnya di sudut Stadion Andi Makkassau. 

Opa - Oma bareng cucu-cucu tersayang

Puas berfoto, perjalanan pulang pun dilanjutkan. Teteup ya, saya yang nyetir dan Papi sebagai navigator. Mungkin kamu bertanya-tanya, koq bukan Papi yang nyetir? Karena saya gak mau Papi nanti kecapean nyetir antar kota karena memang kondisi Papi yang gak boleh terlalu capek, walaupun sebenarnya dalan pekerjaannya sekarang beliau kadang tetap harus nyetir ke luar kota.

Well, yang penting semua happy setelah menikmati liburan singkat di luar kota.
Karena perjalanan itu bukan tentang ke mana, tapi dengan siapa kita melakukannya 😉

Selengkapnya cerita perjalanan ini, bisa kamu tonton di channel Youtube saya ya..








10 komentar on "Trip BarEng : Perjalanan Barru - Soppeng"
  1. Asyik euy, berasa ikut ngintil di kursi belakang :)

    Terpana sama Villa Yuliana, keren banget ya desainnya!
    Menyatukan kultur Timur dan Barat. Sungguh memikat!

    Dan yang mencuri hatiku, pose Pica di depan Tugu Habibie dan Ainun, kakinya itu lho, ala model hits!

    Last but not least, bagian ini favoritku juga:

    "... karena perjalanan itu bukan tentang ke mana, tapi dengan siapa kita melakukannya!"

    YES, indeed!

    BalasHapus
  2. Aku tuh masih penasaran, kenapa di awal mereka bilang air terjun sarang burungnya yg paling Deket dengan Medan paling gampang sih mba :D? Padahal kenyataannya rute paling sulit hahahahaha. Kasian loh itu bocah2 udah pake baju renang segala. Aku cm kuatir digigitin nyamuk hutan..

    Kapan2 semoga aku bisa ke Soppeng ini. Juga pengen bangetttt bisa liat monumen pak Habibie dan ibu :)

    BalasHapus
  3. masyallah lihat perjalanannya seru banget, banyak ijo-ijonya bikin betah banget mba. jadi pengen ikutan jalan-jalan juga secepatnya. mudah-mudahan segera aman kembali ya Mba Ery dan kita bisa jalan-jalan lagi

    BalasHapus
  4. Senang sekali bisa jalan rame-rame sama keluarga. Baru tahu Tahu Sumedang Renyah buka cabang juga disana, hebat bisnis mereka ada dimana-mana. Sama penasaran sama Kereta Api SUlawesi, kepengen naik kalau udah dibuka nanti

    BalasHapus
  5. masyaAllah senangnya Kak bisa jalan-jalan Aku kangen jalan-jalan heheheh sehat sehat ya Kak. Moga aku juga bisa main ke sini aamiin

    BalasHapus
  6. Kak Ery mantap!
    Nyetir berapa jam total jadinya?
    Hihi...seru seru aja sih yaa...bareng keluarga besar dan saluuttt....
    Kompak dan sehat selalu untuk kak Ery dan keluarga.

    BalasHapus
  7. Aku merasa Makassar lbh keren ya dr PKU wkwkkwkw. Banyak tmpt wisata, tp seimbang dgn tempat2 keren yg kekinian. Pgn main2 kesana juga jadinya. Tp klo disana pantai2 itu berpontensi tsunami ga yaaa.

    BalasHapus
  8. Hepi banget bisa wisata roadtrip bersama keluarga besar, pasti bakal selalu dikenang sama anak-anak juga. BTW saya jadi pengen deh ke Makassar lagi, biar bisa main juga ke Barru dan tempat-tempat wisata lainnya. Aku menantikan cerita gagalnya Pica sama Khansa renang di bukit itu, hihi

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.