Liburan Keluarga di Pulau Samalona

Selasa, Oktober 27, 2020


Hola!
Assalamu alaikum.

Kumpul bareng keluarga dalam formasi lengkap adalah momen yang paling berharga buat saya karena jarang banget bisa terjadi. Selain semuanya udah pada sibuk dengan urusannya masing-masing, juga karena adikku Sherief gak tinggal sekota dengan kami. Jadinya mesti cari waktu yang pas biar semua bisa ngumpul.

Alhamdulillah di hari Minggu tanggal 25 Oktober 2020 kemarin, kami sekeluarga bisa liburan bareng karena Sherief datang dari Jakarta jelang long weekend minggu ini. Beberapa hari sebelum dia datang, saya dan Ika, istrinya, udah ngatur rencana, pilih-pilih destinasi yang cocok buat keluarga dan terutama yang bernuansa pantai, sesuai keinginan Sherief. Dan kami pun memilih Pulau Samalona sebagai tujuan wisata.

Ada 12 pulau yang tersebar di sekitar Kota Makassar sehingga semuanya masuk secara administratif dalam kawasan Kota Makassar. Salah satunya adalah Pulau Samalona yang terletak di Selat Makassar, tepatnya di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Saya pertama kali ke Samalona di tahun 2010 lalu bareng manteman kantor.

Kunjunganku ke Samalona tahun 2010

Beruntungnya, karena Atu dulunya pernah tugas di Dinas Pariwisata, jadinya bisa minta tolong ke stafnya di dinas tersebut untuk cariin kapal, tempat istirahat dan segala keperluan untuk di Samalona. Untuk kapal berjenis speed boat kapasitas 10 -12 orang biayanya Rp.400.000 dan kamar untuk istirahat di sana Rp.200.000. Untuk makanannya kami bawa makanan dari Makassar. Padahal tadinya sih pengen makan ikan bakar di pulau, tapi katanya ikan di sana lagi susah, kita mesti bawa sendiri ikan mentah dari Makassar dan akan dibakarkan di sana. Ya udah, kami pikir praktisnya aja deh... Bawa nasi kuning, snack, termasuk segala jenis minuman, mulai dari air mineral, teh dalam kemasan kotak hingga jus orange botolan. Semuanya dalam kondisi dingin, biar segerrr.

Jelang jam 8 kami udah berkumpul di dermaga yang berada di depan Fort Rotterdam. Dermaga ini untuk mengantar penumpang ke pulau-pulau sekitar, makanya gak heran kalo suasananya rame banget. 

Atu ketika menaiki speed boat yang akan mengantar kami ke Samalona

Ya elah.. Kalo takut sih, tinggal di rumah aja! 😁 Kan yang penting tetap patuhi prokol kesehatan dengan menerapkan 3M.

Waktu tempuh Makassar - Samalona dengan speed boat sekira 30 menit. Faizah dan Khansa gak berhenti teriak-teriak di kapal karena kegirangan. Ini adalah pengalaman pertama Faizah naik kapal 😀

Setiba di Pulau Samalona, kami diturunkan tepat di bibir pantai. Daeng Lallo, ketua RT yang sudah dihubungi oleh staf dari Dinas Pariwisata untuk menyediakan tempat buat kami, telah menunggu dan langsung mengantar ke tempat yang disediakan, berupa kamar dan bale-bale dari bambu. Setelah barang bawaan dimasukkan ke kamar, kami yang udah berpakaian lengkap sesuai dress code atasan putih + celana blue jeans, langsung ambil posisi dan berpose untuk foto-foto. Foto-foto itu wajib lah kalo lagi ngetrip kayak gini biar gak dibilang hoax, hihiii...

Masya Allah, pemandangannya emang indah banget. Panas terik mentari pagi berpadu dengan segarnya air laut, ditambah dengan lembutnya pasir putih yang bagaikan tepung saat dinjak, menambah asyiknya suasana. Sayangnya di beberapa sudut ada banyak sampah khususnya plastik yang dibiarkan aja, gak diangkut sehingga cukup merusak pemandangan. 🙁

Liburan keluarga Jimmy Maronie formasi lengkap
I love vitamin sea!
Asyiknya Sherief & anak-anak Main di pantai

Setelah puas foto-foto, kami pun berganti kostum buat nyebur ke air laut. Karang yang ada di pinggir pantai cukup bikin kaki sakit ketika diinjak. Akhirnya kami mencari pantai yang kurang bebatuannya, biar bisa tiduran di pinggir pantai.

Di Pulau Samalona yang luasnya kurang dari 2 hektar, terdapat mercu suar sebagai pemandu kapal. Namun sayangnya, 2 kali saya ke Samalona, belum pernah sekali pun saya melihat mercu suar itu. Selain rumah dan bale-bale untuk beristirahat,  ada juga kantin yang menjual aneka makanan, seperti ikan bakar (tapi tentu saja harganya ya gitu deh.. 😜), juga ada jasa penyewaan alat snorkling dan diving, dan tentu aja ada toilet yang menyediakan air bersih untuk bilas setelah berenang, namun dengan debit air yang sangat terbatas. Makanya sewaktu kami selesai berenang, bilas seadanya aja tanpa keramas, yang penting air laut luruh dari badan 😁

Bale-bale yang dipakai Alifah & Nadhif beristirahat
Sedangkan yang di belakang itu kamar untuk istirahat juga

Setelah makan siang, kami pun bergegas beberes dan menelfon nakhoda speed boat untuk menjemput kami. Waktu menunjukkan jam 13.00. Perjalanan pulang terasa menegangkan karena ombak yang mulai kencang. Speed boat kami terombang-ambing. Kami bahkan sesekali kena percikan air laut. Untungnya sang nakhoda terlihat berpengalaman dengan medan seperti itu. 

Well, walopun tegang karena ombak tapi kami sangat happy dengan liburan kali ini. Soalnya udah lamaaa banget kami baru kembali menikmati kebersamaan di pulau seperti ini.

Nah, mumpung minggu ini ada long weekend, kalian rencana akan ke mana? Kalo masih bingung, coba deh cek objek wisata di Bali yang bisa jadi referensi liburan kamu. 

So, happy holiday, manteman 😉











10 komentar on "Liburan Keluarga di Pulau Samalona"
  1. betul kak yang penting tetap patuhi protokol kesehatan, apalagi kalau memang tempatnya ngga terlalu ramai, beda sama tempat wisata di Jakarta kak.

    BalasHapus
  2. Wuih puluhan tahunmi saya tidak ke Pulau Samalona. Terakhir saya ke sana waktu masih SMP, berapa tahunmi itu di...pasti sudah banyak perubahan.
    Semoga bisa lagi ke sana, gatal betulmi ini kaki mau jalan-jalan hihihi

    BalasHapus
  3. Seperti kata pepatah,

    "... liburan itu bukan melulu tentang tujuan, tapi dengan siapa harus dihabiskan!"

    Kalau dengan kesayangan, rasanya sih, kemana saja pun terasa asyik, menyenangkan dan tak terlupakan.

    Sejak pandemi, keluargaku belum ada travelling ke luar kota. Terakhir pas Hari Raya lalu ke Samarinda, which is 115 km dari Balikpapan.

    Pengen sih bulan Desember, pas cucu keponakan ultah yang ke lima.
    Kangen sama celotehnya berbahasa Inggris dan momen bukan biasa lainnya.

    Hopefully...

    BalasHapus
  4. Astagaaaa senengnya bs ke laut wkwkkwkw. Aku udh bertahun2 ga ketemu laut uhuhuhu.

    Tp ttg jalan dimasa pandemi ttp aku lakuin juga tp aku ga ajak anak atau org tua.

    Ahhh semoga pandemo lekas berakhir. Biar bs ke laut juga sama keluarga.

    BalasHapus
  5. Wah kalo spot ini mah harus bawa temen rame-rame, rugi kalo cuman berduaan doang

    BalasHapus
  6. Aku ngeliat yg baring di pasir, terkena ombak, sebnernya pengeeeeen bgt mba. Tp kemudian tringat kalo kulitku sensi dan gampang gosong. Berbaring kayak gitu, 10 menit aja, dijamin itu muka dan bdn bakal eksotis sampe 10 bulan wkwkwkwkwk. Mau pake sunscreen, ttp aja menggelap pasti hahahaha.

    Sayang banget kalo ikannya LG jarang yaaa. Padahal kalo ke pantai gini, makannya udh paling enak seafood :). Segeeer, dan biasanya murah. Kalo dikampungku di Sibolga, pantai2 gini jual seafoodnya malah murah bgttttt. Tapi memang tergantung tempat sih ya mba.

    Samalona mah udh terkenal. Wajar kalo hrgnya udh harga turis :D

    BalasHapus
  7. Asik sekali liburan Keluarga ke pulau Samalona. Lokasinya ga terlalu jauh dari Makassar.pengalaman wisatanya maksimal dengan Pantai di pulau yang indah

    BalasHapus
  8. Wah saya tahun 2012 apa 2013 ya ke pulau ini, penasaran sekarang kayak gimana ya pasti udah bagus ya, fasilitasnya aman juga pastinya

    BalasHapus
  9. Asyiknya bisa liburan bareng keluarga di Pulau Samalona. Selama ini cuma dengar namanya saja, belum pernah ke sana. Pengen juga deh bisa ngetrip ke Samalona. Viewnya indah banget ya Kak.

    BalasHapus
  10. Masyaallah lihat pantai di Samalona hatiku serasa diiris-iris. Sudah pengen banget main ke pantai seperti ini. Pulaunya sangat tekenal di Makassar, mudah2an suatu saat bisa juga tidur-tiduran di atas pasir putihnya dengan air bergradasi tosca itu, Mbak. Amin

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.