Jodoh Buat Anakku

Rabu, Oktober 07, 2020

Assalamu alaikum manteman.
Sesuai judulnya, di tulisan kali ini saya pengen bahas soal jodoh buat anak.

Setiap orang tua pasti menginginkan jodoh yang terbaik buat anaknya, khususnya kepada anak perempuannya. Salah satu kriteria biasanya yang pekerjaannya mapan.

Namun buat keluarga yang mengizinkan anaknya untuk pacaran, gimana jika anak perempuan kita belum menemukan lelaki seperti itu?


Apakah sebagai orang tua kita akhirnya memaksakan kehendak pada anak? Setiap hari menceramahinya tentang kriteria lelaki idaman?

"Harus mapan. Minimal pekerjaannya ini atau itu, atau sudah berada di puncak karir cemerlang. Punya rumah dan mobil. Ada tabungan dengan jumlah yang nisa menghidupi keluarga. Berasal dari keluarga berkelas dan terpandang. Harus yang kastanya sama dengan kita, dan sebagainya dan seterusnya."

Jangan sampai anak perempuan kita jadi merasa terbebani, sehingga takut berhubungan dengan laki-laki karena khawatir kalo orang tuanya hak setuju dengan alasan gak sesuai kriteria.

Kalo buat saya pribadi sih, kriteria utama cukup yang sholeh, berprilaku baik dan serius mikirin masa depannya.

Seriusnya seperti apa?
Tekun belajar kalo emang masih kuliah.
Tapi untuk usia 20 tahun ke atas, akan lebih baik kalo udah berpenghasilan atau punya pekerjaan yang bagus untuk menunjang masa depannya. 

Kalo emang belum kerja, ya sebaiknya sih kerja ya, hahahha... Kerja kantoran atau punya penghasilan tetap, tepatnya. Karena mindset keluarga kami ya seperti itu. Bukan sekedar freelancer, influencer atau pekerja di media sosial seperti yang banyak anak muda sekarang lakoni.


Bibit keluarga juga harus diperhatikan, tapi bukan itu yang utama, karena setiap manusia punya fitrahnya masing-masing.

Harta yang paling berharga adalah ... 🎶

Lantas, bagaimana jika ada yang ingin menjodohkan anaknya dengan putriku?

Buat saya pribadi, kebahagiaan anak adalah yang utama. Saya tidak mau memaksakan kehendak pada anak, apalagi kalo memang tidak dia inginkan. Karena jika anak dipaksa akan sesuatu yang dia gak mau, apalagi menyangkut jodoh, seseorang yang akan mendampingi hidupnya kelak, bisa jadi hidup yang akan dijalaninya tidak akan bahagia.

Dan bisa ketebak, kalo anak-anak dijodohkan dan ketika dia ada masalah dengan pasangan yang dijodohkan tersebut, pasti anak akan mengeluh ke kita bahkan bisa saja menyalahkan kita, orang tua yang telah menjodohkannya.

Dalam sebuah bincang santai bareng Coach Ochy tempo hari saat iseng bahas ini, beliau bilang :

"Perempuan akan hidup bahagia kalo menikah dengan laki-laki yang cinta banget ama dia.".

Selain itu, katanya lagi :

"Perempuan harus pintar membaca laki-laki mana yang akan menjamin masa depannya, memberikan ruang untuk berkembang dan bersedia jadi partner.".

Setelah bincang santai bareng Coach Ochy


Eh, by the way busway, ini omongin soal jodoh bukan berarti karena saya udah mau menikahkan Alifah, anak sulung saya ya... Hehe 😁 Walopun memang usianya udah 21 tahun, jadi wajar aja kalo diomongin dari sekarang. Siapa tau Allah kasi jodohnya cepat, yekan? Saya aja dulu nikah sama Atu usia 21 tahun koq. 

Ceritanya sekarang kami udah harus buka mata lebar-lebar, pasang antena tinggi-tinggi soal siapa yang dekat dengan Alifah sekarang, ya siapa tau dialah pi...pip...pi...pip... Calon mantu 🎶 hahaha 🤣

Cuman kalo boleh memilih, kami sih maunya Alifah selesaiin kuliahnya dulu lalu kerja. Diamalkan dulu ilmunya yang udah dirintis sejak kecil, biar dia juga bisa mandiri sebelum memasuki tahap kehidupan selanjutnya. Jadi kalo gitu, sang calon mantu udah tau donk, paling tidak pekerjaannya selevel dengan Alifah tapi lebih bagus lagi kalo  karirnya udah melebihi Alifah. Biar bisa jadi suami ideal. #tsaah.

Oiya, bicara hal seperti ini bukan tabu buat saya dan anak-anak, khususnya Alifah. Tapi sekedar bahan obrolan aja, ada komunikasi 2 arah. Kalo pun saya menasehati, ya berdasarkan pengalaman hidup saya aja. Bukan menceramahi, karena ku bukan ustadzah apalagi boneka, hihiii.. 😁

Alifah, anak gadis 21 tahun

Nah, kalo manteman, gimana pendapatnya? 
Kriteria jodoh seperti apa yang diharapkan untuk anak perempuannya? Atau mungkim ada yang punya pengalaman memilihkan pendamping untuk putrinya? 
Sharing yuk!





7 komentar on "Jodoh Buat Anakku"
  1. Waduh, anakku cowo mbak. Tapi aku sejak sekarang selalu menekankan supaya dia jadi cowo yang menghormati perempuan sih. Termasuk membiasakan dia buat ngerjain tugas domestik juga, supaya dia bisa jadi partner yang menyenangkan buat istrinya kelak

    BalasHapus
  2. Ya Allah, Mbaa.. itu Alifah dah kayak adeknya Mba Ery deh.. xixixi.. btw soal jodoh saya pasrahkan ke Allah. Saya minta anak2 sejak SMP berdoa minta kriteria jodoh yg diinginkan sesuai harapan dia. Lalu saya bantu doa jodoh yang sesuai harapan kita. Hasilnya bagaimana? Ya cuma Allah yg tau, karena jodoh itu kan rahasia Allah. Saya sudah membuktikan dapat jodoh sesuai kriteria pria yg saya doakan setiap hari kepada Allah.

    BalasHapus
  3. Alifa itu wajahnya plek ketiplek sama mas ery...
    BTW, Mams Ery nikahnya usia masih muda banget... Aku dulu juga punya cita-cita menikah usia 21, tapi itu adalah salah satu cita-cita yang nggak pernah terwujud, umurnya dah lewat, hahaha...
    Mudah-mudahan anak-anak dapat jodoh yang terbaik. Pasrahkan sama Allah...
    Aku pun sekarang cuma bisa minta, doa.. dan pasrah *lah curhat...

    BalasHapus
  4. Paling deg-degan kalau uda ngobrolin jodoh.
    Apalagi anak perempuan. Tapi semoga doa orangtua yang terbaik mengiringi langkah ananda meniti masa depan bersama partner seumur hidupnya.

    MashaAllah~

    Sejujurnya kak Ery, aku masih mementingkan bibit-bebet-bobot.
    Selain memang kepribadian setiap anak memang unik dan semoga anaknya pekerja keras tapi lembut dan penyayang keluarga.

    BalasHapus
  5. Hiks. Pas banget ada salah satu kerabatku (cowo) yg lg dijodohin org tuanya. Orang tua mau anaknya nikah sama PNS. Sedih banget. Minta calon istrinya yg sederhana tp kerjanya harus PNS.

    Ga masuk akal. Sederhana dr mananya wkwkwkkw. Kalau mematok kerjaan org artinya kan ujung2nya duit jg.

    Org tuanya ngancem, klo mati dll. Sekarang kerabatku ini stress mikirin dia akan jd anak durhaka klo ga ikut omongan org tua. So sad.

    Klo aku pgn jodoh anakku yg spt papanya hihihihi. Sayang sama keluarga dan yg Tuhan pilihkan pasti yg terbaik.

    BalasHapus
  6. Kalau saya Mami, nasihatku hanya satu, baik untuk anak laki-lakiku maupun anak perempuanku. "Perbaiki dirimu, akhlakmu, pendidikanmu, apapun yang baik-baik kalau mau mendapatkan jodoh yang baik." Karena Allah Swt sudah menjanjikan dalam Al-Qur'an, bahwa " ... , sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula) ..." (An-Nur; 26).

    BalasHapus
  7. sejak berumah tangga aku jadi mengerti bahwa sebagai orangtua wajib banget megajarkan keterampilan hidup bahkan untuk laki-laki, jangan sampai saat dewasa mereka datang membebani "anak orang" yang bahkan untuk ibadah aja harus disuruh-suruh. itu sih kak.

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.