#kepoin Zata Ligouw : Tentang Personal Branding

Senin, Agustus 31, 2020

Assalamu alaikum manteman.

Tentang Personal Branding.
Hal ini pernah saya bahas secara di Instagram Story beberapa waktu lalu. Mulai dari apa itu? Pentingkah? Bagaimana membangunnya?


Saya lantas berinisiatif untuk mengangkat topik Personal Branding di program live Instagram EMaronie #kepoin, yang udah berjalan selama kurang lebih 4 bulan ini.
Dalam menentukan narasumber yang akan saya kepoin tentang Personal Branding, tentunya saya mencari orang yang paham betul akan hal ini, sudah biasa berbagi ilmu dan punya citra diri yang kuat.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada mbak Zata Ligouw @zataligouw - seorang Content Creator dan Personal Branding Practitional di akun @brandingyou, yang memang khusus mengulas soal Personal Branding dari segala aspek. Mbak Zata udah dalam kurun waktu 5 tahun membangun Personal Branding-nya dan lebih intens dalam 2 tahun ini. Menurutnya, sangat jelas perbedaan dalam hidupnya sebelum dan setelah membangun Personal Branding. Setelah perkuat Personal Branding, Mbak Zata mengakui kalo rasa peecaya dirinya makin meningkat, padahal dia adalah seorang yang introvert dan mulai banyak dilirik oleh brand untuk berbagai macam job, termasuk mengisi podcast salah satu stasiun televisi.

Live Instagram EMaronie #kepoin Zata Ligouw terlaksana pada hari Jum'at tanggal 28 Agustus 2020 lalu, jam : 19.00 WIB/20.00 WITA. Dan ini adalah untuk pertama kali saya berinteraksi langsung dengan mbak Zata, ngobrol dan bertatap mata, meskipun hanya secara online, hheehe...

Well, membahas tentang Personal Branding. Sebuah kalimat yang banyak digaungkan belakangan ini, terutama sejak makin maraknya penggunaan media sosial. Ternyata gak semudah yang saya bayangkan. Karena sesuai pengalaman saya, Personal Branding saya sepertinya tercipta dengan sendirinya tanpa perlu bersusah payah membangunnya.

Mengawali karir sebagai penyiar televisi, orang taunya saya penyiar. Job MC pun mengalir deras, bahkan setiap kali acara keluarga, pasti saya selalu didaulat dengan mic, hehe... Setelah resign sebagai penyiar TV, saya melanjutkan karir di mal sebagai Public Relations. Personal Branding saya pun berubah sebagai "Ery PR". Hal ini terjadi mungkin karena hampir setiap hari saya, baik sekedar nama atau pun lengkap dengan foto, muncul di media cetak (kala itu antara tahun 2002 hingga 2010). Sekarang,  Personal Branding saya pun berubah sebagai seorang blogger, sesuai dengan kegiatan yang fokus saya kerjakan saat ini. Jadi menurut saya, Personal Branding itu sifatnya dinamis, bisa berubah sesuai dengan pekerjaan kita.

Masa ketika saya masih jadi penyiar TV


So, berikut ini highlight dari hasil saya #kepoin mbak Zata tentang Personal Branding :

🙇‍♀ Personal Branding adalah usaha kita yang terencana dan terkonsep untuk menonjolkan diri secara positif sesuai value diri, sehingga orang lain tau apa kelebihan kita.

🙇‍♀ Siapa saja bisa membangun Personal Branding, bahkan seorang ibu rumah tangga sekalipun. Namun banyak orang yang merasa tidak percaya diri untuk membangun Personal Brandingnya, padahal jika kita ingin menonjol dan dikenal orang, Personal Branding itu penting.

🙇‍♀ Untuk membangun Personal Branding, kita harus mengenali diri kita dulu. Gali potensi, temukan passion, lalu kembangkan.

🙇‍♀ Banyak orang yang merasa sulit menemukan jati dirinya dan menggali potensinya. Hal ini wajar karena biasanya terkait dengan rasa percaya diri, mindset dan kondisi psikologis. Semakin orang sulit memulai, akan tertinggal oleh orang lain.

🙇‍♀ Membangun Personal Branding sebaiknya sejak dini, saat masih menjadi mahasiswa. Harus sudah busa menargetkan akan jadi apa, lalu membangun Personal Branding sesuai yang diinginkan.

🙇‍♀ Personal Branding harus secara konsisten disampaikan, karena kunci dari Personal Branding adalah konsistensi dan repetisi.

Serunya #kepoin mbak Zata 😄

🙇‍♀ Membangun Personal Branding itu bisa meningkatkan rasa percaya diri, sedangkan impact nya kepada orang lain yang melihat kita adalah akan menciptakan kepercayaan dan kredibilitas.

🙇‍♀ Apakah Personal Branding sama dengan pencitraan bahkan social climber?Jelas sangat beda! Pencitraan, terutama social climber lebih ke arah yang negatif. Pencitraan berkonotasi kepalsuan. Seseorang yang mencitrakan dirinya sebagai "sesuatu" tapi masih kurang pengalaman dan tidak punya keahlian.
By the way, sudahkah kamu membangun Personal Branding? Kalo belum, sekarang saatnya!

Saya & personal brandingku saat ini,
Seorang yang aktif, kreatif & produktif




8 komentar on "#kepoin Zata Ligouw : Tentang Personal Branding"
  1. Wah kK ery keren! Pernah jadi host di TV ya 😍😍😍 sofi coba sekali ga biasa hahahaha ga pinter akting video, kalo foto masih gapapa dl. Mbak zata, aku kenal 2 tahun terakhir.. baik banget dan smart! Sering kerjasama tapiii jarang banget ketemu! Kalian berdua energinya bagus sekali 😍😍😍

    BalasHapus
  2. Di masa sekarang membangun personal branding yang postif berarti pintu bagi semua kesempatan yang ingin dimasuki. Mudahnya lagi semua prasarana untuk membangunya tersedia ya Mbak. Selalu belajar, fokus, Insya Allah dengan personal branding kinclong sukses lebih mudah diraih..

    BalasHapus
  3. Harap dicatat nih, 3 komponen Personal Branding

    Aku singkat dengan KPK, which is, Ketrampilan, Pengetahuan dan Kepribadian.

    Lumayan lah, sudah mulai nih merangkak membangun personal branding sebagai Content Creator.

    Baidewei, subway, materinya sangat bergizi banget nih!
    Ntar, kalau lupa, mampir lagi ah ke sini.

    BalasHapus
  4. Mba, agak oot sih, tapi aku ngeliat mba zata ligouw ini seperti familier bnget. Kayak ga asing mukanya. Apa prnh tampil di TV juga ga sih?

    Orang yg personal branding nya udh kuat, biasanya lgs diinget oleh orang yaaa :). Butuh MC yg bagus, keinget lgs Ama mba Ery :D.

    Aku blm kepikiran sih untuk menciptakan personal branding ku sendiri. Mungkin ga sih, Krn aku memang ga suka tampil di depan umum, ga suka jd pusat perhatian, makanya personal branding ku susah tercipta. Lebih nyaman kalo ada dibelakang layar, gpp ga terkenal, tp ttp bisa melakukan yg aku suka. Mungkin Krn itu kali ya, hambatan utk membentuk personal branding ku sendiri?

    BalasHapus
  5. highlightnya salah satunya yang saya rasakan adalah kadang memang masih mencari, kita tuh mau dibranding seperti apa, kadang tuh masih nyari-nyari gitu. tapi setelah lama berkutat akhirnya saya menemukan kita itu maunya A, dan akhirnya semua branding mengarah ke sana, dan tentunya kalau saya yang mau ditonjolkan memang bener-bener it's me. thanks sharingnya mba, bagus untuk meremind banyak hal jadinya soal personal branding ini

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah bisa membaca ulasan kepoin dengan mbak zata jadi tetep dapatilmunya meski gaksempat lihat live. Makasih mbak

    BalasHapus
  7. Keren banget kalian berdua ini ah. Jamanmu jadi penyiar unyu banget sih Kakk ehhehe. Aku pernah ikut sekali kelas mba Zata. Salut banget sama beliau

    BalasHapus
  8. Jadi ingat pansos yang kerap ramai dibicarakan yaa..
    Memang menjadi content writer yag mahal adalah originalitasnya.
    Dan gak mudah pasti menemukan branding yang melekat sekali dengan sosok diri kita sebenarnya.

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.