#kepoin Echa Panrita Lopi : Kiprah Jurnalis Perempuan di Tengah Bencana

Sabtu, Juli 25, 2020

Assalamu alaikum, manteman.

Di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar dan sekitarnya, di lingkup pemerintah daerah, pelaku usaha, pegiat komunitas, yang sering berhubungan dengan  rekan media, pasti gak asing lagi dengan nama Echa Panrita Lopi. Seorang jurnalis perempuan dari media terkini.id.

Kiprahnya di bidang jurnalistik tidak diragukan lagi. Ditambah dengan karakternya yang supel (sombere, kata orang Makassar), membuatnya bisa akrab dengan hampur semua kalangan.

Gak cuman itu, Echa juga terkenal akan sifat kedermawanannya dan selalu ada di garis depan saat musibah melanda suatu daerah.

Baca juga : Pelajaran Hari Ini

Echa.di tengah banjir
*pic from Facebook

#kepoin Echa

Makanya, saya penasaran pengen #kepoin Echa akan kiprahnya sebagai jurnalis di tengah bencana. Saya lalu menghubungi Echa untuk meminta kesediaannya live di Instagram saya. Dan seperti yang udah saya duga sebelumnya, Echa tidak bisa mengikuti jadwal program saya, yakni Hari Jum'at tanggal 24 Juli 2020 jam 8 malam. Echa bisanya jam 10 pagi, karena ba'da Dhuhur dia harus kembali ke Masamba, daerah yang saat ini terkena bencana banjir bandang, untuk membawa bantuan.

Ya, mau gak mau saya pun harus mengikuti jadwalnya Echa, karena biar gimana narasumber adalah raja. Penonton adalah ratunya. Sedangkan saya? Biar hanya jadi dayang-dayang di istana nan megah ini, kisanak, hehehe... 😁

Akhirnya tibalah hari yang dinantikan, saya #kepoin Echa Panrita Lopi secara langsung di Instagram, dengan tema "Kiprah Jurnalis Perempuan di Tengah Bencana". Pertanyaan pertama saya diawali dengan "Apakah Echa Panrita Lopi itu nama asli kamu?" hahaha... Dan Ternyata jawaban Echa adalah ... Jreng... Jreng...
Ah! Biar kamu penasaran. Nonton aja rekaman livenya di IGTV @e_maronie 😉

Kemudian pertanyaan demi pertanyaan pun mengalir dari mulut saya, dan dijawab oleh Echa, yang walaupun sinyal kurang bersahabat, namun Alhamdulillah tetap terdengar.


Suasana #kepoin Echa

Wartawan & Relawan

Berikut ini saya rangkum jawaban Echa Panrita Lopi :

✏️ Profesi dirasa menyenangkan atau tidak, tergantung dari pribadi kita yang menjalaninya. Profesi apa pun itu, karena kita yang menyetir diri kita, bukan orang lain.
✏️  Bekali diri dengan selalu belajar, menambah pengetahuan, karena perkembangan terus terjadi. Harus bisa memanfaatkan tekhnologi biar bisa bekerja dari mana saja.
✏️ Bekerja di media itu yang terpenting adalah membangun jejaring (networking) dan berkomitmen, satu kata dengan perbuatan. Taro ada taro gau (bahasa Bugis).
✏️ Wartawan adalah tugas mulia. Tugasnya adalah menyebarkan berita untuk diketajui banyak orang. Maka berita tersebut harus akurat dan mengedukasi, sesuai kejadian yang sebenarnya.
✏️ Pembaca pun harus selektif memilih berita apa yang patut dipercaya. Namun harus punya banyak referensi berita, tidak hanya mempercayai 1 media agar berimbang.
✏️ Saat menjadi relawan, harus cinta pada apa yang dikerjakan, juha rela berkorban. Membantu semampunya dengan tetap melihat kondisi diri. Jangan dipaksakan jika memang tidak mampu.

Saya & Echa saat nongkrong baremg beberapa waktu lalu

Pesan Echa

Di akhir program, Echa berpesan buat semua yang menonton live IG kami dan atau pembaca blog ini, yaitu :

Bantu kami yang ada di garda deoan pemberitaan, dengan tidak meneruskan berita-berita hoax.


Jadi, mari kita bersama perangi hoax dengan tidak menyebarkan informasi yang diterima sebelum dipastikan keakuratannya.

Selain itu, jangan ragu untuk mengulurkan tangan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana, guna meringankan beban penderitaan mereka.




4 komentar on "#kepoin Echa Panrita Lopi : Kiprah Jurnalis Perempuan di Tengah Bencana"
  1. saya bayangin kerja mba Echa sebagai jurnalis kayaknya seru ya, secara saya juga sering ke pedalaman dan saya suka tapi memang kondisinya sangat berbeda, saya ke pedalaman untuk mengajar dengan waktu yang bebas tidak dikejar-kejar keadaan dan kondisinya juga aman, sementara mba Echa pasti sebagai jurnalis diburu-buru dan beban moralnya juga pasti besar banget. semangat terus mba Echa, terus menjadi salah satu wanita yang menginspirasi untuk perempuan lainnya, bahwa pekerjaan apapun adalah mulia dan harus dilakukan dengan hati senang, terima kasih Mba Emaronie sudah mengangkat tentang jurnalis perempuan, yang jarang sekali dibahas

    BalasHapus
  2. Yes. Intinya mengerjakan sesuatu tergantung dr hati ya mba. Klo kt iklhlas bekerja dan cinta dgn kerjaan kt pasti jd menyenangkan.

    Aku jg setuju klo kt harus pinter memilah memilih berita. Krn banyak nih pengguna baru sosmed yg suka asal telen hiksss. Contohnya tante2 n om aku jg udh sepuh uhhh.

    BalasHapus
  3. Wah seneng banget denger kisahnya mbak Echa! Paham banget bekerja sesuai passion selalu bisa totalitas! Sebagai anggota masyarakat, aku seneng kalo ada berita yang real dan bukan hoax. Bikin panik, dan gemes sama orang yang langsung nyebarin tanpa cek dl. Udah panik, nyebarin, nambahin junlah orang panik deh :( semoga makin banyak yang mikir dulu sebelum bertindak ya . Stay safe mbak berdua

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.