Akhirnya Saya Nonton DraKor

Jumat, Juli 03, 2020

Hola! Assalamu alaikum.

Belakangan ini, bukan cuman virus corona yang mewabah tapi juga Drama Korea. Yes, film bergenre drama asal Korea sedang sangat digandrungi oleh hampir semua perempuan di Indonesia khususnya. 

Saya sendiri, sejak demam nonton drama Korea mulai melanda Indonesia kurang lebih 2 sampai 3 tahun lalu, ketawa aja kalo lihat ada yang sebegitu fanatiknya nonton drakor 😄 apalagi sampai jatuh cinta sama artis-artis Korea bermata sipit, kulit putih, dan kadang aneh tingkah lakunya menurutku. Maklum aja saya kan western minded, hehee... Sukanya film Hollywood, orang-orang berwajah bule, dan kehidupan a la Barat. Sedari dulu, sejak kecil! 

Pengaruh film serial mulai dari Little House on The Praire, Lima Sekawan, Beverly Hills 90210, Friends, hingga How I Met Your Mother, lekat dalam kehidupan saya. Untuk film layar lebar : Mission Impossible, The Note Book, Once Upon A Time in Hollywood serta beragam judul dan genre film lainnya selalu punya daya pikat tersendiri buat saya bela-belain datang ke bioskop.
Kalo pun saya nonton film dari negara selain Amerika, film Indonesia tetap masuk jajaran film favorit saya, dan paling banter film China tapi yang bergenre action (biasa disebut film silat) dengan setting berlatar belakang sejarah atau kerajaan masa lalu.

Namun akhirnya, semua itu terbantahkan seiring pandemi di Indonesia, pemirsa!

Mulai Nonton Serial Korea

Saya yang dulunya sering keluar rumah, terpaksa harus di rumah aja. Kurang kegiatan. Tapi syukurnya siaran di televisi kreatif-kreatif, termasuk Trans TV yang memutar drama Korea The World Of The Married (TWOTM). Sebelum drama ini diputar, sudah banyak review orang-orang yang nonton lewat aplikasi khusus drama Korea mengatakan kalo film itu bagus. BahkaN Alifah, si sulung, pun ternyata udah nonton. Akhirnya tiba hari penayangannya, saya pun duduk manis di depan televisi.



Baru juga episode 1, saya langsung jatuh cinta! Konfliknya udah langsung diceritakan di episode 1 itu, jadi kita sebagai penonton udah langsung tau ke mana arah dramanya. Beda sama sinteron Indonesia yang berbelit-belit, baik-baik dulu di awal hingga 3-4 episode, nanti di episode ke-5 baru muncul konfliknya, hahah.. Lebay!

Sejak itu, setiap malam sebelum jam 20.00 WITA, saya udah siap di kamar, duduk di ranjang yang menghadap ke televisi, nonton serial TWOTM. Kalo pun saya terlewat atau gak sempat nonton, pasti keesokan pagi akan saya putar kembali lewat TV On Demand Indihome.

Gak cuman itu, saya pun mulai mencari tahu tentang artis-artis pemain serial tersebut, seperti Kim Hee-ae yang berperan sebagai Ji Sun-woo, Park Hae-joon sebagai Lee Tae-oh dan Han So-hee sebagai sang pelakor, Yeo Da-kyung. Saya jadi penasaran dengan akhir ceritanya. Bahkan setelah serialnya berakhir, ada 2 episode behind the scene yang diputar, yang tentu aja saya juga tonton donk! 😄

Sebagai orang yang baru pertama kali nonton drama Korea, menurut saya film bergenre psiko-drama ini bagus banget apalagi kalo kita perhatiin secara detail setiap adegannya, semua ada maknanya. 

Setelah TWOTM selesai dalam 16 episode, saya lanjut lagi nonton serial yang tayang di pagi hari jelang siang, jam 11.00 WITA, yaitu Revolutionary Love, yang diperankan oleh Choi Siwon sebagai Byun Hyuk, Kang So-ra sebagai Baek Joon, Gong Myung sebagai Kwon Jae-hoon. Film komedi romantis produk tahun 2017 ini ringan banget ceritanya. Dan dari serial ini saya baru ngeh sama artis Korea yang namanya Siwon itu. Ternyata doi ganteng juga ya, cyiiin 😍 hahah...


Revolutionary Love
Siwon di tengah 😍

Serial Revolutionary Love pun saya tuntaskan dalam 16 episode. Kadang gak setiap hari juga karena kesibukan. Tapi kalo ada episode yang terlewatkan, kembali saya putar di TV On Demand, bisa sampai 2 episode sekaligus! 😁 Bahkan ada quote Byun Hyuk di episode terakhor yang masih saya ingat, yaitu

Yang penting bukanlah kecepatan.
Melainkan arahnya.
Bahkan jika itu lambat,
Aku bisa menunggu.
Selama aku tahu itu akan berubah.

Sebenarnya jadi malu sendiri, akhirnya jadi suka nonton serial drakor, hehe... Tapi untuk 2 serial ini emang saya kasi penilaian memuaskan. Layak ditonton lah.

Nonton Juga Film Korea

Selain nonton 2 serial tersebut, saya juga nonton film Korea di Trans 7 yang diputar setiap malam jam 22.00 WITA, seperti Flu, The Battleship Island dan yang terakhir A Taxi Driver, sebuah film berdasarkan kisah nyata. 




Review saya tentang film-film Korea adalah ceritanya yang humanis dan natural. Tidak terlalu berfantasi seperti film-film Hollywood. Kita yang nonton kadang merasa pernah mengalami hal seperti cerita dalam film.

So, apakah saya akan terus nonton drakor? Yaeyalaaah... Hahaha. Cuman masih bingung nih, nontonnya selain di Trans TV dan Trans 7 itu di mana ya? Skalian kasi juga judul-judul film yang kamu rekomendasiin donk! Tengkyu 😉




7 komentar on "Akhirnya Saya Nonton DraKor"
  1. Ya ampuuun mbaaaa, aku malah udh keracunan Drakor sejak pulang dr Korut hahahahah. Duluuuu yaa,aku slalu heran kenapa temen2 bisa suka drakor. Kdg kupikir mereka lebay. Ntah apa bagusnya.. tipe co Korea juga bukan favoritku banget :p.

    Trus pulang dr Korut, banyak temen, termasuk bos ku, nanya ke aku, apa situasi Korut di Drakor crash landing on you sama dengan Korut yg pernah aku liat lgs?

    Dari situ aku tontonlah drakornya, Krn penasaran sebagus apa mereka menggambar settingan Korut. Krn ga mungkin kan syuting beneran di sana. Bisa dirudal Ama Kim Jong un hahahaha.

    Ternyataaaa, aku malah ketagihan Ama drakornya :p. Dan sejak tamat CLOY, langsuuuung cari drakor2 lain :D. Tp fav ku ga suka yg ttg selingkuh. Makanya WOTMC aku ga nonton :p. Emosi jiwa liatnya hihihi..

    Aku sampe donlot VIU dan Drakor.id+ dari playstore dan lgs jd member yg berbayar. Biar nontonnya enak tanpa iklan dan buffering :p . Drakor.id+ lebih komplit filmnya. Tp kalo mau nonton yg msh running kebanyakan hrs jd member.

    Mba sukanya ttg apa? Sky castle bagus tuh. Ttg persaingan orang2 kaya. Seru ceritanya. Aku sendiri skr LG nonton Reply 1988, Waikiki (ini lucu paraaaah), it's ok not to be okay, Man to man & my love from the star :D.

    Marathon semua aku tonton hihihihi

    BalasHapus
  2. kayaknya mba samaan sama saya bukan penggemar film korea, saya lebih suka film Turki, lebih cocok cerita dan karakternya dengan pribadi saya. tapi selera orang beda-beda ya. terus sering liatin review-review para blogger soal film korea, jadi banyak tahu tanpa menonton. sampai pada akhirnya saya buka IG dna ada cuplikan2 film korea gitu aku tontonin bikin penasaran hehehe. aku cari lah di youtube dan seminggu ini udah nonton 2 film korea, 1 series 1 lagi film lepas. yang series tetep aja nontonnya dicepet-cepetin, alhasil 15 seri selesai dalam 3 jam tapi belom sampai jadi addict sih. ternyata alur ceritanya memang dekat banget dengan kehidupan sehari-hari kita gitu, jadi bondingnya dapat banget

    BalasHapus
  3. Iya aku suka Drakor dan film Korea karena plotnya yang rapi Kak, ceritanya detil dan dari riset yang dalam, sirik banget sama penulisnya huhu..nontonnya di Netflix dan Viu kalau yang baru-baru Kak..

    BalasHapus
  4. Selamat datang hahaha pecinta drakor. Asikk ada temen sehobi. Nonton drakor itu asli nggak hanya nawar kan tontotnan tapi kita juga bisa ambil pelajarannya ya Kak

    BalasHapus
  5. Aku suka liat cuplikan drakor. Tp blm mulai hihhihiji. Aku msh nonton yg film2nya aja. Sederhana tp ngena.

    The world of the marriage itu aku pernah nntn dikit. Tp ga ngikutin krn waktunya ndak pas.

    Aku denger2 pemainnya jd di bully netijen gegara jd pelakor. Kasian yaaa.

    BalasHapus
  6. Waah...selamat yaa, kak Ery.
    Hehehe...bisa jadi banyak refrensi hiburan saat waktu luang. Kak Ery suka genre apa?
    Kalau yang lucu, aku rekomendasiin Reply 1988.

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.