Hidup Lebih Bahagia dengan Bijak Mengelola Stress

Minggu, Juni 14, 2020

Bismillah.
Assalamu alaikum manteman,
Gimana kabarnya hari ini? Masih tetap waras kan? Hihihi..🀭

Bicara tentang pandemi virus emang gak ada habisnya.
Kita gak tau kapan virus itu "menjinak", kapan vaksinnya bisa ditemukan, dan kapan kita bisa hidup normal lagi seperti sedia kala. 
Hingga akhirnya muncul istilah "New Normal", dimana kita harus hidup berdampingan dengan virus, yang berarti kita harus mengikuti protokol kesehatan agak tidak terjangkiti. Namun gak sedikit juga orang jadi uring-uringan dengan kondisi sekarang ini. Bahkan mengeluh karena mengalami stress.

STRESS
Sebuah kata yang bagi sebagian besar orang, termasuk saya, berkonotasi negatif.
Tapi, setelah mengikuti Online Group Coaching via ZOOM, bertajuk Stess Management for Your Wellbeing yang diadakan oleh INSIGHT INDONESIA, dan difasilitasi langsung oleh Coach Ochy (Fauziah Zulfitri) beserta para profesional coach lainnya, yakni Yenni Ramli, Fransiska Amir dan Jihan Afandi, pada hari Jum'at tanggal 12 Juni 2020 lalu, saya dapat ilmu baru lagi tentang stress, khususnya cara mengelolanya.


Oh iya, lagi-lagi saya bertemu Coach Ochy nih, setelah kemarin saya #kepoin beliau dalam program live Instagram yang saya adakan secara rutin 😊


Yuk, Kenali Stres

Jadi sebenarnya apa itu stress?


Menurut KBBI : stres /strΓ©s/ n Dok gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan.
Menurut halodoc.com : Stres adalah reaksi tubuh ketika seseorang menghadapi tekanan, ancaman, atau suatu perubahan. 
Sedangkan menurut Lazarus & Folkman (1984) : Psychological stress is a particular relationship between the person and the environment that is appraised by the person as taxing or exceeding his or her resources and endangering his or her well-being. (Artinya : Stres psikologis adalah hubungan khusus antara orang dan lingkungannya yang dinilai oleh orang tersebut serius atau melebihi dayanya dan membahayakan kesehatannya).

Penyebab stres disebut stressor. Ini pun terbagi 3, yakni :

πŸ™ Stressor fisik
Disebut juga stressor jasmaniah, merupakan kondisi fisik yang membuat seseorang mengalami stres. Penyebab stres ini dapat berupa rasa nyeri, kelelahan fisik, maupun jenis penyakit yang menyebabkan kamu merasa tertekan dan mengalami stres.

Stres jenis inu kadang ditemui pada orang yang merasa sakit, lalu ke dokter tapi tidak ditemukan sakitnya. Ternyata sumbernya adalah dari pikiran yang stres.

πŸ™ Stressor psikologis
Merupakan kondisi psikologis atau kejiwaan yang membuat kamu mengalami stres. Penyebab stres ini dapat berupa jatuh cinta, patah hati, konflik, dendam, iri hati, maupun berbagai jenis konflik batin lainnya.

Tau istilah SMS? Susah Melihat (orang lain) Senang dan Senang Melihat (orang lain) Susah. Itu adalah sumber stres dari penyakit iri hati! πŸ˜„

πŸ™ Stressor sosial budaya
Umumnya berasal dari keadaan sosial maupun lingkungan yang memicu munculnya stress pada seseorang. Beberapa kategori stressor sosial budaya, di antaranya pensiun, PHK, menganggur, perceraian, dan sejumlah kondisi eksternal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres.

Gak heran kenapa pada saat acara kumpul keluarga, para jomblo atau pasangan yang masih dalam masa pacaran banyak yang stres ya, hihii.. Soalnya sering ditanyain "kapan nikah?" πŸ˜†


Suasana Online Group Coaching

Baca juga : #kepoin Coach Ochy : Perilaku Bermedia Sosial Saat Pandemi

Setiap orang pernah mengalami stress, karena stress itu bukan hanya pada saat suatu yang buruk terjadi, tapi juga pada saat yang baik, misalnya saat jatuh cinta. Jantung berdebar-debar, perut mules, wajah terasa panas ketika ketemu si dia. Itu adalah tanda-tanda stress menyerang.

Bagaimana kita bereaksi terhadap stress ini disebut dengan faktor moderator stress. Faktor moderator stress ini juga terbagi 3, yakni :

πŸ‘‰ Dispositional
Berdasarkan karakter, kecerdasan emosional, coping stress.
πŸ‘‰ Situational
Tuntutan dan dukungan lingkungan, hubungan dengan orang lain.
πŸ‘‰ Social
Kondisi dan budaya masyarakat, kondisi makro.

Nah, bagaimana mengatasi stress agar tidak merugikan diri sendiri, terutama juga orang lain? Itulah yang disebut dengan coping stress, atau kemampuan diri mengatasi stres. Ada 2 macam, yaitu :

πŸ‘ Adaptif
Upaya yang efektif dalam mengatasi sumber stres dan dapat membantu individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Terdiri dari : self help, approach, accomodation.

Saya termasuk jenis ini dalam mengatasi stres. Jadi cara yang saya lakukan jika stres adalah dengan menyibukkan diri, seperti ngeblog, edit foto dan sebagainya, sehingga saya bisa melupakan stres itu.



Menggambar, salah satu cara baru saya mengatasi strss

πŸ‘Ž Maladaptif

Upaya yang kurang efektif dalam mengatasi sumber stres dan justru dapat menyebabkan timbulnya masalah baru. Terdiri dari : avoidance, self-punishment.

Contoh akuratnya adalah orang yang makan berlebih jika sedang stres. Hal ini tentu akan menimbulkan stres berikutnya jika berat badannya bertambah.

Baca juga : My Body is Not Your Business

Curhat Lewat Group Coaching

Setelah kami mendapat penjelasan secara seksama oleh Coach Ochy, selanjutnya kami dikelompokkan dan dimasukkan dalam meeting room terpisah dan dipandu oleh coach yang berbeda-beda. Saya sendiri berada dalam kelompok yang dipandu oleh Coach Jihan, bareng beberapa teman lainnya, diantaranya Cici Desri dan Dewi Rieka yang juga teman blogger. Dalam kelompok kecil ini  kami bebas curhat tentang stres yang kami alami, itulah sebabnya kelompok coaching ini bersifat confidential.


Group coaching oleh Coach Jihan

Namun dari curhat saya akhirnya melahirkan istilah stres berantai. Hal ini sering terjadi pada saat ketika Atu stres, berimbas ke saya, lalu saya pun melampiaskan ke anak-anak, maka terjadilah stres berantai! Haha πŸ˜… karena stres itu emang menular lho, dan tentu saja saya gak mau hal itu terus terjadi donk. Itulah sebabnya saya senang banget ikut dalam Online Group Coaching ini, karena setelah mendengar curhat teman-teman lainnya dengan permasalahnnya masing-masing. saya merasa gak sendiri. Ada teman yang ternyata masalahnya lebih berat dari saya.

Selanjutnya, dari group coaching, kami kembali lagi meeting room utama dan bertemu lagi dengan Coach Occhy dan seluruh peserta lainnya. Ketika ditanyakan bagaimana perasaan kami setelah curhat dan di-coaching, tentu saja semua menjawab lega, plong, dan semacamnya.

Baca juga : Bahagia Itu ...

Ery & Coach Ochy

Lalu Coach Ochy menggaris bawahi bahwa :


Setiap orang memiliki masalah, tapi solusinya ada pada diri kita sendiri

Jadi, stres itu untuk dihadapi, bukan dihindari.
Cara yang paling jitu ketika mendapat masalah dan mengalami stres adalah dengan kembali mendekatkan diri kepada Allah, lalu kita ambil hikmah dari masalah yang kita temui, karena dengan selalu berpikir positif akan menghasilkan hal yang positif pula. Selain itu senantiasa bersyukur dengan apapun yang dihadapi. Dengan banyak bersyukur hati akan bahagia.

So, salam bahagia dan sehat selalu, manteman!





31 komentar on "Hidup Lebih Bahagia dengan Bijak Mengelola Stress"
  1. Iya kak,jika kita merasa stres, kurang bahagia,kita harus kenali emosi dan diri kita ya, apa yang kurang? Masalah apa yang perlu diurai..

    BalasHapus
  2. semua karna niat kita untuk bisa berpikir lebih baik lagi yaa

    BalasHapus
  3. Berpikir jernih untuk hidup yang lebih produktif

    BalasHapus
  4. Makasih Mami sayang sdh di ajakin ijut coaching management stress. Kini hidup lebih enteng setelah tau cara mengelola stress dengan bijak.

    BalasHapus
  5. Stres perlu kita upayakan diatasi secara adaptif supaya tidak membahayakan diri sendiri ya Mam. Dari definisi stresnya sendiri sudah seram.

    BalasHapus
  6. MasyaaAllah, cantiknya kak Ery di foto pertama itu... Pas buka tautan tulisannya langsunh lihat itu jadi tambah mood baca, heheh. Btw, kelas seperti memang sebenarnya bagus diikuti, kita jadi tau pemicu stress hingga mudah mengenalinya dan dibuat bisa menerima keadaan lalu berupaya menghadapi. Produktif terus kak Ery, senang berada di lingkaran yang produktif dan positif, terima kasih kak...

    BalasHapus
  7. Yap manusia modern pastinya ga akan lepas dari stres
    Dan stres ini memang kudu dikelola dgn bijak ya Mba
    Intinya, mulai bersahabat dgn stres :D

    BalasHapus
  8. Memang kita harus tetap berfikir positif ya mba, walau kadang stres tidak bisa dihindari. Semoga kita dapat memanage dengan baik.

    BalasHapus
  9. Belajar untuk lebih mengenali diri sendiri ya untuk bisa mengelola stress mbak, harus termanage dan tertangani jangan sampai berlanjut dan membahayakan dikemudian hari.

    BalasHapus
  10. Yang sering terjadi justru malah mengatasi stress dengan cara maladaptif, yoiihh.. makaaan terus untuk menyingkirkan segala rasa tak enak dalam hati. Hehehe... harus membelokkan ke cara-cara lain ya agar tidak begini.

    BalasHapus
  11. Zaman sekarang tuh apa saja bisa bikin kita stres. Kuncinya memang harus bisa mengatur stres ini biar gak lari ke mana-mana

    BalasHapus
  12. Betul3x, tiap orang punya masalah. oooh ternyata hanya diri sendiri juga yg bisa mnegtasinya ya mbak? Apalagi hari gini orantua pada stres mikirin anak2nya yang PPDB online. Ada juga yang stres karena kehilangan mata pencaharian akibat ciurs corona dll. Kudu dipelajari nih cara mengatasi stres :)

    BalasHapus
  13. wah nanti kalo ada next coaching aku pengen ikut ah, pasti seru :D

    BalasHapus
  14. saya sudah sejak lama mba berdamai dengan stress walau untuk kasus tertentu move on nya lama, tapi tetap dijalani aja sebaik mungkin

    BalasHapus
  15. Bener, Mba kalau kita stress ya cuma diri kita sendiri yang bisa mengatasinya. Masukkan dari orang lain, bahkan psikolog sekalipun akan mental kalau diri kita sendiri nggak mau berjuang lepas dari stress.

    BalasHapus
  16. Kak Ery kreatif banget mencari cara untuk melepaskan stres, malah jadi semakin produktif lewat tulisan di blog dan acara biincang-bincangnya di Instagram, sehat selalu ya Kak..

    BalasHapus
  17. Betul sekali stres itu untuk dihadapi, bukan dihindari....dan tiap orang punya masalah yang solusinya ada pada dirinya sendiri. Wah, kelas yang menarik ini. Beneran memang, kalau suami stres, kita kena..kita stres anak-anak yang kena, panjang jadi rantainya wah...

    BalasHapus
  18. Betul ya, Mbak. Stress itu sebenarnya kita sendiri yang bisa mengatasi. Kembali ke Allah, introspeksi diri, banyak bersyukur..
    TFS ya, Mbak :)

    BalasHapus
  19. Seru banget banget ikut acara kayak gini, Mbak. Meski online, tapi ilmunya dapet yaa. Baru tahu ada istilah stres berantai dan menular. Hihihi

    BalasHapus
  20. Waduh, iya juga ya.. Kalo stres langsung makan, terus berat badan bertambah.. Nambah pula stresnya ahaha.

    BalasHapus
  21. Betul juga. Yang bisa menolong kondisi kita ketika stress adalah diri sendiri. Meskipun dukungan orang terdekat akan mempercepat untuk pulih. Yup, kuncinya pasrah dan bersyukur...

    BalasHapus
  22. Stres itu memang jangan diabaikan ya, justru harus diatasi supaya enggak menimbulkan masalah baru...

    BalasHapus
  23. Akhirnya sadar kalau ternyata selama saya sakit ternyata karena pengaruh stres. Untunglah ikut di acara ini, jadi tahu dan alhamdulillah, bisa diatasi dengan memasrahkan semua persoalan kepada Allah Swt. Makasih mami saya diajak juga, janganki bosan na...saya siap ikut selalu dan selalu, hihihi

    BalasHapus
  24. Bener banget ini, penting banget bisa mengolah stress apalagi dimasa pandemic dan krisi seperti ini

    BalasHapus
  25. Bener banget memang setiap orang itu punya masalah masing-masing jadi kita harus bisa mengelola stres nya masing-masing

    BalasHapus
  26. Bener banget mba.. Setuju sama tulisan ini. Sebenarnya solusi stress sendiri ada pada diri kita. Tinggal kita sendiri mau control stress itu atau diamkan.

    BalasHapus
  27. stress memang ngga mungkin akan hilang sama - sekali ya mba..jadi lebih baik kita mengelolanya dengan baik

    BalasHapus
  28. Bener kalau denial sama stressnya yang ada tanpa sadar kek nyakitin lingkungan atau org di sekitarnya gtu ya? Beruntunglah yg memiliki seseorang yg bisa diajak bicara atau kesibukan buat melepas stress.

    BalasHapus
  29. Sebelumnya perlu gak siih, kak...kita menghapus luka-luka lama?
    Karena kadang stres juga bisa dipicu sama unfinished problem di masa lalu.

    BalasHapus
  30. ahaha lagi-lagi stress berantai ya kak, tapi emang bener sih, awalnya kesel karena kerjaan di rumah numpuk, terus lanjut gnomel ke suami, anak juga kena, ya dampaknya kemana-mana deh...

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.