#kepoin Coach Ochy : Perilaku Bersosial Media di Tengah Pandemi

Minggu, Mei 31, 2020

Bismillah.
Assalamu alaikum manteman,

COVID-19 secara nyata udah mengubah pola interaksi dan perilaku manusia di dunia, utamanya dalam berkomunikasi interpersonal. Buktinya saat ini kita mulai akrab dengan frasa physical distancing atau menjaga jarak dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut.

Lantas bagaimana dengan sosialisasi di platform media sosial?


Beragam cara orang memposting atau membagikan sesuatu. Ada yang mengutarakan keprihatinan dan kesedihan, ada yang secara terang-terangan menghujat pemerintah dalam penanganan pandemi ini, ada pula yang menggunakan bahasa sarkasme namun menggiring opini publik.

So, dalam program EMaronie #kepoin edisi ke-7 yang saya adaian pada hari Jum'at tanggal 29 Mei 2020 kemarin, menghadirkan Fauziah Zulfitri @fauziahzulfitri_ atau yang akrab disapa Coach Ochy, seorang Psikolog, Trainer dan Profesional Coach, yang juga adalah teman SD saya dulu, sehingga saya banyak dapat pencerahan darinya.

Tema yang pengen saya kepoin tentang Perilaku Bersosial Media Saat Pandemi, mencakup : 

📱 Seberapa besar karakter seseorang mempengaruhi postingannya di media sosial?
📱 Seberapa jauh sebuah postingan bisa mempengaruhi seseorang?
📱 Bagaimana seharusnya menyikapi informasi yang tersedia di media sosial?
📱 Perlukah melakukan socmed distancing atau socmed detox skalian?

Saat siaran langsung di Instagram

"Media sosial adalah rekam jejak."

Demikian salah satu komen yang muncul pada saat siaran langsung malam hari itu.

Well, dalam bersosial media, Coach Ochy mengingatkan bahwa kita harus berhati-hati menyebarkan kembali berita yang kita baca jika tidak yakin akan kebenarannya. Sebaiknya cari berita dari kanal-kanal terpecaya dan rangkum sesuai analisa kita.

Dari hasil survey, diawal pandemi, orang mencari berita tentang Corona, Covid19 dan Wuhan bisa sampai 14X sehari dan aktivitas bersosial media melonjak hingga 40%. Namun setelah 2 bulan pandemi, aktivitas itu menurun dan berubah mencari kegiatan pengisi waktu seperti main game online, cari resep masakan, hobi, dan lain-lain. Hal ini berarti bahwa perilaku bersosial media bisa berubah sesuai perkembangan zaman.


Hakikat Media Sosial

Coach Ochy menjabarkan hakikatnya sosial media sebagai berikut : 

📱 Dinamika sosial media menuntut kita untuk siap menerima informasi apapun dan harus punya filter yang baik dan kuat mental supaya tidak terpengaruh akan apa yang tersaji.
📱 Dari sosial media bisa terbaca karakter seseorang. Makanya kita harus berhati-hati mengelola media sosial yang kita miliki. Karena ketika kita posting sesuatu, itu akan selamanya ada dan menunjukkan kredibilitas kita.
📱 Jika ingin mencitrakan diri di media sosial, kita harus punya pesan apa yang mau disampaikan. Citra diri itu harus sesuai antara dunia nyata dan dunia maya. Jika tidak sesuai, berarti ada kepalsuan atau ada sesuatu yang kita tutupi dan tidak ingin diketahui orang. Jika hal ini terjadi, maka bersiaplah untuk kehilangan kepercayaan dari orang-orang yang terkoneksi dengan kita.
📱 Hindari debat di media sosial. Jika ada orang yang menyerang kita di media sosial, sebaiknya jawab secara elegan.
📱 Jangan curhat di media sosial, sebab sebagian besar orang tidak akan peduli dan sebagian lainnya hanya akan membicarakan kita.

Yang paling terakhir itu harus di-highlight, soalnya banyak yang kayak gitu. Gak cuman perempuan tapi juga lelak, macam Raul Lemos, hahah...😃
Ery & Coach Ochy

Btw, makasih yaa Coach Ochy udah bersedia untuk saya kepoin kemarin 😘
Makasih juga manteman yang udah nonton secara live 🙏
.
EMaronie #kepoin masih akan hadir di bulan Juni lho! Nantiin aja ya 😉




8 komentar on "#kepoin Coach Ochy : Perilaku Bersosial Media di Tengah Pandemi"
  1. Keren postingannya! pembahasannya menarik sekali..

    BalasHapus
  2. andalan mmg k ery, paling sering tampil di media sosial sbg pembicara2, hehe mom paling active didunia perbloggeran makassar hihihii

    oh iya, sy ada award buat mom ery nih di postingan terakhir saya
    http://mydaypack.com/liebster-award-finding-bloggers/

    BalasHapus
  3. intinya harus lebih bijak ya kak
    jgn termakan berita2 hoax hehehe

    BalasHapus
  4. Waduh saya gak sempat nonton livenya ini padahal tema keponya menarik sekali ya dan ya benar kata Coach Ochy untuk menampilkan citra diri di medsos harusnya sesuai antara dumay dan dunya.

    BalasHapus
  5. Eh Raul Lemos hehe, saya ngeh-nya tahu-tahu besar isunya ini KD sama anak2nya. Menyayangkan sih, sebenarnya masalah mereka bisa diselesaikan internal saja ya.

    Jangan curhat di media sosial, sebab sebagian besar orang tidak akan peduli dan sebagian lainnya hanya akan membicarakan kita.

    Betul itu, pernah saya japri teman karena sayang, susahnya kasih pengertian, saya sampai putar otak untuk pilih kata2 supaya dia paham bahwa orang malah bisa menilai dia jelek. Waktu itu dia kaya bercanda curhat tentang suaminya di medsos, langsung saya japri saya bilang kasihan suamimu, orang bisa salah mengerti, sama kamu juga orang bisa bilang kamu tidak bersyukur.

    Saya bilang kalau bukan karena sayang, ndak kujapri ko. Saya mungkin un-follow tapi karena sayangku mi maka saya japri.
    Akhirnya dia mengerti fiyuh dan saya lihat ndak pernah mi curhat macam begitu lagi tentang suaminya.

    BalasHapus
  6. Sempatja nonton ini walau nda sampai tuntas. Kalau dengan coach Ochy pasti yang disampaikan "daging" semua. Keren memang ini, yang kepo dan yang dikepoin

    BalasHapus
  7. Asli banget bener yang dikatakan coach Ochy, aku setuju kalau harus memfilter nggak semuanya diserap karena bahaya. Nah media sosial juga macam tempat yang harus kita jaga kehati-hatiannya ya kak.

    BalasHapus
  8. Pengen donk belajar menjawab bullying secara elegan itu kek mana. Hahaha, emang kudu hati-hati ya menggunakan sosmed. Saya juga sedang berusaha terus agar tidak curhat di sosmed.

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.