Menjelajah Jogja - Solo - Semarang dalam Batik Trip EM

Minggu, Desember 08, 2019

Hola! Assalamu alaikum, manteman.

How's your day? 
A little bit bored?
Go, get some vacation!
Just like me, hehe.... 😄

Setelah kurang lebih hampir setahun cuman menjalani aktivitas rutin di Kota Makassar tercinta dan sempat ke luar kota yang tidak terlalu jauh dalam waktu singkat, akhirnya saya pun memutuskan udah saatnya liburan yang jauuuuh... Wohooo!!!

Dan pilihan saya adalah Jogja - Solo - Semarang.
Awalnya trip ini tercetus bareng Alifah. Dia yang pengen banget liburan ke Jogja, karena emang belum pernah. Saya sih udah permah di tahun 1995 dulu tapi hanya perjalanan singkat. Kami pun menyusun rencana perjalanan, berangkat naik apa, mau ke mana aja, nginap di mana dan sebagainya dan seterusnya. Tapi oh tapi akhirnya batal karena di bulan November-Desember dia ada ujian di kampus.

Flashback

Untung aja pas ngobrol sama Ika, iparku, dia bilang pengen liburan sebelum brojol alias baby moon dan tujuannya juga sama dengan rencanaku, yaitu Jogja - Solo - Semarang, karena emang dia punya keluarga yang tinggal di ketiga kota itu. Bagaikan kebetulan yang udah diatur nih!

So, di tulisan ini saya pengen cerita pengalaman liburan dengan highlight beberapa tempat yang saya kunjungi. Untuk detail dari beberapa tempat tersebut, bakal saya tulis secara terpisah.

Then finally, Saturday on November 30 2019 the trip just begin...

Saya dan Faizah berangkat dari Makassar menuju ke Jogja naik pesawat Citilink. Seperti yang biasa saya dengar dan baca di beberapa artikel kalo penerbangan ke Jogja agak sedikit goyang ketika melewati langit di atas Gunung Merapi, dan bener aja! Sesaat sebelum mendarat emang terasa goyang banget. Gimana saya gak tegang, karena pramugarinya aja yang lagi berdiri langsung berlari ke kursi di seberangku dan langsung duduk, pasang seatbelt dan terlihat mulai baca doa. Saking takutnya saya sampai gak sadar mencengkram paha Faizah dengan keras, hehe... 😅 maaf ya nak.

Jogja

Tiba di Jogja, Sherief adikku bareng Ika dan Khansa, anaknya, menjemput.di airport Adi Sucipto. Dari airport, kami langsung ke Warung Gudeg Yu Djum yang terletak di Jl. Laksda Adisucipto, dekat dari airport. Warungnya sederhana, tanpa AC, tapi gudegnya endolll. Gudegnya ini paling terkenal kayaknya karena cabangnya ada di mana-mana.

Setelah makan, kami langsung cuzzz ke Filosofi Kopi yang ternyata cukup jauh juga tempatnya, di Kaliurang. Suasana menyatu dengan alam dan lagi-lagi tanpa AC. Reviewnya bisa kamu baca di sini.

Ngopi di Filosofi Kopi
Membatik di Taman Pintar

Esok paginya, setelah sedikit isi perut di hotel, kami membawa anak-anak ke Taman Pintar. Nonton di cinema Planetarium dan Membatik adalah 2 kegiatan yang kami pilihkan buat mereka. Semuanya menyenangkan emang. Terutama Planetarium itu, nambah pengetahuan tentang angkasa luar. 

Selanjutnya dengan berjalan kaki kami menuju ke RM. Raminten yang berada di lantai atas Toko Hamzah Batik. Kalo dulunya kamu pernah dengar nama Toko Mirota, ya inilah dia. Cuman udah ganti nama aja. Dengan makan di Raminten, bisa skaligus belanja di Hamzah Batik. Bisa juga langsung nyeberang ke Pasar Beringharjo kalo pengen dapat harga lebih murah tapi dengan resiko desak-desakan dan kepanasan, hehe...

Puas belanja, kami pun berjalan ke Benteng Vredeburg yang juga terletak di kawasan Malioboro. Tapi sayangnya udah tutup. Jam operasional Vredeburg adalah pk.09.00 - 15.00. Terpaksa kami hanya berfoto di depan gerbangnya. 

Di depan gerbang Vredeburg
Keliling naik dokar
Di depan pintu Keraton yang udah tutup

Selanjutnya kami memanggil dokar untuk mengunjungi Keraton Kesultanan Jogjakarta yang sayang banget udah tutup, lalu kami dibawa ke Rumah Batik Pramugari, yang desainnya cantik banget. Kemudian dokar membawa kami ke area parkir di samping Taman Pintar. So, worthed banget bayar dokarnya Rp.150.000.

Malam hari kami menjajal becak lampu yang kami harus dayung sendiri. Wuih, ternyata melelahkan! Capek bo mendayung becak berbentuk mobil yang cukup besar dengan penumpang 5 orang, haha...

Dalam 2 hari berikutnya, tempat-tempat yang kami datangi yakni Situs Taman Sari, Candi Prambanan, Studio Alam Gamplong, Tempo Gelato dan ada 1 cafe lucu buat anak bernama Sumringah yang bakal saya tulis detailnya.

Taman Sari
Candi Sewu di kompleks Prambanan
Studio Alam Gamplong

Baca juga : 7 Hal Yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Berlibur

Di Jogja ini saya pun berkesempatan ketemu dengan manteman blogger yang emang tinggalnya di sana, yakni Mak Indah Julianti Sibarani, Atik Muttaqin dan Bimo Widyantoro. Kami ketemuan pada jam sarapan di No.27 Coffee, gak jauh juga dari hotel tempat saya nginap. Ini kali pertama saya ketemu dengan Mak Indah. Sebagai blogger senior dan founder komunitas blogger terbesar di Indonesia, Mak Indah pribadi yang sangat humble, banyak ngobrol dan mau berbagi ilmu dengan kami. 

Berada di Jogja selama 4 hari 3 malam rasanya masih kurang deh, masih banyak yang belum datangi. Selain itu Jogja emang bikin betah deh suasana.

Insya Allah someday I'll be back. Aamiiin.

Ki - ka : Bimo, Atik & Nisa, Ery, Mak Indah

Solo

Kami ke Solo dengan naik mobil dengan menyewa GoCar aja. Karena ternyata lebih murah dan lebih singkat waktu perjalanannya dibanding naik kereta. Hanya 1 jam 30 menit dan biayanya cuman Rp.300an ribu saja.

Di Solo kami hanya 1 malam dan nginap di rumah Pakde Pur, sahabat papanya Ika yang udah seperti keluarga.

Ke mana  aja di Solo? Gak banyak yang kami sempat datangi karena cuman 1 hari. Kami ke Keraton Kasusunan yang bernuansa biru putih dan ke The Heritage Palace, theme park yang merupakan bangunan tua sejak zaman kolonial Belanda, bekas pabrik gula. Untuk kulinernya kami makan Nasi Liwet yang terkenal di daerah Keprabon.

Keratom Kasusunan Solo
The Heritage Palace
Di Solo ini saya pun menyempatkan untuk ketemuan dengan salah seorang blogger hitnya Solo yang baru aja meraih penghargaan sebagai Bunda Duta Baca Solo 2019. Siapakah dia? Tunggu di tulisan detailku tentang Solo 😉
Semarang

Dari Solo, kami lanjut ke Semarang. Tetap naik Gocar. Walopun awalnya rencana kami pengen naik kereta juga, tapi lagi-lagi ternyata lebih murah, praktis, cepat dan dekat naik mobil. Lagi-lagi kami memilih GoCar (sori buat saingannya, karena hanya aplikasi GoJek yang ada di HP kami, hehe).

Di Semarang, tentu saja kami ke ikon-ikon kota seperti kawasan Kota Lama, Lawang Sewu, Klenteng Sam Po Kong, yang detailnya nanti akan saya tuliskan terpisah. Untuk kuliner, lebih banyak ke cafe-cafe modern sih. Makanan tradisional Semarang malah gak makan sama sekali 😅

Kota Lama
Klenteng Sam Po Kong
Lawang Sewu

Tanggal 6 Desember, Sherief sekeluarga udah balik ke Jakarta. Sedangkan saya masih tinggal 1 hari. Maka dari Radja Hotel, saya pun pindah ke Hotel Pesonna yang lengkap dengam fasilitas kolam renangnya untuk Faizah menikmati berenang di hari terakhir kami di Semarang.

Saya pun menyempatkan untuk ketemu dengan 2 blogger hits, mbak Ika Puspita yang baru aja saya bekerjasama di event Maltofer pada bulan Oktober lalu di Makassar dan Dewi Rieka, blogger dan penulis komik Anak Kos Dodol, yang juga adalah tanteku, hehe. Dewi dan anak-anaknya malah yang menemaniku di hari terakhir di Semarang, sampai nganterin ke airport. Alhamdulillah.

Dianterin Dewi Rieka ke airport

Oya, ada cerita lucu waktu saya di Semarang. Ada orang yang kami curigai sebagai copet ... Ah, sudahlah! Nanti aja saya cerita detailnya di tulisan yang lain ya, hihihi...
Btw, untuk tripku kali ini saya namain Batik Trip EM, yang di Instagram bisa kamu telusuri hesteknya #BatikTripEM, karena sepanjang trip saya mengenakan baju atau celana batik. Kan, tanah Jawa identik dengan batik. Di foto juga jadi keliatan keren kan? Hehe..

Batik Trip EM


Well, nantikan tulisan saya berikutnya yaa, dengan detail dari tempat-tempat yang saya datangi dalam #BatikTripEM 😃






12 komentar on "Menjelajah Jogja - Solo - Semarang dalam Batik Trip EM"
  1. Mbak Ery...Foto2nya cuakep banget. Semoga jalan2 ke jawa nggak bikin kapok..seneng bisa ketemu Mbak Ery meski cuma sebentar..

    BalasHapus
  2. Aku takjup banget sama foto2nya yang bagus dan juga modelnya yg model banget. InsyaAllah kita bakal ketemu lagi yaa

    BalasHapus
  3. Berasa ikut jalan-jalan Mi...
    Outfitnya juga keren haqiqi

    Btw,
    Aku juga sudah lama belum "pulang" ke Yogja
    Terakhir November 2018..
    Yogja memang selalu mampu buat kita untuk "pulang" lagi dan lagi

    BalasHapus
  4. Mbaaaaa. Asik banget jalan2nya. Aku pgn bgt ke Jgj lg tp blm bisa uhuhhu. Taman sari keren banget yaaa. Pgn foto disana.

    Jogja oh jogjaaa. Kota sederhana yg orgnya ramah2 n makanan enak2 n murahhhh. Hahhaha

    BalasHapus
  5. Duh seru banget deh tripnya. Sebagai penyuka batik, aku mupeeeeng. Semoga kesampaian bisa batik trip ke kota-kota itu. 😍

    BalasHapus
  6. Mbak Erry di tahun 2019 dan tahun 1995 sama kecenya :) . Keren banget outfit-outfit batiknya lho, menyatu dengan mbak Erry. Seru ini tripnya dari Jogja ke Solo lanjut Semarang. Itu mbak pramugari langsung lari gitu bikin auto sedikit panik ya mbak hiks. Aku baru tahu ih mbak penulis Anak Kos Dodol ternyata tantenya mbak Ery hwaaa

    BalasHapus
  7. Naksir keliling jawa tengah dan batik-batio yang dipakai mba..

    BalasHapus
  8. Aku salfok liat foto yang 95 sama sekarang kayaknya gak ada beda tetep cantik ya Allah awet muda 😍

    BalasHapus
  9. Asik banget ya mama pica ini ..bisa melancong ke Jogja atau kemana gitu. Duh pengen jalan2 jadinya

    BalasHapus
  10. Aku juga baru dari semarang, tapi ga sempat mampir ke solo.. semarang bagus ya mba.

    BalasHapus
  11. Halo mbak Ery, akhirnya aku mampir juga ke blognya. Terakhir ke Jogja tahun 2013, Solo tahun 2017. Seru deh mbak bacanya, jadi pengen eksplor ke sana lagi plus Semarang.

    BalasHapus
  12. Seruuuu banget dan planned sekali ya mbaa, seneng jg ketemu bloger2. Pasti jadi fresh abis liburan gini. Aku malah suatu saat pengin ke Makassar ey

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.