Pegiat Media Sosial Giat Cegah Narkoba

Sabtu, November 23, 2019

Assalamu alaikum manteman.

Semoga semua yang baca blog ini selalu sehat, fisik dan jasmani, dan terutama gak ada yang pernah coba-coba dengan yang namanya NARKOBA.

*lho koq? 😮

Hehe, gak usah kaget.
Soalnya saat ini narkoba alias nasi, konro, bayao #eh salah... Narkotika, psikotropika dan obat terlarang udah merambah ke semua kalangan. Mulai dari orang biasa hingga yang luar biasa #eh 😄 maksudnya, semua orang dari profesi apapun, tingkat sosial apapun, jenis kelamin apapun, pokoknya apapun aja deh, bisa berpotensi sebagai pengguna narkoba.
Gak percaya?
Harus percaya!
Karena hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Bapak Brigjen. Pol. Idris Kadir, SH., M.Hum. dalam acara bertajuk Penggiat Media Sosial Giat Cegah Narkoba, yang merupakan kegiatan diskusi langsung mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Acaranya digelar di Hotel Grand Maleo Makassar dengan mengundang para penggiat media sosial di Kota Makassar, pada hari Selasa tanggal 19 November 2019 lalu.

Moderator bersama 3 narasumber

Selain Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Brigjen. Pol. Idris Kadir, SH., M.Hum., acara ini dihadiri pula oleh Bapak Ishak Iskandar, SKM., M.Kes, Kepala Bidang Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sulsel dan Rijal Djamal, SS., M.Si, Ketua Forum Kreativitas Pemuda Sulsel yang juga adalah seorang content creator.

*kenapa penggiat media sosial diundang khusus dalam acara ini? 

Karena diharapkan para penggiat media sosial dapat membantu pemerintah, dalam hal ini BNN, untuk mengkampanyekan informasi tentang pencegahan narkoba dan dampak yang ditimbulkan. Minimal, memberikan pemahaman kepada para netizen untuk menghindari narkotika.

Faktanya Pengguna Narkoba di Sulsel Makin Meningkat!

Bapak Brigjen. Pol. Idris Kadir, SH., M.Hum.
*pic by @ayiprima

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Brigjen. Pol. Idris Kadir, SH., M.Hum. dalam penjelasannya menyampaikan hasil penelitian dari Universitas Indonesia bahwa Sulawesi Selatan berada di urutan ke-9 pada tahun 2015 dan pada tahun 2017 naik ke peringkat ke-7. Yang berarti dari 6juta lebih penduduk Sulsel, 1,95% atau kurang lebih 100ribu warga yang jadi pengguna narkoba.

Di tahun 2019 sudah ada 17 kasus peredaran narkoba yang mendapat timdakan. Memang agak sulit menahan laju perkembangan narkoba di Indonesia karena perairan kita luas, penyelundupan bisa masuk dari mana saja. Dan emang 80% penyelundupan narkoba di Indonesia menggunakan jalur laut.

Ada 3 cara kerja BNN, yaitu :
1. Pencegahan
2. Rehabilitasi
3. Pemberantasan

Terkait dengan rehabilitasi, seorang pecandu narkoba atau keluarganya bisa datang ke BNN untuk melapor dan meminta tindakan rehabilitasi guna penyembuhan akibat kecanduan narkoba. Rehabilitasi yang dilakukan oleh BNN tanpa biaya sama sekali.

Baca juga : Dirukiah? Siapa Takut!

Informasi dan Edukasi Dalam Pencegahan Narkoba

Bapak Ishak Iskandar, SKM., M.Kes.
*pic by @ayiprima

Adapun Bapak Ishak Iskandar, SKM., M.Kes., selaku Kepala Bidang Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sulsel memaparkan bahwa ada 2 cara untuk pencegahan narkoba, yakni :

1. Informasi
Menginformasikan pada masyarakat tentang bahaya narkoba.
2. Edukasi
Memberikan edukasi tentang narkoba, seperti kandungan bahan, efek yang ditimbulkan, dan sebagainya. Tanpa edukasi, narkoba akan terus ada.

Saat ini BNN menggiatkan cara kampanye lewat media sosial, diantaranya website dan Instagram, untuk menyasar para netizen.

Bekerjasama Dengan Penggiat Media Sosial Cegah Narkoba

Rijal Djamal
*pic by @ayiprima

Seperti diketahui, penggiat media sosial, khususnya influencer, punya daya tarik buat netizen, maka dalam menciptakan konten-konten positif tentang pencegahan narkoba tentunya bisa mempengaruhi netizen, khususnya para follower/subscribernya.

Salah seorang content creator Makassar yang menjalin kerjasama dengan pihak BNN adalah Rijal Djamal. Rijal aktif di Youtube dan Instagram. Rijal bahkan sudah membuat film pendek tentang narkoba berjudul “Masih (Ada Jalan Pulang)” yang sudah dipublikasikan di Youtube dan dalam kegiatan ini diselingi dengan pemutaran film tersebut.

Banyak Tanya Tambah Wawasan

Sesi tanya jawab
*pic by @samaralasena

Pada sesi tanya jawab, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan. Termasuk saya, tentunya. Pertanyaan saya ada 2, yakni :

1. Q : Pada penjelasan Bapak Kepala BNN Prov. Sulsel disebutkan bahwa setiap BNNP ada jatah dalam penanganan kasus. Di Sulsel mendapat jatah 25 kasus. Apa maksud dari '"jatah" tersebut?
A : Menurut Pak Idris, jatah yang diberikan dari BNN Pusat adalah terkait dana yang akam dikeluarkan. Berhubung dananya terbatas, maka kasus yang diselesaikab terlebih dahulu dilihat dari tingkat urgensinya.

2. Q : Bagaimana koordinasi antara pihak BNN dengan Kepolisian, dalam hal ini satreskim Narkoba? Karena cakupan pekerjaan mereka sama.
A : Pertanyaan saya kali ini juga dijawab oleh Bapak Idris, bahwa kewenangan BNN dan Polisi sama atau sejajar, saling melaporkan dalam penanganan kasus.

Selain itu banyak lagi pertanyaan lainnya, seperti kenapa banyak selebriti menggunakan narkoba? Mengapa narkoba sering di salah gunakan sebagai dopping? Mengapa hukuman mati yang dijatuhkan kepada para pengedar tidak membuat pelaku lainnya jera? Bagaimana jika content creator ingin membuat konten tentang pencegahan narkoba?

Semua pernyataan yang diajukan sangat berbobot dan jawaban yang diberikan oleh ketiga narasumber pun sangat jelas dan menambah wawasan kita.

Baca juga : Cerdas Berinternet Itu Seperti Apa?

Blogger, Influencer dan para narasumber

So, sebagai penggiat media sosial memang sudah seharusnya kita memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyuarakan hal positif yang bisa memajukan bangsa Indonesia.

Say no to drugs! 🤚🏼





8 komentar on "Pegiat Media Sosial Giat Cegah Narkoba"
  1. Terima kasih kak Ery, informasi nya sangat lengkap dan menginspirasi Feeds aku *eh 🤭

    BalasHapus
  2. wah keren ini, maaksih sharingnya

    BalasHapus
  3. soal narkoba ini saya jadi ingat wawancara Soleh Solihun di vlognya.
    dia mewawancarai Ari Lasso, Abdel Achdian dan Indra Qadarsih. ketiganya ternyata pernah jadi budak narkoba dan untungnya mereka bisa bebas lepas dari kecanduan. walaupun kata Ari dan Abdel, tidak ada pengguna narkoba yang benar-benar bisa menjamin dirinya lepas dari pengaruh narkoba. itu hanya soal waktu saja karena dia bisa kembali menjadi penikmat narkoba bila dia kembali bersentuhan atau tetap berada dalam lingkungan yang sama.

    Ari Lasso bilang; jangan coba-coba pakai narkoba karena tidak semua orang seberuntung Ari Lasso dan Slank yang bisa sembuh dan lepas dari kecanduan narkoba.

    BalasHapus
  4. Sulawesi Selata masuk dalam daftar 10 besar kota pengguna narkoba. Saatnya keluar dan menambah peringkat ke angkanyang lebih tinggi. Mari bersama bergerak untuk itu.

    BalasHapus
  5. Ngeri memang masalah narkoba ini. Apalagi banyak rumor yang beredar soal narkoba dalam bentuk permen yang menyasar anak-anak. Bikin emak-emak parno. Itulah kenapa penyebaran informasi dan edukasi ini penting sekali untuk memberantas narkoba.

    BalasHapus
  6. semoga kita selalu bisa turut serta dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba ya kak, mengingat makassar sampai masuk ke 10 besar. miris sekali

    BalasHapus
  7. Sebagai generasi muda, saya juga tergerak untuk mengambil langkah kecil dalam upaya menguarangi angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia..

    BalasHapus
  8. Salut untuk mereka yang sudah mengabdi untuk masyarakat, tetap semangat!

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.