Mengenal Profesi "Digital Content Creator"

Minggu, November 10, 2019

Assalamu alaikum,

Siapa nih di antara manteman yang doyan nongkrong bareng mantemannya?

Nah, dari kesukaan saya ngumpul bareng Qiah dan Awie, obrolin apa aja yang positif, khususnya dunia digital dan media sosial,  akhirnya tercetuslah ide untuk bikin nongkrong yang lebih bermanfaat dengan berbagi hal positif yang biasanya kami obrolin bertiga, termasuk yang tertuang dalam tulisan-tulisan kolaborasi kami di Sanneng Talks.

Maka, kami pun sepakat membentuk Digital Creator Makassar yang akan menghadirkan event bermanfaat skaligus juga nantinya jadi wadah bagi orang-orang kreatif yang berkecimpung di dunia media sosial.

Awie - Ery - Qiah

Sebagai gebrakan pertama, kami mengadakan sharing session sambil nongkrong bersama kami dan para praktisi media sosial. Acaranya kami namakan Splendid Soiree. Diadakan pada tanggal 8 November 2019 bertempat di Chocolicious Karunrung.

Adapun tema yang kami pilih adalah Digital Content Creator dengan menghadirkan Jay Rahmat, seorang fotografer yang skaligus juga adalah content creator dan Samara Lasena, beauty content creator.


Sebelum lanjut ceritain eventnya, kamu perlu tau dulu Content Creator itu apa sih?

Content Creator adalah sebuah profesi yang membuat suatu konten, baik itu berupa tulisan, gambar, video, suara, ataupun gabungan dari dua materi atau lebih. Konten-konten tersebut lantas diunggah ke platform media digital seperti Blog, Youtube, Instagram, dan lain-lain, yang kita sebut Media Sosial.

Well, media sosial sekarang ini memang udah jadi bagian penting dalam hidup kita. Baik sebagai media untuk membagikan cerita, menyimpan foto juga sebagai media branding diri, bahkan sebagai ladang mata pencarian rejeki.

Salah satu media sosial yang cukup populer dan banyak digunakan adalah Instagram. Dengan banyaknya pengguna Instagram berarti akan besar kemungkinan postingan kita terlihat oleh para pengguna. 

Untuk itulah di Splendid Soiree edisi perdana ini menghadirkan 2 orang content creator yang akan berbagi bagaimana mempercantik feed Instagram, membuat foto lebih berbicara, berinteraksi dengan follower dan sebagainya.

Berikut ini highlightnya :

Jay Rahmat

Alfah serius perhatiin Jay lagi sharing
*pic by @jayrahmat

Jumlah follower di akun Instagram @jayrahmat memang hanya 2600an tapi coba cek postingannya, 1 foto bisa dapat 400 jumlah like. It means, likenya mencapai 40% dari jumlah followernya bo!

Untuk menaikkan insigh, liat jam upload yang sesuai dengan banyaknya follower kita merespon postingan kita. Penggunaan hashtag harus sesuai. Selain itu, upload sesuatu yg beda dari biasanya.

Kalo melihat feed Instagramnya Jay, memang foto yang ditampilkan semuanya senada dalam 1 tone warna, yaitu monokrom. Dominan hitam dan putih. Dan itu dilakukan oleh Jay secara konsisten sehingga disukai hampir semua orang yang melihat. Ini adalah salah satu tips dalam bermain Instagram, sesuaikan feed dengan selera atau keinginan kita sendiri, agar tampilannya menjadi original.

Penting pula kita membuat personal branding di media sosial. Kita ingin mencitrakan diri kita menjadi sebagai apa. Hal ini untuk membuat agar brand lebih melirik Instagram kita dan orang lebih tau tentang kita dengan adanya ciri khas di akun Instagram.

Sekarang ini Jay tidak hanya mengelola akun pribadinya sendiri, tapi juga menjadi mengelola beberapa akun komersil seperti cafe dan sebagainya.

Baca juga : Belajar Tak Kenal Usia

Samara Lasena

Sam lagi sharing di hadapan para peserta
*pic by @qiahladkiya

Menjadi seorang beautygram atau pembuat konten bertema kecantikan di akun Instagram @samaralasena adalah pilihan Sam dalam dunia media sosial.

Menurut Sam, konten beauty saat ini menjadi salah satu yang pailng banyak diminati pengguna Instagram, khususnya kaum wanita. Jadi gak perlu effort yanh besar untuk mendatangkan follower dan menghasilkan like dari postingan kita.

Samara yang punya follower sebanyak 7800an, mengatakan bahwa untuk konten beauty sebaiknya berupa video, khususnya untuk tutorial make up. Karena penonton lebih senang nonton video.

Apabila Sam diberikan produk skin care untuk review, iya akan menggunakan produk tersebut selama kurang lebih 2 minggu untuk tau khasiat dan efek dari penggunaan, setelah itu baru mereviewnya sesuai dengan hasil yang didapatkan. Review jujur itu penting tapi tetap harus beretika. Contohnya, jika Sam tidak suka hasil dari sebuah produk, Ia tidak akan menjelekkan produk tersebut tapi menggunakan bahasa yang lebih halus untuk menyampaikan atau memaparkan kelebihan dan kekurangan produk tersebut secara berimbang.

Namun dalam mengelola akun Instagramnya Samara tidak hanya menampilkan konten beauty tapi juga ada sekelumit foto-fotonya saat travelling, bareng keluarga dan beberapa aktivitas yang diikutinya sebagai blogger.
Kesimpulan dari penuturan 2 narasumber, para content creator yang kami hadirkan dalam Splendid Soiree bertema Sharing All About Content Creator sore itu adalah semua yang ditampilkan atau diposting di media sosial, dalam hal ini Instagram, harus terencana. Harus diatur dari segi tampilan, kualitas foto atau video dan juga kita harus tau kapan follower kita sedang aktif bermain Instagram, sehingga postingan kita bisa langsung mendapat banyak respon dari mereka. Selain itu, tujuan mempercantik feed Instagram, bukan hanya karena bagus dipandang mata, tapi juga untuk menggaet brand atau perusahaan yang akan mengajak kita bekerjasama.

Digital Creator Makassar bersama seluruh peserta Splendid Soiree
Selfie bareng Alifah
*pic by @jayrahmat

Suasana intim yang dihadirkan dalam Splendid Soiree chapter #1 waktu itu sangat terasa. Dengan diikuti oleh 10 orang peserta, semua bebas tanya apa aja ke narasumber dan bisa juga berbagi pengalaman.

Memang itulah tujuan kami mengadakan sharing session kayak gini. Saling sharing yang bermanfaat untuk semuanya.

Ok, sampai ketemu di Splendid Soiree selanjutnya dengan topik sharing yang berbeda.

Tonton video Splendid Soiree chapter 1 yang dibuat oleh Jay dan Qiah di channel Youtube saya yuk!





5 komentar on "Mengenal Profesi "Digital Content Creator""
  1. Luv bangettt dibahas mengenai profilku dikit. Tapi lebih luv sama eventnya dong tentunya kak secara sangat bermanfaat������

    BalasHapus
  2. Duh liay foto Kak Awie, Kak Qiah dan Kak Ery berfoto di satu frame yang sama langsung kayak friendship goal gitu ya, sama sama kece, produktif pula

    BalasHapus
  3. Jd blogger sebenernya sulit ya. Perlu bisa memahami produk dgn baik. Blm lagi urusan persediaan gadget unt mendukung kerja. Trs modal bisa menulis dgn baik dan memberikan informasi bermanfaat n masihhh banyak lg. Ahhhh aku jd bersemangat unt nulisssss n pgn ketemu mba2 semuaaa.

    BalasHapus
  4. Enggak ngerti lagi akutu suka seneng aja liat mba Ery,mba Qiah dan mba Awie berada dalam satu frame. Seakan semua energi positif dan cantik dari luar dalam ada di sana :) suka. Akhirnya aku bisa memahami apa itu content creator tanpa mumet dari sini. Dan takjub sama foto instagramnya disetting dengan tone yang sama :) Lalu kumelirik feed ig-ku yang hmm ya sudahlah ehehehe. Perlu banyak belajar lagi nih akunya

    BalasHapus
  5. Ahh ada aku disebut2 di sini, thank you lho Mami 😘. Semoga niat kita bertiga membuat acara Sharing yang bermanfaat dan bisa membagikan informasi yang dibutuhkan oleh Content Creator bisa terlaksana dengan lancar yaa. Walaupun non profitable (untuk saat ini), tetap harus sangat selama bermanfaat kan yaa.

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.