Faizah dan Hernia

Sabtu, September 21, 2019

Assalamu alaikum, manteman.
Beberapa waktu lalu saya posting video dan foto-foto di Instagram Story dan Facebook tentang Faizah menjelang dan setelah dioperasi.

Banyak yang bertanya-tanya, Faizah sakit apa? Koq bisa terkena penyakit itu? Gimana sampai bisa ketahuan? Faizah pernah mengeluh kesakitan gak karena penyakitnya? Dan beragam pertanyaan lainnya.

Demikian juga waktu di rumah sakit, pertanyaan yang sama dari para pembezuk terus berulang dan jawaban yang sama juga berulang saya sampaikan. Rasanya pengen deh ngerekam suara ini dan tinggal diputar aja kalo ada yang nanya, hahaha... 😅 Lalu akhirnya kepikiran kalo mending ditulis aja, biar semua bisa baca.
Jadi ceritanya gini...
*eh jangan lupa siapin popcorn dan soft drink sebelum baca ya, biar gak bosen 😄

Benjolan di Bawah Perut

Beberapa bulan lalu, waktu Faizah lagi mandi, Alifah lihat di bagian bawah perutnya Faizah koq seperti bengkak? Saya lantas coba pegang, rasanya seperti ada bulatan di dalam bengkak itu dan saya langsung curiga kalo itu usus turun. Well, sebenarnya asal tebak aja sih, dan melihat histori keluarga Atu yang rata-rata pernah ngalamin usus turun dan harus dioperasi karenanya, termasuk Atu sendiri.

Tapi benjolan itu gak muncul setiap saat. Hanya kalo Faizah mengedan, batuk atau abis main, terutama lari. Saya pun lantas teringat kalo beberapa waktu sebelumya Faizah biasa mengeluh vaginanya sakit, kayak tertekan. Tadinya saya pikir sakitnya itu hanya karena tahan pipis. Ternyata bukan.

Akhirnya Faizah dibawa periksa ke dokter yang ada di Kimia Farma, faskes BPJS kami. Dokter di sana diagnosa sementara adalah Hernia Labialis, hernia atau usus yang turun saat-saat tertentu saja. Lalu, Faizah diberi rujukan untuk periksa lebih lanjut ke dengan dokter anak di RS. Hikmah. Diagnosanya pun sama, hernia. Jalan satu-satunya adalah operasi untuk menarik ke atas usus yang turun tersebut.

Kemudian Faizah diarahkan untuk ketemu dengan dokter bedah. Sebelum memutuskan pembedahan, dokter ahli bedah menyuruh agar Faizah di-USG dulu, untuk melihat posisi ususnya di dalam. Setelah hasil USGnya udah ada, dokter bedah langsung menjadwalkan operasi hari Rabu tanggal 18 September 2019 jam 9 pagi, dan itu berarti kami udah harus check in hari Selasa tanggal 17 September 2019 sore. 

Persiapan Rawat Inap

Setelah udah ada kepastian tanggal operasi, berarti sudah waktunya saya untuk berkemas-kemas, siapin barang kebutuhan selama Faizah opname di rumah sakit. 2 koper kecil untuk pakaian. 1 khusus pakaian dan perlengkapannya Faizah, 1-nya lagi untuk saya dan Alifah beserta barang lainnya, seperti sabun cuci piring ukutan kecil, spons cuci piring, obat anti nyamuk listrik, tissue, sendal, perlengkapan mandi dan sebagainya. Gak lupa juga karpet dan bantal. Adapun piring makan, sendok garpu, gelas, gunting, pisau, air mineral hingga kasur tipis kecil semuanya Mamiku yang siapin.

Yep, seperti itu persiapan keluarga kami kalo ada yang dirawat di rumah sakit. Semuanya harus dilengkapi biar kita gak bingung lagi kalo barang-barang itu dibutuhkan. Sampai bela-belain belanja khusus di supermarket buat semua keperluan itu. Ina, sahabatku sampai nanya, "situ mau masuk (rumah sakit) Hikmah atau liburan ke Hong Kong?" hahah... 😆

Persiapan sebelum masuk RS itu penting lho!

Persiapan Mental Buat Faizah

Lain lagi dengan persiapan mental Faizah. Dia antara senang tapi takut alias ngeri-ngeri sedap. Awalnya sih dia takut dan nanya :

F : Mami, bagaimana itu orang kalo dioperasi?
Me : Operasi itu untuk sembuhkan penyakit. Kalo Pica berarti ususnya yang mau disembuhkan biar tidak turun lagi.
F : Kalo dioperasi berarti kita nginap di rumah sakit? Pica takut
Me : Kenapa mesti takut? Nginap di rumah sakit itu sama ji dengan nginao di hotel. Malah lenoh enak, karena nanti banyak yanv jenguk ki, banyak yang bawain kue, mainan, buah ...
F : Itu yang bawa buah., ada ji anggurnya?

Haha... Nih anak tetap aja #gagalpaham. Masa' pasien request dibawain anggur 😄

Baca juga : Gagal Paham Karena Faizah

Saya selalu menyemangati dia dengan berkata "Anak-anaknya Mami semua kuat seperti Mami. Tidak ada yang penakut. Apalagi Pica, karena lahirnya dioperasi, jadi pasti berani juga dioperasi."

Rawat Inap di RS. Hikmah

Sehari sebelum check in, kamar baru bisa dibooking. Faizah dapatnya kamar VIP I (i), yang terletak di lantai 2 RS. Hikmah.

Ketika check in di hari Selasa, kami tetap harus tunjukin kartu BPJS dan surat dari dokter yang udah dikasi sejak seminggu sebelumnya sewaktu penjadwal operasi. Setelah semua berkas beres, Faizah lantas diperiksa darahnya, ditimbang berat badannya, lalu kami pun masuk ke kamar. 

Faizah senang banget dalam kamar. dia gak mau ada yang tidur di atas ranjang pasien. Hanya dia yang boleh, karena katanya "Kan Pica pasiennya". Haha 😂

Sekira satu jam dalam kamar, seorang dokter datamg memeriksa kondisi Faizah dan menyuruh agar Faizah dirontgen. Maklum aja karena Faizah sebenarnya baru aja sembuh dari batuk flunya.

Gak lama kemudian seorang suster datang membawa kursi roda. Rupanya dia kira pasien kamar VIP I adalah orang dewasa usia senja, eh ternyata seorang bocah lucu. Hihih... Dan tentu aja Faizah gak menyia-nyiakan kesempatan naik kursi roda ke ruang rontgen 😁

Pica naik kursi roda didampingi Petta, Oma & Opa

Faizah sempat ketakutan sewaktu mau dirontgen, apalagi karena dia tau dia bakal sendirian dalam ruangan kalo mesin rontgen udah nyala. Padahal saya dan petugas rontgen gak keluar ruangan, kami malah masuk di sebuah ruang kecil yang gak tembus sinar X, jadi bebas radiasi.

Setelah dirontgen, Faizah dibawa lagi masuk ke kamar dan udah harus diinfus. Dia gak sangka kalo akam diinfus. Jadi saya semgaja alihkan perhatiannya untuk nonton Youtube di sisi sebelah kanan dan suster menusukkan jarum di nadi tangan kirinya. 1X jarumnya ditusukkan dan langsung masuk, dia pun langsung teriak kencang dan nangis, hahah...

Suster lalu menyuruh Faizah untuk puasa nulai jam 1 tengah malam sampai keesokan operasinya selesai.

Proses Operasi

Jam 9 pagi, Faizah dijemput oleh suster dan langsung dibawa ke ruang operasi, yang juga terletak di lantai 2 RS. Hikmah. Sebagian keluarga udah pada datang untuk menunggu jalannya operasi Faizah. Saya menemani Faizah di ruang tunggu operasi, sambil kami berdoa dan mendokumentasikan dengan foto dan video.

Faizah santai banget, gak ada takutnya sama sekali. Malah dia hanya ribet dengan baju operasinya yang kegedean dan penutup rambutnya dijadiin bahan mainan.

Menunggu operasi
Difoto Alifah dari balik kaca di ruang tunggu operasi, saat Pica rempong dengan baju operasinya

Baca juga : Jadi Mami Gak Boleh Sakit

Jadwalnya sih jam 9, tapi dr. Margareth Sidharta, Sp.B., ahli bedah yang akan mengoperasi Faizah baru datang jam 10.30. Huff... Kebayang gelisahnya Faizah menunggu 😑 untung para perawara yang kesemuanya laki-laki ngajak Faizah main dulu, istilahnya mereka menciptakan chemistry biar Faizah gak tegang masuk ruang operasi.

Kurang beberapa menit sebelum jam 11, salah seorang perawat menggendong Faizah masuk ke ruang operasi. Saya mengikuti dari belakang dan sempat menciumnya sebelum pisah. Rupanya dia gak tau kalo saya gak ikut masuk...

Jam 1 lebih sedikit, saya dengan perawat memanggil "Keluarga anak Faizah", rupanya Faizah udah digendong keluar dari ruang operasi dan ditidurkan di ranjang ruang pemulihan. Kondisinya belum behitu sadar, dia nangis terisak sambil panggil-panggil saya "Mami... Mami.." ah, sedih lihatnya ☹️ Papiku sampai nangis, terutama sewaktu perawat pasangin masker oksigen di mulut Faizah karena dia terus terisak dengan nafas tersengal-sengal.

Satu persatu keluarga bergantian masuk ke ruang pemulihan, pengen lihat kondisi Faizah pasca operasi. Saya sendiri udah gak bisa gerak karena leherku dipeluk terus sama Faizah. "Mami tidak boleh pergi" katanya sambil terisak.

Gak ada keluhan sakit atau apapun tentang perutnya yang udah dibedah. Yang dia tangisi hanya karena saya gak masuk dalam ruang operasi, gak temani dia di dalam dan sewaktu sadar, dia lihatnya para perawat yang pake baju serba hijau lengkap dengan masker dan hair cup. Gimana dia gak trauma, haha...

Pasca operasi ditemani Puang Alifah & Kakak Khansa-nya

Dokter jelasin kalo operasi yang dijalani Faizah ini adalah menarik ususnya ke posisi sebenarnya dan tidak ada tindakan pemasangan jaring di dalam untuk menopang ususnya, seperti kalo orang dewasa operasi usus turun, karena usia Faizah yang masih anak-anak. Jadi ada kemungkinan bisa terjadi lagi usus turun. Makanya Faizah gak boleh terlalu aktif berlarian, loncat, dan angkat barang berat.

1 jam kemudian, Faizah dibawa masuk ke kamar. Dia udah sadar tapi masih lemah. Sampai di kamar dia antara tidur, bangun, tidur lagi. Pembezuk mulai berdatangan dan bawa mainan buat Faizah. Seketika dia lupa kalo abis dioperasi. Alhamdulillah 😊

Keesokan paginya, hari Kamis tanggal 19 September  kondisinya udah keliatan mulai stabil, udah bisa ketawa, main dan Dr. Margareth sewaktu datang memeriksa langsung merekomendasikan Faizah bisa pulang besok, di hari Jumat.

Selalu ada yang lucu...

Bukan Faizah namanya kalo gak menghadirkan tawa dalam setiap obrolan. Bahkan setelah dioperasi sekalipun!

Kan Nadhif ceritanya kepo nih setelah Faizah dioperasi, lalu bertanya,

Ndf : Pica tadi rasa apa waktu dioperasi?" 
F : Tidak ada ji
Ndf : Waktu dibius Pica mimpi apa?
F : Mimpi apa? Orang tidak tidur! Orang dioperasi ji

Bener juga sih ya 🤣
Keesokan harinya, Alifah lagi yang nanya,

Alf : Pica, cerita donk... Gimana rasanya waktu dioperasi kemarin?
F : Edede, jangan mi ki tanya-tanya deh, Puang. Sudah mi saya bicarakan kemarin toh? 

(((bicarakan))) haha... Ngomongnya udah kayak dia aja yang anak sulung! 😂

Well, sekarang Faizah udah di rumah. Udah lincah bergerak. Cuman sesuai kata dokter, gak boleh terlalu aktif selama sebulan pasca operasi. Tapi tau sendiri kan betapa aktifnya Faizah, hehee..


Baca juga : Pesta My Little Pony di Ultah ke-5 Pica

Manteman, minta doanyanya ya buat Faizah, semoga sehat selalu. penyakitnya gak kembali lagi dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

So, buat manteman atau ada keluarga atau kerabat yang menderita penyakit yang sama dengan Faizah, yaitu Hernia alias usus turun, saran saya sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Kalo dokter menyarankan untuk operasi ya diikuti apa kata dokter, sebab kalo usus turun dibiarkan bisa jadi berbahaya lho kalo terjadi usus terjepit. Gak usah ditunda-tunda atau berobat secara alternatif seperti diurut atau minum ramuan tertentu, karena bisa aja malah makin parah atau menimbulkan penyakit lainnya.

Selain itu, jangan lupa pakai fasilitas BPJSnya. Semua yang saya ceritakan di atas ini, mulai dari pemeriksaan di faskes Kimia Farma, periksa dokter anak dan bedah di RS. Hikmah, USG, rontgen, obat-obatan, rawat inap hingga operasi semuanya Rp.0 -
Thanx to BPJS!




9 komentar on "Faizah dan Hernia"
  1. Semoga sehat selalu Picaaa... sedihnya baca pas Pica baru sadar. Kuingat jg adekku dl habis operasi, pas setengah sadar dia teriak2 panggil bapakku, padahal sudah beberapa bulan bapakku meninggal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih banget emang kalo lihat orang abis dioperasi ngigau2, apalagi karena emang kesadarannya belum pulih.

      Hapus
  2. Dari kemarin sy mw skli taxakan pica sakit apa dan sebagainya, tp apalah aq ini msh sungkan nanya ke kak Ery aplg sy tau psti dlm kondisi sprti in ad baikx jgn di taxa2 dlu blm lg prtxaan org lain, alhamdulillah mksh tlisannya kak rasa penasaranku terobati ��
    Yg psti buat dede Pica, sehat slalu, smga nd prnh bLik lagi usu turunnya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deh sayangku, sante mi kalo sama saya, hahha... Banyak ji yg nanya via DM di IG setelah nonton IG storyku.

      Alhamdulillah yaa akhirnya rasa penasarannya Ainhy terjawab sudah, eheh.

      Hapus
  3. Semoga Faizah selalu sehat yaa.

    BalasHapus
  4. Katanya, Pica suka gagal paham tapi sebenarnya itu bukti kecerdasannya. Salut sama maminya yang bela-belain ke super market belanja khusus buat persiapan nginap di rumah sakit. Cocokmi itu nabilang temanta, itu mau masuk rumah sakit atau liburan sih? Hehehe....

    BalasHapus
  5. Masya Allah hebatnya Pica. Semoga sehat terus ya, Nak.

    Bagaimana mi itu supaya tidak banyak gerak Pica dih, Mam nah kebiasaannya mi begitu?

    BalasHapus
  6. Saya sangat terinspirasi sama keberanian Pica dan cara Mami menghipnotis Pica agar berani. Bahkan sampai selesai operasipun Pica ndak mengeluh sakit ya, cuma sedih karena mami nggak disampingnya. Pica anak hebat dan berani, kamu layak dapat kuda poni yang bisa diajak jalan *eh ��

    BalasHapus
  7. Deehh... Picaku sayang, selalu sehat ya. Oh ya.. baca tulisan ini saya sambil pegang2 perut loh mami, jangan2 ada juga benjolanku hehehee...

    Kemarin itu saat kita jumpa2 ku perhatikan Pica, deh batena lompat2 gang. Malah saya yg takut lihatki.

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.