Bernostalgia di Hollywood Lewat Film ONCE UPON A TIME IN HOLLYWOOD

Minggu, September 01, 2019

Hola! Assalamu alaikum.

Buat kamu yang sering baca tulisan saya di blog ini, mungkin udah tau kalo saya ini suka segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah. Termasuk juga film yang ada unsur sejarahnya. Makanya saya suka nonton film yang berdasarkan kisah nyata atau pun terinspirasi dari kisah nyata, seperti film Titanic, Bumi Manusia, dan yang terbaru adalah Once Upon A Time In Hollywood.

Saya nonton trailernya di Youtube kurang lebih hampir 6 bulan lalu dan langsung aja naluriku berkata #tsaaah "saya harus nonton nih film!" karenaaa... Selain ada 2 cowok ganteng yang jadi pemeran utamanya yaitu Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt 😍 juga karena film ini terinspirasi dari kisah nyata.

Baca juga : Review Film BUMI MANUSIA


Leonardo DiCaprio, Brad Pitt & Quentin Tarantino
*pic courtesy Sony Pictures

Film karya Quentin Tarantino ini berlatar belakang kehidupan artis Hollywood era tahun '60an. Boleh dibilang, film ini merupakan surat cinta Tarantino ke Hollywood yang ia sayang. Di film ini, Tarantino berhasil menggambarkan situasi Hollywood masa itu.

Jadi sebelum nonton, kamu harus paham dulu bagaimana kehidupan perfilman Hollywood masa itu, siapa-siapa aja artis dan sutradara terkenal serta peristiwa apa yang terjadi. Well, gak perlu paham bener sih, cukup tau aja. Paling tidak ada pengetahuan dikit lah. Soalnya film ini alurnya sedikit lambat, istilahnya slow burn, yang diisi dengan narasi oleh Kurt Russels.


Sewaktu filmnya baru pertama kali tayang, mainnya di jam midnight yaitu jam 11 malam. Selanjutnya film mulai diputar di jam pertunjukan regular, tapi hanya 1 kali pertunjukan sehari, yakni pk.15.00, itu pun ruang bioskopnya sepiiii... hihiih. Tapi itu gak masalah buat saya, saya emang sukanya nonton film yang anti mainstream. Makin dikit yang nonton, makin asyik 😜


Saya dan Alifah yang sama-sama suka film berlatar sejarah

Baca juga : Review Film BOHEMIAN RHAPSODY


Berkisah tentang Rick Dalton (DiCaprio), bintang serial tv film koboy dengan pemeran penggantinya Cliff Booth (Pitt), yang galau karena film koboinya udah berakhir masa tayangnya. Dalton pun mulai mencari kemungkinan untuk bermain di film lainnya, bahkan berniat untuk pansos alias panjat sosial ketika tau kalo sutradara yang sedang naik daun saat itu, Roman Polanski dan istrinya, Sharon Tate tinggal di sebelah rumahnya. Film ini memang berfokus pada 3 orang, yaitu Dalton, Booth dan Tate yang diperankan oleh Margot Robbie.

Sejak awal hingga pertengahan, film ini mengupas kehidupan Dalton dan Booth. Masing-masing punya konflik pribadi. Dalton dengan dunia film yang dicintainya, bahkan bisa dibilang ia sangat terobsesi dengan karirnya dan Booth dengan aktivitasnya dalam kesendirian dan bayang-bayang rumor bahwa dia telah membunuh istrinya sendiri. HipBahkan ada adegan perkelahian di luar setting film antara Cliff Booth dan Bruce Lee yang menyebabkan Booth dipecat. 


Salah satu adegan dalam film Once Upon A Time In Hollywood

Dari cerita Rick Dalton dan Cliff Booth ada kisah persahabatan sejati, dimana sosok Booth rela melakukan apa aja untuk kenyamanan Dalton. Sebaliknya Dalton tidak pernah menganggap rendah Booth yang "hanya" seorang stunt double nya.


Sharon Tate dalam film ini ibarat benang merahnya. Pengikat keseluruhan film, yang merupakan tokoh nyata tapi dengan ending yang berbeda. Dalam kisah nyata, Tate dibantai oleh kaum Hippie dengan sekte pemujaan, yang disebut sebagai Keluarga Manson dibawah pimpinan Charles Manson. Namun dalam film ini diceritakan para Keluarga Manson yang datang untuk membantai di rumah Polanski malah nyasar di rumah Dalton dan akhirnya terbunuh oleh Cliff, anjingnya dan Dalton. Cerita ini seperti menyiratkan "maunya" Tarantino jika Sharon Tate tetap hidup.



Foto asli Sharon Tate & Roman Polanski
*pic courtesy oxygen.com

Baca juga : Review Film AVE MARYAM


Film ini juga menghadirkan bintang-bintang tenar lainnya, diantaranya Kurt Russel, Dakota Fanning, Al Pacino, hingga mendiang Luke Perry! So, walopun film ini terkesan datar tapi pesona artis-artis besar Hollywood berhasil memikat saya untuk terus nonton sampai akhir. 


Selain itu, sinematografi yang apik dan semua properti vintage retro a la tahun '60 an benar-benar memanjakan mata saya. Gak ketinggalan pula salah satu soundtrack filmnya "Out of Time" dari The Rolling Stones bikin saya ikut nyanyi-nyanyi senang, haha.. 😄

Eits, jangan sampe kamu penasaran sama filmnya deh! So, mending nonton trailernya aja dulu...







4 komentar on "Bernostalgia di Hollywood Lewat Film ONCE UPON A TIME IN HOLLYWOOD"
  1. Astaga pas baca di awal auto melek liat Leonardo Dicaprio sama Brad Pitt yang masih ganteng aja huehehe. Aku jadi penasaran sama filmnya. Penasaran sama hollywood tahun 60 an kayak gimana. Dan setting retro vintage 60 an nya pasti bikin betah liatnya ehehe

    BalasHapus
  2. Brad pitt dan Leonardo makin ganteng kali ya pake outfit tahun 60an hehehehe. Btw, foto asli Sharon Tate cantik yak

    BalasHapus
  3. Wah filmnya bertabur bintang-bintang Hollywood papan atas, apalagi ada babang Leonardo Dicaprio dan akang Brad Pitt. Aku udah lama banget nggak nonton film, abis baca ulasan ini jadi penasaran deh dan langsung kepoin Shaton Tate.

    BalasHapus
  4. wahhhh, kayaknya harus nonton ni!
    makasih ulsannya mbak!
    *jangan lupa mampir ya AORLIN(.)com

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.