Penguatan Jejaring Tentang Pemenuhan Hak Anak

Rabu, Juli 24, 2019

Assalamu alaikum,

Gimana kabarnya nih seluruh orang tua hebat, khususnya di Indonesia? 
Kemarin, tanggal 23 Juli 2019 kita memperingati Hari Anak Nasional. Sebuah peringatan yang dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa terhadap pelindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Demikian menurut Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan anak Indoneisa (KPPAI).

Berbagai kegiatan diadakan oleh KKPAI dalam memperingatinya, salah satunya adalah seminar bertajuk "Penguatan Jejaring Tentang Pemenuhan Hak Anak" yang diselenggarakan pada tanggal 22 Juli 2019 lalu, bertempat di Hotel Swisbell, dengan mengundang blogger, vlogger dan beberapa rekan media lainnya. Dalam acara ini menghadirkan 3 oang pembicara, yaitu Bapak Drs. Fatahillah, MSi (Asisten Deputi Partispasi Media Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Trimartono Muliawan (Praktisi Media Sosial) dan Budhi Hermanto (Ketua Masayarakat Peduli Media). Secara garis besar, ketiga narasumber berbicara tentang media sosial yang marak digunakan hampir setiap orang sekarang ini, dengan benang merah yaitu konten yang positif dan ramah anak.
Ki-ka : Budhi Hermanto, Drs. Fatahillah, trimartono Muliawan

Perlindungan Anak

Di sesi pertama, Bapak Drs. Fatahillah, M.Si. (Asisten Deputi Partispasi Media Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) membahas tentang Perlindungan Anak dan Komitmen Negara Dalam Melindungi Anak.

Dijabarkan pengertian Perlindungan Anak adalah :

Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Hal ini sesuai dengan Pasal 28 B ayat 2 UUD 45 yang berbunyi :
Setiap anak mempunyai : 
- Hak tumbuh dan berkembang (rights to development)
- Hak konsitusinal atas kelangsungan hidup (rights to life and survive)
- Hak perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (rights to protection)

Jadi, kewajiban negara terhadap anak adalah :
😊 Memenuhi haknya
😊 Melindunginya
😊 Menghormati pandangannya.

Baca juga : Restu Ortu

Drs. Fatahillah di depan peserta

Anak adalah investasi. Jika di masa kecilnya anak sering mendapat kekerasan, bisa jadi di masa dewasanya dia akan jadi pelaku kekerasan. Begitu juga dengan apa yang selalu dilihat atau dikonsumsi oleh penglihatannya, untuk itu perlu ada pemberitaan yang ramah anak. Untuk itu masayarakat, khususnya penggiat media sosail dan konvensional, juga harus berperan dalam menyebarkan infomasi atau membuat konten yang layak anak.

Kriteria informasi layak anak :
1. Informasi yang bebas pelanggaran hak anak dan tidak mengandung unsur kekerasan, ancaman, pornografi dan perjudian yang mudah ditiru anak.
2. Informasi yang tidak mengandung unsur antisosail, provokatif, dan mistik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
3. Informasi yang dapat meningkatkan kemampuan anak untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
4. Informasi yang dapat mengembangkan kreatifitas dan potesi sesuai dengan tingkat usia dan kematangan anak.
5. Informasi yang mengandung nila-nilai budaya, budi pekerti dan kearifan lokal.
6. Informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh anak sesuai dengan tingat usia dan kematangannya.
7. Informasi yang akurat berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.
8. Informasi yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana, sopan, santun dan beretika.

Selain itu penting diingat bahwa kualitas keluarga adalah penopang perlindungan anak.

Saya saat mendengarkan presentasi

Pengelolaan Konten di Media Sosial

Kalo kamu pengguna Twitter yang aktif mencari berita seputar kejadian terkini, baik di kotamu sendiri, maupun untuk skala nasional, mungkin kamu adalah salah satu followernya @JogjaUpdate. Akun infomasi terkini ini memiliki kurang lebih 800.000 follower di Twitter dan jadi sumber berita terpercaya bagi masyarakat Jogja.

Bapak Trimartono Muliawan atau yang biasa disapa Dhee Senggol atau Pakde Senggol adalah orang di balik akun tersebut. Gak cuman mengelolah akun @JogjaUpdate, beliau juga aktif berinteraksi lewat akun @senggOL dan 98 akun Twitter lainnya. Wow! Hal ini dilakukan Pakde Senggol dengan strategi tertentu sehingga semua akun tersebut bisa aktif dan saling mendukung satu sama lain.

Sebelum lanjut lebih jauh, kita perlu tau dulu, apa itu media sosial?

Media Sosial adalah bentuk komunikasi elektronik (seperti web untuk jejaring sosial dan microblogging) dimana pengguna membangun komunitas online untuk berbagi informasi, ide, pesan personal dan konten lainnya.
(Merriam - Webster 2013)

Baca juga : Eksis Berkualitas

Pakde Senggol saat presentasi

Jadi gunanya media sosial adalah untuk berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, saling berbagi, dan membangun jaringan. Namun setiap media sosial punya karakter tersendiri. Untuk itu sebagai pengguna, kita harus paham hal ini, terutama jika kita merupakan admin dari salah satu akun resmi.

Fungsi dari admin media sosial informasi adalah harus tahu segala hal dan bagaimana ia mampu mengontrol dalam update berita. Hal ini sesuai dengan 3 hal penting dalam komunikasi, yakni :

1. Pengetahuan
2. Sikap/Prinsip
3. Perilaku

Pakde Senggol juga memberikan tips bagaimana menjawab komplain atau melakukan klarifikasi di media sosial adalah cukup dengan "3 kali jawab". Jadi segala hal yang ingin kita jelaskan harus padat dalam 3 kali jawab itu, agar masalah tidak melebar dan berkepanjangan.

Yang perlu diingat adalah : Jempolmu Harimaumu. Dia bisa jadi sesuatu yang menguntungkan tapi dalam sedetik bisa menghancurkan. Semuanya tergantung jarimu dalam mengetik sesuatu.

Strategi Media Sosial dan Perlindungan Anak di Internet

"Jadilah Influencer. Bukan sekedar Buzzer." demikian kata Bapak Budhi Hermanto (Ketua Masayarakat Peduli Media, yang juga seorang dosen).

Budhi Hermanto

Dalam dunia penjualan, ada 3 cara yaitu : selling, marketing dan branding. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

👉 Selling sifatnya jangka pendek, hanya menjual. Sama seperti cara kerja buzzer.
👉Marketing intinya adalah mengubah sesuai yang cold menjadi warm. Membuat sesuatu yang biasa saja menjadi hangat dibicarakan. Marketing bisa bertahan lama tapi tidak selamanya.
👉 Branding itu sifatnya selamanya, karena branding membangun sikap, loyalitas dan emosional. Yang bekerja membangun branding adalah influencer.

Baca juga : Creators Gathering bersama IDN Creator Network

Suasana presentasi Mas Budhi. Serius tapi santai

Selain itu, Mas Budhi menekankan bahwa jumlah follower bukanlah segalanya. Melainkan konten yang baik adalah yang positif. Selain itu harus pula diperhatikan kualitas dari postingan kita dan juga kita harus memiliki strategi, terutama untuk waktu memposting.

Lantas, bagaimana internet untuk anak?
Dari presentasi Mas Budhi, 78% anak bergabung dalam media sosial sebelum mencapai batas usia minimum yang diperbolehkan. Maka anak rentan terpapar konten berbahaya  dan di luar sepengetahuan orang tua.

Yang penting untuk dijaga adalah ajari anak dan keluarga untuk melindungi privasi dengan tidak mengumbar informasi pribadi dan berbagi foto dengan orang yang tidak dikenal.

Sesi presentasi dari Mas Budhi ditutup dengan pesan :

Bijak dalam berinternet dan bermedia sosial. Sampaikan hal baik. BUKAN SEBALIKNYA! 

Saya bersama manteman blogger dan media
*pic by @abby_onety



24 komentar on "Penguatan Jejaring Tentang Pemenuhan Hak Anak"
  1. seringnya lupa ketika bersosial media itu ya sama dengan berinteraksi dengan orang lain. Perlu banget ih Kak info bijak bersosial media seperti ini karena kalo bukan kita yang mengawali, siapa lagi. belakangan sosial media terasa lebih panas dan gak bikin nyaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yah... Sekarang ini banyak yang saling menghujat di sosial media untuk sesuatu yang sebenarnya gak ada hubungannya sama mereka.

      Hapus
  2. aku setuju nih, kemarin di kulwap barusan bahas tentang inner child jadi bagaimana didikan anak sewaktu kecil akan membentuk kepribadian dia waktu besar. Makanya sebisa mungkin hindari kekerasan pada anak deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan kekerasan itu bukan hanya dalam bentuk fisik lho ya, tapi juga verbal.

      Hapus
  3. Pas sampai di bagian ini:

    "... Dalam dunia penjualan, ada 3 cara yaitu : selling, marketing dan branding. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

    �� Selling sifatnya jangka pendek, hanya menjual. Sama seperti cara kerja buzzer.

    ��Marketing intinya adalah mengubah sesuai yang cold menjadi warm. Membuat sesuatu yang biasa saja menjadi hangat dibicarakan. Marketing bisa bertahan lama tapi tidak selamanya.

    �� Branding itu sifatnya selamanya, karena branding membangun sikap, loyalitas dan emosional. Yang bekerja membangun branding adalah influencer.

    ... aku bacanya pelan-pelan, seperti mau menghafalkan^^

    Berdaging banget nih materinya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah di bagian itu juga favoritku Kak. Ilmunya bermanfaat banget ya.

      Hapus
  4. "Konten yang positif.."
    tidak menjurus apalagi menggiring, setuju banget nih sama kata kata ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya semua yang disampaikan benar banget ya dan bisa kita terapkan.

      Hapus
  5. Anak adalah investasi. Iya aku setuju banget mbak. Seneng bgt dapet info dari artikel mba ery ini mengenai kriteria informasi layak anak. Makain tahu jadinya. Thanks mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sharing is caring Alhamdulillah kalau artikel ini bermanfaat buat yang baca

      Hapus
  6. Jadi makin semangat...
    Kemarin-kemarin pada heboh masalah cari follower dengan loop.
    Karena aku ngerasa gak terlalu penting, jadi biarlah follower mah dari orang-orang yang aku kenal aja...

    Yang pentinf, konten nya positif dan bermanfaat.
    Gitu yaa, kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes Mbak content is the king, not the followers

      Hapus
  7. Aku suka sekali dengan kalimat ini mba "menekankan bahwa jumlah follower bukanlah segalanya Melainkan konten yang baik adalah yang positif" banyak yang lom peduli dgn hal ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, banyak yang lebih peduli sama jumlah follower dan likenya.

      Hapus
  8. Jadilah Influencer. Bukan sekedar Buzzer - siaaap! Kata-katanya memotivasi banget yah supaya apa yang kita share harus selalu positif dan bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, karena dengan jadi influencer kita sadar kalo apa yang kita posting akan meng-influent atau mempengaruhi orang.
      Kalo buzzer berarti hanya sekedar jualan.

      Hapus
  9. Bagus banget acaranya ini, penting buat keluarga juga cek hak2 anak. Terus edukasi mengenai akses internetnya menarik. karena masih byk akses internet anak tidak terkontrol ortu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, anak buka medsos atau browsing internet tanpa pendampingan itu bahaya banget.

      Hapus
  10. Orangtua sebagai role model, apa yang ditanam itu yang akan ditunai.. ingin anak jauh dari hal hal negatif, maka peran orantua penting untuk bijak dan menyaring segala informasi ditengah derasnya kemajuan teknologi ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak.
      Selama mereka masih dalam usia "kanak-kanak" orang tua berperan penting mengajarkan dan mengawasi apapun yang dilakukan.

      Hapus
  11. Di Bandung banyak taman yg bisa dikunjungi oleh anak2 dan keluarga. Jd salah satu taman itu ada air mancur kecilnya dan genangan air untuk mereka main2. Melihat interaksi antara anak dgn sesama jg dgn anak lainnya itu rasanya seneng deh. Semoga dikota lain jg banyak tmpt2 spt itu jd anak ttp bermain sesuai usia dan tdk stuck dgn hp saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuu.. Di Makassar udah dikit banget ruang publik kayak gitu mbak. Makanya anak lebih sering dan nyaman dibawa main ke mal.

      Hapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.