Bagaimana Menulis Konten Perjalanan?

Selasa, Juli 30, 2019

Banyak orang yang melakukan perjalanan, tetapi tidak banyak yang mau menuliskan kisah perjalanannya.

Demikian quote kak Abby membuka sesi Tudang Sipulung Blogger Anging Mammiri pada hari Minggu tanggal 28 Juli 2019 lalu. Tudang Sipulung kali ini diisi dengan sharing ilmu bertema Menuliskan Konten Perjalanan oleh Kak Adda alias Asdar Azis dan Kak Abby Onety. Keduanya adalah blogger yang juga bisa disebut sebagai traveler sejati karena memang sering bepergian ke mana saja, dengan cara mereka masing-masing. Kak Adda senangnya bertualang menjelajah daerah dengan bersepeda dan Kak Abby seringnya bepergian sebagai solo traveler. So, sebagai penyuka traveling, TuSip kali ini wajib untuk saya hadiri.

Acara siang hari itu diadakan di warung Pisang Goreng Nugget Hasanuddin, jadi sambil belajar, kita juga menikmati lezatnya pisang goreng nugget aneka rasa plus es kopi susu yang menyegarkan. Peserta TuSip kali ini lumayan banyak, diantaranya ada beberapa wajah baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Untung aja acara dibuka dengan perkenalan, jadinya saya bisa tau sekilas latar belakang dari mereka-mereka yang hadir. Mungkin gak semua doyan traveling, tapi saya yakin semua pengen bisa menulis. Sama seperti saya.


Saya dan Kak Abby menikmati pisang goreng nugget dan kopi sebelum acara dimulai

Menulis Artikel Perjalanan
Oleh Kak Abby Onety

Apa sih travel writing itu? Sesuai penuturan Kak Abby, travel writing atau tulisan perjalanan itu adalah penulisan yang berfokus pada tempat atau daerah dengan gaya penulisan yang ringan sampai serius. Jadi, menulis perjalanan itu bisa dalam berbagi tipe atau tergantung sudut pandang sang penulis, yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai objek wisata, tips dan saran.

Pada saat melakukan perjalanan yang akan dituangkan dalam tulisan, yang harus dilakukan adalah :
🌏 Menikmati setiap proses dan momen perjalanan
🌏 Observasi
🌏 Perhatikan semua yang terjadi
🌏 Catat segala yang dialami
🌏 Rasakan yang ditemui, dilihat, didengar, dicicipi dan disentuh.
🌏 Nonton TV dan dengar radio lokal
Tips yang satu ini bermanfaat banget menurutku. soalnya, kalo melakukan traveling, saya jarang banget nonton TV lokal. Padahal penting untuk tahu kejadian terkini di kota atau negara yang kita kunjungi
🌏 Bertanya atau wawancarai penduduk lokal.

Baca juga : 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berlibur

Kak Abby saat memberikan materi

Untuk itu jangan lupa untuk melakukan persiapan sebelum traveling, seperti riset, menyusun itinerary, hingga persiapan alat tulis, kamera dan semacamnya. Hal ini supaya kita tidak lupa mencatat atau langsung menulis dan memotret apa yang kita lihat.

Namun, Kak Abby juga mengingatkan bahwa dalam menulis cerita perjalanan itu kita harus memberikan gambaran yang jujur dan bertanggung jawab terhadap daerah dan masyarakat yang dikunjungi. Jangan lakukan hal-hal seperti menulis artikel negatif tentang obyek wisata, kalo pun ditulis mesti diperhatikan bahasanya agakr diperhalus. Jangan pula menulis isu SARA dari daerah yang kita datangi atau pun menyerempet urusan politik daerah yang bersangkutan.

Salah satu presentasi Kak Abby

Catatan Dari Atas Sadel
Oleh Kak Asdar Azis (Kak Adda)

Kak Adda adalah seorang blogger yang juga "passapeda" hihi... Passapeda itu adalah Bahasa Makassar yang artinya kurang lebih "orang yang senang bersepeda". Karena itulah yang sering dilakukan oleh Kak Adda, dan dari perjalanannya mengayuh sepeda itulah banyak cerita yang tertuang di blognya, yang tentu saja gak semua orang bisa merasakannya.

Kak Adda membuka presentasinya dengan pertanyaan "Kenapa menuliskan kisah perjalanan?". Ada banyak alasan, diantaranya adalah biar orang lain ke sana, kabar kepada keluarga dan teman, dan ada juga yang menuliskannya sebagai jurnal kehidupan.

Baca juga : Kenangan di MACAU

Kak Adda di depan peserta

Jadi, bagaimana memulai tulisan perjalanan? Tergantung dari penulis, mau menyampaikan apa serta kesan apa yang diinginkan ketika pembaca selesai membacanya. Tapi sebaiknya awali tulisan dengan indah untuk mendapat perhatian pembaca. Buat awalan yang mengikat rasa penasaran pembaca untuk terus membaca hingga akhir. JIka perlu, buat sedramatis mungkin, tapi tetap sesuatu yang asli, bukan yang dibuat-buat.

Kak Adda punya 3 mantera dalam menulis, yang merupakan representasi dirinya, yaitu :

1. Orang biasa
2. Senang bertualang
3. Suka bersepeda

Hal ini penting dalam pengambilan sudut pandang cerita, karena karakter yang kuat akan memperkaya cerita.

Salah satu presentasi Kak Adda

Baca juga : 5 Negara yang Pengen Banget Saya Kunjungi

Dari 2 narasumber pada TuSip tersebut, ada hal yang sama yang diangkat yakni :
✔️ Jangan lupa pakem pemulisan 5 W 1 H.
✔️ Originalitas atau keaslian cerita.
✔️ Dalam setiap momen perjalanan pasti ada hal detail atau menarik yang bisa jadi pengikat cerita.

Selanjutnya, sebagai penutup, tutuplah tulisan dengan manis, baik itu dengan kesimpulan, maupun sesuatu yang menggantung sehingga menbuat pembaca jadi penasaran dan ingin melakukan perjalanan seperti yang kita ceritakan dalam tulisan.

So, banyak banget ilmu baru yang saya dapatkan dari mengikuti TuSip ini. Insya Allah akan saya terapkan dalam tulisan perjalanan saya selanjutnya.

Thanx Kak Abby dan Kak Adda! 🙏💕

Narasumber dan peserta Tudang Sipulung



18 komentar on "Bagaimana Menulis Konten Perjalanan?"
  1. Wow... terima kasih Mami Ery... semoga bermanfaat

    BalasHapus
  2. sama banget, aku juga kalau traveling ga kepikiran baca koran atau nonton tv lokal. Kupikir ngapain gak ad hubungannya sama kita tapi setelah direnungkan penting juga ya kita jadi tau kondisi terkini tempatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samma! Hihi...
      Tapi kalo dipikir, emang penting banget untuk tau update kejadian di daerah yang kita datangin.

      Hapus
  3. Aku juga pernah dapat materi serupa, hampir sama kiatnya.

    Ada satu kiat yang agak unik yaitu, menulislah seperti sedang bercakap-cakap, biar menarik.

    ... dan sebelum klik publiah, bacalah sekali lagi dan rasakan apakah tulisan enak dibaca?

    Jika belum, pasti orang lain juga merasakan hal yang sama.
    Itulah ukurannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap Kak ilmunya �� memang kita harus terus belajar ya biar tulisan makin Oke dibaca

      Hapus
  4. Wah serunya. Mau ikut dooong buat acara berikutnyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu sih nggak pernah hadir kalau ada pertemuan. Di grup juga enggak pernah aktif...

      Hapus
  5. Nah ini, sudah diresume, tinggal dipraktekkan. Trims udah berbagi kak

    BalasHapus
  6. Waaah mantap sekali ilmunya.
    Hal paling penting memang menuliskan perjalanan dengan cara yang jujur, apa adanya. Dan, perlu digarisbawahi juga pentingnya cari gaya baru yang berbeda. Soalnya, sekarang makin banyak mi orang yang menuliskan perjalanan. Jadi harus tampil beda biar menonjol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Daeng.
      Gaya penulisan yang beda tapi tetap orisinil sesuai style penulisan kita sendiri.

      Hapus
  7. Deh baru baca quote pertama, tersinggung maki wkwkwkwkwk banyaknya mi perjalanan yang nda dituliskan. Kadang mau tulis tapi kupikir ih lamami, mungkin sudah banyak update terbaru di destinasi itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhaha.. Iya. Kak Abby tau banget ya, kalo banyak yang gak nulis perjalanannya.
      Makanya dia kasi tipsnya biar perjalanan kita bisa langsung tertuang dalam blog.

      Hapus
  8. buatku yg cinta banget ama jalan2, penting ini dicatet.. jd next nya aku bisa bikin tulisan ttg perjalanan dengan lebih detil :D.. selama ini tiap traveling sebenrnya aku slalu bawa notes dan alat tulis mba... selalu aku catet poin2 dlm perjalanan, tapi kadaaaaang, ada yg skip.. nah lupa deh jadinya pas udh balik ke rumah :D... emg hrs telaten sih beginian... kalo jalannya ama suami enak tuh, krn dia suka ingetin apa2 yg aku lupa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih, suaminya perhatian banget mbak :)

      Kalo saya biasanya pas terlupa yang mau ditulis, tinggal buka foto-foto aja, jadinya keingat deh tuh momen-momen selama traveling.

      Hapus
  9. Thanks for sharing, semangat teruss..

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.