Dirukiah Saat Buka Puasa? Siapa Takut!

Sabtu, Mei 25, 2019

Assalamu alaikum,
Salah satu kegiatan yang turut meramaikan hikmadnya bulan suci Ramadhan adalah acara buka puasa bareng teman, kerabat atau pun keluarga. Biasa disebut juga BukBer alias buka bareng.

Namun, gak jarang rencana bukber akhirnya hanya sekedar jadi wacana aja. Udah jauh-jauh hari janjian, tentuin tempat, pas mendekati hari H eh malah banyak yang bilang gak bisa hadir. Ada juga yang baru janjian tapi udah pada bingung tentuin tanggal dan tempatnya, akhirnya rencana menguap begitu saja, hehe... 😅

Baca juga : Ketika Kenyataan Tak Seindah Harapan

BukBer + Pelatihan Ruqyah

Tapi, beda donk dengan saya dan manteman para penggiat media sosial di Makassar. Kami yang tergabung dalam sebuah grup Whatsapp memang sudah mantap untuk buka puasa bareng untuk mendekatkan tali silaturahim yang selama ini sudah terjalin di dunia maya. Lalu salah seorang teman usulin, "Gimana kalo bukber kita diisi dengan ceramah agama? Pasti lebih mantap tuh" dan Alhamdulillahnya lagi karena A. Unga, salah satu member grup yang udah lama mempelajari rukiah langsung mengajukan diri untuk mengisi dengan pelatihan singkat Ruqyah Syar'iyyah.

Singkat cerita, waktu pun ditentukan dan kami memilih untuk ngadain di hotel, dengan pertimbangan ruangan lebih privat, suasana lebih tenang dan terutama karena pelayanan akan lebih ok. Hotel Ibis Makassar City Center Jl. Maipa Makassar yang akhirnya jadi pilihan kami.

Seolah-olah saya ini ustadzah, haha...  😂
*pic by Abby Onety

Tibalah hari H, yakni tanggal 23 Mei 2019, jam 4 sore, satu persatu dari kami berdatangan. Jam 5 teng, A. Unga pun memulai materi pelatihan rukiah dalam suasana yang santai tapi serius. Bahkan diawali dengan curhatnya kenapa Ia sampai mendalami ilmu rukiah. Dikatakan bahwa sebelumnya Ia sering sakit-sakitan, yang kalo dihitung bisa sampai 7 kali dirawat di Rumah Sakit dalam setahun akibat bermacam penyakit yang timbul silih berganti. Tapi setelah Ia dirukiah dan sering melakukan rukiah mandiri, Alhamdulillah penyakitnya pun hilang. 😮

Rukiah adalah do'a yang dijaharkan (diludahkan sedikit) dan dihembuskan menurut syariah. Tujuannya adalah untuk pengobatan atau pembersihan diri. Dalam daIil Al Qur'an, tentang pengobatan tertuang dalam :
✅ Surah Al Baqarah ayat 10
✅ Surah Al Isyraa ayat 82
✅ As Syuraa ayat 80.

Adapun penyakit kalbu tidak ada obatnya secara nyata, adanya hanya di langit, dan itu berarti kita harus memperbaiki aqidah.

A. Unga (pegang mic)

Baca juga : Saatnya Engkau Kembali

Jenis Gangguan dan Cirinya

Ada 3 jenis gangguan gaib, yaitu :

1. Jin
Jin merasuki tubuh manusia, yang merupakan sebab kekuasaan setan. Ada juga yang disebabkan oleh manusia itu sendiri, seperti perbuatan suka mengkeramatkan benda-benda dan sebagainya, termasuk menyimpan jimat. Padahal jimat dapat berpengaruh buruk pada mental manusia, yakni :
1. Rumah tangga selalu ribut, tidak harmonis
2. Ada anggota keluarga yang idiot, indigo, gila dan stres
3. Akal sehat terganggu, tidak bisa membedakan baik dan buruk
4. Sulit mendapat jodoh karena dicintai oleh jin
5. Rejeki seret, emosi tidak stabil
6. Berat untuk ibadah
7. Resah, was-was, susah tidur
8. Badan tremor, stroke
9. Bangun selalu kesiangan, susah untuk bangun Subuh
10. Impoten
11. Ketakutan dan kesedihan yang ada dalam kesulitan
12. Susah saat sakratul maut

2. Sihir
Sihir adalah sesuatu yang dikirimkan oleh orang lain melalui berbagai cara. Ada lewat media binatang, yaitu :
1.Tikus
2. Ular
3. Lipan
4. Burung Gagak
5. Cicak
6. Kalajengking
7. Insecta
Maka waspadai hewan-hewan tersebut.

3. Ain 
Penyakit ini bersumber dari pandangan mata yang disertai rasa takjub berlebihan atau iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Ciri-ciri orang yang mendapat gangguan tersebut di atas adalah :
1. Gangguan emosi
2. Gangguan pada ibadah
3. Halusinasi, penampakan syaitan, jin
4. Mendapat bisikan, depresi, linglung, gila
5. Indigo, psikopat, traumatic, LGBT
6. Jomblo menahun, galau akut, cerai

Untuk menghilangkan ketiga gangguan ini, obatnya hanyalah dengan dirukiah

Baca juga : Pelebur Dosa

Alhamdulillah, buka puasa
Sesi tanya jawab

Setelah menunaikan buka puasa dan sholat Maghrib, diadakan sesi tanya jawab, saya pun bertanya tentang anak yang kurang mau mendengar orang tuanya, apakah itu juga termasuk gangguan jin? A. Unga menjawab bahwa anak yang tidak penurut bisa jadi adalah karena kesalahan orang tua. Untuk itu orang tua harus intens berkomunikasi dengan anak. Adapun untuk rukiah, sebaiknya orang tua yang dirukiah karena masih berada dalam 1 mashab. Selain itu, berdoa kepada Allah "Ya Allah, saya ridho anakku seperti itu". Doa ini adalah bentuk keikhlasan kita atas ketetapan Allah. Karena ketika kita ridho, maka ikhlas akan mengikuti, dan ketika ridho dan iklhas bertemu maka anak Insya Allah akan jadi baik.

Di akhir pertemuan, diadakan sesi rukiah, yakni kami dirukiah dengan mendengarkan ayat-ayat rukiah dan rukiah mandiri. Kami yang sebelumnya sudah membawa air minum dalam botol masing-masing, merukiah air tersebut. Doanya tergantung kita masing-masing inginnya apa.

Awalnya beberapa teman udah langsung ketakutan waktu disampaikan akan dirukiah. Takut ada yang bereaksi, seperti teriak-teriak, nangis, dan sebagainya, hihii.. 😆 tapi dijelasin Dian, teman A. Unga yang akan melakukan rukiah, bahwa yang bereaksi pada saat dirukiah adalah mereka yang sudah terkena gangguan akut.

Peserta bukber + pelatihan ruqyah
*pic by Abby Onety

Senang sekali saya ikut dalam acara buka puasa yang "berisi" seperti ini, karena tidak sekedar buka puasa bareng tapi ada ilmu yang didapat dari pertemuan ini. Bermanfaat banget. Insya Allah semoga selanjutnya saya bisa konsisten melakukan rukiah mandiri. Aamiiin.

Oya, video dari bukber + rukiah ini udah tayang lho di channel Youtube saya. Cekidooottt.... 





27 komentar on "Dirukiah Saat Buka Puasa? Siapa Takut!"
  1. Wah ini berarti bisa juga ya rukyah untuk orang yang iri dengki, hatinya penuh dengan perasaan negatif, tidak percaya sama orang, selalu menganggap orang lain salah.

    Boleh kayaknya ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Daeng. Ciri2 sifat yang Daeng sebut itu namanya penyakit Hazad.

      Hapus
  2. Saya pernah ikut pelatihan rukyahnya ustad Nai diajak sama Unga juga, pas dibacakan ayat2 rukyah berpengaruh sama diriku. Seharusnya ikutka lagi tapi mendadak takut ka hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuiiih... Bereaksi seperti apa tuh Nan?
      Mestinya dilanjut lagi rukiahnya biar Nanie benar2 bersih dari segala gangguan.

      Hapus
  3. Tadinya saya kira orang yang perlu dirukiah itu hanya yang terkena gangguan jin tapi ternyata kalau kondisinya seperti sering telat shalat shubuh atau sampai jomblo menahun gitu, perlu dirukiah juga ya kak. Maa syaa Allaah ternyata banyak banget manfaat dari pengobatan ala Rasulullaah ini ya kak

    So, seru banget nih bukbernya sambil rukiah gitu. Silaturahminya dapet, dapet ilmu tentang rukiah juga. Btw thank sharingnya ya Kak, saya udah nonton videonya juga, lumayan dengan baca postingan ini dan nonton videonya jadi dapat percikan ilmunya juga walau gak ikut bukber saat itu, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ternyata tulisan dan videoku bermanfaat juga yaa, hehee...

      Nah, sering telat sholat Subuh dan jomblo menahun itu tmsk ciri dari 3 gangguan di atas.
      Sebaiknya orang memang harus dirukiah, ada atau tidak ada gangguan, untuk menghindari atau sebagai benteng diri, say.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  4. MashaAllah~
    Aku barusan dalam hati bilang..kalau males melulu itu bisa jadi butuh di rukyah yaa...?

    Rasanya akhir-akhir ini kok leleus gituu, kak...
    Dan memang di rumahku, banyak cicak.
    Jadi rada serem yaa...

    Baiknya kalau bertemu dengan hewan-hewan tersebut, diapain..kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Cicak, ada sunnah Rasul untuk menjepret pake karet.
      Tapi kalo mau lebih tenang, sebaiknya lakukan rukiah untuk rumahnya mbak.
      Bisa panggil ahli perukiah atau lakukan rukiah mandiri dengan cara air yang udah dibacakan dengan surah-surah dan ayat-ayat untuk rukiah, lalu semprotkan di sudut-sudut rumah, setelah itu adzankan rumahnya mbak.
      Itu sih yang saya dapat dari hasil belajar kemarin :)

      Hapus
  5. Masya Allah terima kasih Kak Ery sudah bikin kegiatan ini bisa terselenggara, sudah direpotkan mengurus kami kami hehehe. Senang sekali ikut kegiatan seperti ini, nambah ilmu banget dan bikin silaturahmi erat teruuus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak repot samsek koq.
      Mala senang krn banyak yang antusias.

      Hapus
  6. Wah saya baru tahu mbak tentang Rukiah, semoga bermanfaat untuk setiap peserta ya. Apalagi di bulan Ramadhan gini bagus banget ya buat terselenggaranya acara ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, jadinya buka puasa kami lebih bermanfaat karena dapat ilmu.

      Hapus
  7. Masya Allah, kerennya kalian.
    Kerennya. Semoga ada batch berikutnya dan saya bisa ikut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kak.
      Btw kemarin itu kenapa kak Niar gak ikut?

      Hapus
  8. Selama ini saya mengetahui rukiayah hanya untuk gangguan makhluk halus, rupanya penyakit hati bisa juga ya kak. Seru sepertinya mengikuti grupnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyakit hati itu juga bisa jadi karena gangguan jin lho.

      Hapus
  9. Terima kasih kak Ery untuk buka puasanya, kalo ndak adaki ndak jadi ini buka puasa, jatohnya wacana never end hihi... Ohiya kak, satu garis keturunan namanya nasab kak, semoga buka puasanya bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astaga.. Salah ka itu, haha. Sotta dudu' bela =))
      Makasih sudah dikoreksi, sayang.

      Btw kenapa saya perjuangkan utk bukber ini harus terlaksana? Karena ilmu yang Unga share bermanfaat banget.
      Makasih yaa :*

      Hapus
  10. Ya ampuuuun terimakasih kak Er sudah mau sharing ilmu dari gathering kemarin. Meski nda hadirka karena berhalangan, seenggaknya dapatka ilmu baru dari baca postinganta ini. Langsungka dumba-dumba takut kalo kenaka gangguan jin kak. Huhu. Kutunggu saja part 2 nya deh, semoga ada. Mau sekalika ikut. :(

    BalasHapus
  11. Mantap nih, tapi klo gangguannya masih ringan sebaiknya rukiah sendiri terlebih dahulu, tapi klo sudah mengganggu kehidupan sehari-hari terkhsus saat beribadah, minta bantuan yang ahli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget.
      Malah rukiah mandiri harus konsisten kita lakukan sendiri.

      Hapus
  12. Sepertinya ada jin yang mencintai saya jadi susah jodoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampyuun... Ini mi komen ter-epik di tulisan ini! Huahahha...

      Hapus
  13. rukiah di bulan ramadhan sprtinya menarik juga, oh iya kira2 rukiah dan hypnotheraphy punya kesamaan tdk yah dari segi metode, soalnya sama2 menggunakan cara suggesti verbal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku sih beda, karena rukiah sifatnya spiritual, mengandung unsur ibadah.

      Hapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.