5 Rumah Makan Yang Pernah Hits di Makassar

Rabu, Mei 01, 2019
Assalamu alaikum, manteman.

Kota Makassar saat ini berkembang sangat pesat. Banyak unit usaha bermunculan, termasuk juga usaha kuliner berupa cafe dan resto, baik itu berupa franchise atau pun yang berdiri sendiri.

Menjamurnya cafe dan resto ini punya sisi baik dan juga dampak buruk, baik bagi masyarakat maupun pelaku usahanya sendiri. Persaingan yang ketat antar cafe membuat para pengusaha putar otak biar cafenya selalu rame dikunjungi customer.

Namun sayang, gak semua mampu bertahan. Ada yang makin lama makin sepi, terbengkalai, hingga akhirnya tutup. Tapi ada juga yang terlihat rame-rame aja, eh gak taunya pas kita mau ke sana, ternyata udah gak beroperasional.

So, lewat tulisan ini saya merangkum 5 cafe yang pernah hits di Makassar dan pernah saya tuliskan dalam blog saya ini, namun sekarang udah tinggal nama.

Let's cekidot!



Black Canyon Coffee adalah brand cafe yang sangat terkenal dari Thailand.  Menu khas Thailand-nya emang juara! Seperti Pad Thai dan Iced Thai Tea.

Awalnya kehadirannya di Makassar berada di Mal Ratu Indah, lalu muncul outlet d Jl. Pattimura, menyusul di Jl. Hertasning, dan yang terakhir di Jl. Monginsidi, yang bisa terbilang masih baru beroperasional, tepatnya dibuka pada tanggal 30 Agustus 2017. Suasanya nyaman banget, bergaya khas seperti cafe-cafe di Bali. Awal cafe ini dibuka, saya sering banget "ngafe" di sana bareng manteman.

Namun, di awal bulan April 2019 saat saya melintas di Jl. Monginsidi, terlihat cafe itu udah tutup. Huhu.. Sayang banget deh 😣

2. Masakini Food & Drink



Cafe yang satu ini konsepnya keren. Interiornya cantik, berkesan vintage, bahkan ada ruangan khusus tempat penjualan pernak-pernik yang unik-unik. Menu yang disajikan adalah western food, yang buat segaian orang belum tuntuk dirasa cocok di lidah.

Terletak di Jl. Pengayoman, di cafe berlantai 2 ini ada juga area khusus untuk anak bermain. Makanya waktu Faizah berulang tahun yang ke-3, dirayainnya di Kedai Masakini ini.

Sayangnya cafenya udah tutup. Bahkan kabarnya furniture di dalam cafe dijual murah ke siapa aja yang mau beli.

3. Pappa Jack Cuisine


Pappa Jack Cuisine menghadirkan nuansa alam pada interiornya. Terlihat asri dan cantik karena mulai dari lantai keramiknya motif bunga, di sekeliling kursi juga ada bunga-bunga artifisial, di tambah lagi area luar resto yang memang menghadirkan suasana taman lengkap dengan kolamnya.

Saya beberapa kali datang ke resto ini dan kesemuanya untuk menghadiri arisan bareng manteman. Restonya memang gede dan cocok buat rame-rame, karena setelah makan biasanya kami lanjut ke area outdoor untuk berfoto di pinggir kolam. Menunya khas cina peranakan atau melayu, seperti Teh Tarik, Nasi Ayam Hainan, dan semacamnya.

Sekarang Pappa Jack Cuisine udah berganti jadi resto Jepang. Area luarnya sih tetap ada, yaitu taman dan kolamnya. Tapi area dalam Pappa Jack tentu saja udah berganti sesuai dengan konsep resto Jepang yang baru itu.

4. Nanny's Pavillon


Buat yang suka makan di resto ala western berkelas dan unik, tentu tau Nanny's Pavillon. Dengan konsep yang berbeda di setiap outletnya. Ada taman, perpustakaan, peternakan hingga toilet. Di Makassar sendiri, Nanny's Pavillon dibuka di Trans Studio Mall pada tahun 2016 dengan system franchise dan menghadirkan konsep taan atau garden.

Tapi sayangnya Nanny's Pavilllon di TSM hanya bertahan 3 tahun. Emang sih di Makassar kayak gitu, kebiasaan masyarakatnya kalo ada rumah makan yang baru buka pasti bakal rame, orang berbondong-bondong mendatangi tapi lama-kelamaan akan sepi.

5. Peeple Co-Working Space


Peeple Co-Working Space hadir di Makassar  sejak tahun 2016, ketika itu cafe dengan konsep co-working space belum ada sama sekali di Makassar. Sehingga cafe ini kesannya biasa aja, leboh banyak yang nongkrong dibanding yang emang benar-benar memanfaatkan working space-nya untuk bekerja. Dimana area outdoornya selalu rame, terutama di malam minggu.

Lalu pada tahun 2016, Peeple direnovasi, dengan menghilangkan area outdoor samping dan lebih terasa suasananya kalo cafe ini diperuntukkan sebagai tempat untuk bekerja atau meeting. Saya pun pernah adaian workshop EMaronie Organizer di Peeple ini.

Namun akhirnya Peeple pun ditutup. Sayang juga sih, karena gak banyak co-working space yang lokasinya di tengah kota seperti Peeple ini.

🍽🍽🍽🍽🍽

Well, sepertinya tahun 2019 ini adalah tahun yang berat buat para pengusaha, khususnya di dunia kuliner. Sepertinya faktor makin banyaknya rumah makan baru yang bermunculan,  terutama warung kopi, yang membuat pengunjung jadi terbagi sehingga beberapa resto gak kebagian pengunjung. Heheh.. Itu sih hanya analisa sederhana saya aja yaa 😁

Namun, biar gimana pun 5 cafe yang udah tutup di atas memang sempat hits di Makassar, khususnya di kalangan anak muda dan para eksekutif Kota Makassar.

Mungkin kamu juga punya kenangan khusus dari cafe-cafe tersebut di atas?





15 komentar on "5 Rumah Makan Yang Pernah Hits di Makassar"
  1. Dari 5 yang dibahas di atas, hanya 2 yang pernah saya datangi: Masakini dan Peeple.

    Sayang ya, padahal dua tempat itu menurutku lumayan nyaman buat tempat nongkrong. Lokasinya pun pas.

    Tapi, persaingan di bidang kuliner di Makassar memang berat karena karakter orang Makassar yang dinamis. Cepat menerima hal baru, tapi juga cepat bosan. Memang butuh inovasi terus menerus kalau mau tetap bertahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat daeng ipul. Memang butuh inovasi terus menerus untuk membuat cafe ini bersaing dan terus hidup.

      Yang terpenting juga sih bukan hanya tempatnya. Tapi juga untuk cafe makanan enak, harga terjangkau, dan tentu nyaman nongkrong lama dengan wifi cepat. Hmmmm... kayaknya itu standarku untuk sebuah cafe.

      Hapus
    2. Yes, persaingan ketat antar pengusaha rumah makan, biar pengunjungnya datang dan balik lagi.

      Kebanyakan dari resto yang tutup itu menyajikan western food, harga sedikit mahal dan pelayanan yang lambat. Jadi yaa.. Mestinya belajar dari masalah-masalah seputar itu, biar bisa terus bertahan.

      Hapus
  2. Black Canyon jadi Andalan.. :)Tapi yang biasa saya pergi itu yang di Hertasning jie.

    Bdw Bagus juga yah viewnya yang di Monginsidi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo interior BCC, yang di Monginsidi menurutku yang terbaik. Tapi sayangnya udah tutup.

      Hapus
  3. Saya hanya pernah singgah dan ngopi di Black Canyon
    Kaget juga pas kembali lagi tahun lalu ke sana, sudah ganti namami.
    Sayang sekali padahal lumayan (kelihatan) laris dikunjungi tamu ya. Tapi mungkin ada persoalan finansial atau management yg membuat usaha ini pindah atau berganti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi juga, padahal investasinya gede banget itu pasti.

      Hapus
  4. Keras ki persaingan usaha kuliner di Makassar dih Mam. Harus benar-benar kuat marketing-nya dan kreatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, harus banyak promo dan sosialisasi di media-media sosial.

      Hapus
  5. Duh, dari semua cafe yang disebut di atas belum ada yang permah saya kunjungi karena saya juga jarang nongkrong di cafe sih😅 btw persaingan kafe di Makassar ketat banget ya kak, pantesan ada yang sampe gulung tikar gitu. Sayang seki tapi yah memang dunia usaha makin ke sini makin dibutuhkan inovatif dan kreatif yanh besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi menjamur memang cafe, terutama warkop sekarang ini.
      Bener banget, inovasi dan kreativitas harus dikedepankan untuk menghadapi persaingan.

      Hapus
  6. Yang pernah hits? Pantas saya yang baru di Makassar 3 tahun terakhir tidak pernah dengar nama2 tempat ini haha.

    BalasHapus
  7. Deh knp nd kutau sy ini. Baruka dengar smua hahaha. Atau sy yg nda gaul yahh

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.