Cinta Dunia Takut Mati

Kamis, Februari 28, 2019
Assalamu alaikum

Hampir sebagian orang pasti merasa takut menghadapi yang namanya kenatian. Karena saya pun begitu. Tapi itu dulu...

Setelah saya mulai memperdalam agama, saya jadi tau kalo sesungguhnya kita hidup di dunia ini hanya sementara, dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Sehingga banyak orang lupa bahkan tidak tau sama sekali hakikat sesungguhnya kenapa kita hidup di dunia ini.



Baca juga : Charge Iman

Hari Sabtu tangga 15 Desember 2018 lalu, saya menghadiri kajian yang dibawakan oleh ustad Abdullah Taslim, LC. MA. Beliau adalah ustadz yang telah memperoleh gelas S2 Jurusan Hadits dari Universitas Islam Madinah.

Saya mrncatat sebagian dari tauziah beliau yang saya dengarkan waktu itu, dan saya tuliskan kembali dalam blog ini yang tujuannya untuk berbagi ilmu dan srmoga bermanfaat buat yang membacanya. Aamiiin 🙏

😇

- Cinta Dunia Takut Mati -
Oleh Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA.

Bismillahirrahmanirrahim... 
Segala yang kita miliki di dunia adalah karunia yang diberikan Allah kepada kita yang harus disyukuri. Meluruskan sebab kehidupan kita di dunia akan menjadikan kita lebih beriman.

Kita harus memahami Islam dengan benar. Kita harus tau godaan setan yang bahkan orang yang beribadah pun digoda supaya salah dalam beribadah. Dalam hal ini setan menggoda manusia dari semangatnya beribadah. Karena sesungguhnya setan itu bisa beredar di dalam tubuh manusia, di tempat mengalirnya darah, sehingga setan bisa mempelajari karakter manusia dan manusia digoda sesuai karakternya. Setiap Allah memerintahkan 1 hal kepada manusia, maka setan akan menggodanya dalam 2 hal.

Mencintai perhiasan dunia itu tak apa asal tidak berlebihan. Ketika dunia merasuk ke hati, mengambil tempat yang lebih besar, maka akan berkurang kecintaan kita kepada Allah.

Harta adalah fitnah

Mengenai fitnah harta, Rasulullah –shalallahu alaihi wasalam– bersabda:


إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ

"Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta."

Terfitnah oleh dunia bukan dengan cara meninggalkannya tapi dengan memperbaiki hati kita karena fitnah dunia itu disebabkan kelemahan hati kita.

Fitnah harta bisa membawa kita kepada prilaku syirik, karena salah satu perbuatan syirik adalah mencintai harta secara berlebihan. Jangan sampai kita mengulang-ulang perbuatan daru nenek moyang yang kita anggap benar padahal itu adalah perbuatan syirik. 

Kesyirikan pertama yang terjadi di muka bumi adalah pada zaman Nabi Nuh, dimana saat itu terjadi kecintaan pada orang-orang sholeh. Kecintaan pada orang-orang sholeh adalah wajib tapi tidak boleh berlebihan, sehingga kita menyamakannya dengan Tuhan.


Sifat buruk tidak hanya datang dari sesuatu yang buruk, tapi karena manusia punya hawa nafsu, maka sesuatu yang baik bisa jadi akan buruk ketika melalaikan, yang berujung pada fitnah yang menggerogoti hati kita.

Hati manusia tabiatnya adalah mencintai yang indah, padahal Allah maha indah, haruslah lebih dicintai dibanding keindahan lainnya. Kecintaan pada Allah menjadikan manusia tidak akan mencintai yang lainnya secara berlebihan.

Di antara para sahabat Nabi, ada yang kaya, tapi tidak menjadikannya terlena harta terhadap hartanya. Itulah sebabnya para sahabat dijanjikan surga oleh Allah karena mereka lebih suhud kepada dunia dan mengejar akhirat.

Manusia disaat berdoa, meminta sesuatu kepada Allah, harus berserah diri pada ketentuanNya, karena Allah maha mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Sebaik-baiknya permintaan kepada Allah adalag meminta supaya kita terhindar dari keburukan dan selalu istiqomah dalam ketakwaan.

*pic source from Google

Agar hati terhindar dari cinta dunia, yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Berdoa kepada Allah, meminta hati dibersihkan.
"Ya Allah berikan kepada jiwaku ketakwaan. Bersihkanlah, sucikan jiwaku."

2. Isi hati dengan kecintaan yang benar. 
Kenali Allah dan Rasul, baca Al Qur'an dan renungkan isinya, bertobat sebagai pembersih hati yang kotor.

Tundukkan hawa nafsu supaya kita tidak dikuasai oleh dunia. Jangan jadikan harta menguasai hati kita.

Wallahu'alam bizzawab 😇




16 komentar on "Cinta Dunia Takut Mati"
  1. Tabiat manusia adalah mencintai keindahan, dan Allah adalah Yang Maha Indah. Semoga kita semua tetap bisa istiqomah menjalankan amanah di dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin allahumna aamiiin...

      Bener banget, Allah itu maha indah dan janjinya tentang kehiduoan di akhirat yang indah juga nyata.

      Hapus
  2. Godaan yg besar materi itu. Bisa bikin orang buta mata dan hatinya. Alhamdulillah, Mam. Disimpan di sini catatan kajiannya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, hasil taklim saya tulis ulang di blog biar bisa dibaca lagi dan diingat terus ilmu

      Hapus
  3. Sy pernah ikut tarbiyah ini, cinta dunia takut mati atau biasa di kenal dgn istilah al wahn jg yah.

    Itu yg ditanamkan elite global saat ini utk merusak bangsa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naudzubillahi mindzallik.
      Semoga kita tidak ikut terlena yaa...

      Hapus
  4. berat ini pembahasan hihihi

    tapi saya kira semua orang setuju kalau dibilang godaan paling berat justru adalah keyamanan. di saat sedih dan susah, kita langsung ingat Tuhan. tapi di saat senang, yaah malah ingat yang lain..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Tidak berat ji sebenarnya kalo hati ta ikhlas jalankan.

      Hapus
  5. Godaan yang ada di dunia ini memang begitu besar ya kak. Jadi kalau hati tidak kuat maka bisa saja kita terlalu mencintai dunia padahal hidup di dunia juga hanya sementara. Terimakasih sudah diingatkan lewat postingan ini kak.

    BalasHapus
  6. Memang nyaman rasanya ikut taklim, bisa charge iman kita lagi, charge hati kita juga. Semoga kita termasuk kedalam orang yang selalu ingat akhirat biar kita di duia tidak semena-mena sama hidup kita sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betulll... Malah harusnya kita lebih banyak mengingat akhirat dari pada dunia.

      Hapus
  7. Kenyamanan itu memang cobaan paling berat, karena biss membuat kita lupa pada Sang Pemilik Segala. Sampai saat ini saya masih takut pada kematian, tak masalah jika itu yang terjadi pada saya karena itu berarti kemabali kepada Sang Pemilik dan bertemu orang-orang yang telah pergi, kematian yang menakutkan itu jika orang terdekatku yang pergi duluan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samma.. Saya rasanya lebih baik meninggalkan daripada ditinggal, huhuu...

      Hapus
  8. saya termasuk orang yang terkadang takut mati. bukan apanya, merasa belum banyak berbuat apa-apa untuk orang lain :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga kadang gitu. Kalo keimananku lagi drop, rasanya takut banget mati. Tapi kalo lagi di puncak, rasanya biar diambil saat itu juga saya udah siap.

      Hapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.