Belajar Tak Kenal Usia

Senin, Oktober 15, 2018

Usia 40 tahun adalah usia yang pertengahan yang menentukan titik balik kehidupan seorang manusia.

Di usia 40 tahun kematangan berpikir seseorang sudah mencapai puncaknya sehingga dikatakan dewasa. Bahkan dalam agama Islam, usia 40 tahun dianggap mulia karena di usia itulah manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna.


Tapi apakah dengan berusia 40 tahun seseorang bisa dikatakan sudah tua? Itu sih tergantung siapa orangnya. Kalo saya, ogah ah dibilang tua! Karena emang gak pernah merasa tua sih. Kalau dibilang STW alias setengah tuwa ya gapapa. 😜

Kebiasaan dalam masyarakat Indonesia, pada usia 40 tahun ke atas, khususnya untuk perempuan, sebagian besar sudah menganggap waktunya untuk pensiun, tidak bekerja di luar rumah, hanya di rumah mengurus anak dan rumah tangga. Hal ini gak sepenuhnya salah. Tapi buat saya yang gak bisa diam ini, tinggal di rumah dan hanya berkutat dengan urusan domestik itu bukan gw banget!
Makanya ketika akhirnya saya memutuskan untuk berhenti kerja kantoran, ada seabrek kegiatan yang pengen saya lakuin, yang diawali dengan belajar. 


Ada 3 aktifitas yang sampai sekarang masih saya lakukan dan selalu butuh pembelajaran.

Apa aja itu?
Cekidot!

Belajar Craft

Sejak kecil saya paling kaku pegang gunting dan jarum. Entah kenapa, ada rasa takut tertusuk. Alhasil saya gak bisa kerja prakarya di sekolah, hihi...
Di usia 38 tahun saya pun belajar beberapa tekhnik kerajinan tangan alias craft seperti decoupage, pin cushion, kristik, sulam pita dan lain-lain. Dari sini saya lalu membuat EMaronie Organizer, event organizer di bidang edukasi, khusus membuat craft workshop.

Belajar membuat decoupage

Belajar Ngeblog

Hobby ngeblog saya jalani sejak usia 35 tahun, tapi hanya sekedar untuk menyalurkan bakat menulis dan bercerita tentang kehidupan dan kegiatan yang saya jalani. Di usia 38 tahun, dunia blog pun saya seriusin dan mau gak mau saya harus pelajari ilmunya dengan serius pula. Kelas Menulis MAM dari komunitas blogger Anging Mammiri adalah wadah belajar saya.

Utak-atik blog bareng sahabat blogger

✅ Belajar Mendalami Agama

Walopun dari kecil saya sudah tau tentang Islam, bahkan SMP pun di SMP Islam, tapi ilmu agama saya masih miniiiim banget. Maka, di usia 41 tahun, sepulang dari beribadah umroh di tanah suci, saya pun memutuskan untuk belajar mendalami agama Islam. Ikut taklim, dengar ceramah via you tube, membaca buku-buku agama, bahkan memanggil ustadz ke rumah untuk ajarin mengaji pun saya lakukan. Apalah gunanya hidup ini kalo yang dikejar hanya masalah dunia semata, sedangkan persoalan akhirat tidak kita perhatikan?

Setelah mengikuti taklkm


Well, belajar itu tidak mengenal usia. Semua orang harusnya terus mengisi otak dengan ilmu dan sungguh mulia orang yabg terus menambah ilmu. Sesuai yang tertera dalam Al Qur'an :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mujadillah: 11).

Juga dalam Hadits, Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).

So, masih menganggap usia tua atau dewasa gak perlu menuntut ilmu?





*tulisan ini diikut sertakan dalam Apresiasi Collab Blogging KEB dengan trigger Belajar Di Usia Dewasa yang ditulis oleh mak Indah Juli.

#KEBloggingCollab #ApresiasiKEB

22 komentar on "Belajar Tak Kenal Usia"
  1. Aku juga mba belajar blog dan belajar agama masih terus aku pelajari dan satu lagi sekarang aku lagi pengen belajar fotografi hehehe niatnya sudah ada tinggal eksekusinya biar usia udin tuwir yang penting kemauan yes mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuzz dieksekusi dan pajang hasil karya fotomu di IG mbak. Saya siap mengagumi ��

      Hapus
  2. Aku pun menikmati pensiun namun tetap nggak mau nganggur aja di rumah. Akhirnya mengisinya dengan belajar craft juga, dari decoupage sampai merajut. Kalo ikut taklim sejak usia 35 udah mulai. Karena waktu itu jenuh banget kerja dari pagi sampai sore, jarang denger tausiyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kadang kesibukan duniawi melalaikan kita untuk mengingat kehidupan rohani ya mbak.

      Hapus
  3. Saya donk bentar lagi 40. Hikz... cepet amiiir... berada .asih 20 aja.

    Setuju Mak. Untuk belajar dan terus berkembang tidak perlu memikirkan usia. Yang penting kita majuuu. Hahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun sampe sekarang masih selalu merasa muda aja, awal 30an mbak. Heheh..

      Hapus
  4. Never too old to learn ya mba, usia 40 terbilang masih berjiwa muda kok hehehe btw ku juga pengen belajar kerajinan tangan suatu hari nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak Asti,
      Age is just a number. Yang penting jiwa harus selalu muda.

      Hapus
  5. Baca ini membuat diri saya juga semakin bersiap, secara sekarang usia sudah menuju kepala 4. ��. Terus semangat untuk belajar dan berbagi ya Mbak. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo tulisan saya bisa menginspirasi mbak.

      Hapus
  6. Bener banget nih belajar memang tidak menebak usia. Bahkan terkadang memang baru punya waktu dan kesempatan saat tidak lagi muda. Toh belajar juga sepanjang hayat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada kata terlambat untuk belajar, yekan?

      Hapus
  7. Inspirasi banget yah kak, usia tak menghalangi seseorang untuk belajar apalagi kalau udah merasa terlambat tuk belajar padahal tak ada kata terlambat untuk belajar ��

    BalasHapus
  8. Masha Allah mba, semoga berkah semua ilmu yang ditimba ya mba. Bermanfaat juga buat banyak orang, in sha Allah. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin allahumma aamiiin.
      Makasih mbak Aya.

      Hapus
  9. Bener nih mbak, belajar itu tidak mengenal usia apalagi selagi bisa mending banyak belajar sekalian mengisi waktu luang juga. DIY yang belum kesempatan kalau untuk saya, walau sekarang banyak kelas-kelas DIY atau bisa melihat dari Pinterest.

    BalasHapus
  10. Belajar itu sepanjang hayat ya. Apa lagi ilmu agama. Ga ada abisnya.

    BalasHapus
  11. Masya Allah, barokallah Mbk dengan peningkatan semangat belajar agama semoga semakin Allah berikan kenikmatan dalam beribadah ya

    BalasHapus
  12. Aku pengen nih mak ngelanjutin kuliah bahasa Arab yang pernah tertunda

    BalasHapus
  13. Masya Allah, semangatnya tinggi sekali Kakak satu ini. Aku waktu kecil suka diajarin menjahit sama Ibu, alhamdulillah jadi gak takut jarum hehe. Di usia sekarang masih mau juga belajar jahit dan crafting. Dan betul banget belajar ilmu agama islam juga penting dan jangan sampai terlewat yaaa.

    BalasHapus
  14. Life begin at 40 kan yaa harus makin semangat belajar dan berkarya..

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.