Yuk, Berwisata Sejarah

Jumat, September 07, 2018

Assalamu alaikum,

Ada berbagai macam pilihan jenis wisata yang bisa dinikmati para traveler, seperti wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan lain sebagainya, tergantung minat dan tujuannya dalam melakukan traveling.
Kalo saya sih suka semuanya, termasuk wisata sejarah. Wisata sejarah adalah perjalanan yang dilakukan ke suatu tempat atau daerah untuk melihat, mengamati dan menikmati tempat atau situs bersejarah yang ada di daerah tersebut.


Tapi sayang sekali karena hanya sebagian kecil orang yang suka dengan jenis wisata yang satu ini, karena gak semua orang suka mempelajari sejarah, begitu pula dengan Atu dan anak-anak. Jadinya yaa saya jarang banget berwisata sejarah, kalopun pergi mengunjungi tempat bersejarah itu karena saya yang mengatur itinerary perjalanan, hihihi... 😛

Dan inilah sebagian catatan perjalanan wisata sejarah atau kunjungan ke tempat bersejarah yang pernah saya lakukan. Cekidot!

Fort Rotterdam - Makassar

Fort Rotterdam, 2012

Benteng peninggalan Belanda ini adanya di kota tempat tinggal saya tercinta, Makassar. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 kemudian berpindah tangan kepada Belanda dan berubah nama menjadi Fort Rotterdam. Lalu setelah masa kemerdekaan menjadi Benteng Ujung Pandang (Jumpandang), tapi tetap populer dengan nama Fort Rotterdam.


Hingga kini, Fort Rotterdam masih kokoh berdiri. Di dalam benteng terdapat Museum Lagaligo yang berisi benda-benda peninggalan kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan beserta foto-foto para Raja yang berkuasa, termasuk foto Andi Djemma, Datu Luwu, kakeknya Atu.

Museum Fatahillah - Jakarta

Museum Fatahillah, 2016

Membawa anak ke museum Fatahillah adalah salah satu tujuan saya waktu liburan di Jakarta akhir tahun 2016 lalu. Atas keinginan siapa? Ya saya lah, hihi... Udah lama emang saya pengen berkunjung ke sini, pengen foto di depannya. Sebuah bangunan Belanda yang terlihat sangat elegan.

Museum Fatahillah ini dulunya adalah Gedung Balaikota Batavia VOC bernama Stadhuis Van Batavia yang dibangun tahun 1707-1710 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Pada tanggal 30 Maret 1974 gedung ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta. Disebut juga Museum Fatahillah sebagai penghormatan kepada Raden Fatahillah yang merupakan tokoh yang mengusir Portugis dari pelabuhan perdagangan Sunda Kelapa dan memberi nama Jayakarta yang berarti Kota Kemenangan, cikal bakal Kota Jakarta sekarang. 


Candi Borobudur - Jogja

Candi Borobudur, 1995

Udah lama banget saya ke Candi Borobudur. Tepatnya di tahun 1995 saat liburan bareng 2 sahabat saya, Wida dan Mega. Waktu itu kami masih berstatus mahasiswa yang lagi butuh liburan, haha... 😅

Saat itu saya sih belum begitu tertarik untuk tau lebih dalam tentang Borobudur. Taunya sebatas Borobudur adalah candi Budha peninggalan Dinasti Syailendra yang menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia.

Mengelilingi candi yang luasss buangettt itu di bawah panas terik matahari sungguh sebuah pengalaman tak terlupakan! Tapi pengalaman itu sepertinya harus diulang lagi di liburan mendatang! #uhuk 😁

Selain di Indonesia, saya juga pernah menjajal beberapa tempat wisata sejarah di negara lain, diantaranya di benua Eropa. Eropa terkenal dengan berbagai bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri hingga sekarang. Kalo mau berpuas diri berwisata sejarah, ya ke Benua Eropa saja. Di semua negara bisa kita temui tempat bersejarah.

Kunjungan saya ke Eropa pada tahun 2014 lalu menjelajahi 5 negara, yaitu Jerman, Luxembourg, Paris, Belgia dan Belanda. Sebagian tempat sejarah yang udah saya datengin di negara-negara tersebut  adalah :

Reruntuhan Tembok Berlin - Berlin, Jerman


Reruntuhan Tembok Berlin, 2014

Berpisahnya Jerman Barat dan Jerman Timur ditandai dengan dibangunnya tembok pemisah pada tahun 1961 di kota Berlin. Lalu di tahun 1989 terjadilah demo besar-besaran di Jerman Timur yang berakibat pada dimulainya warga menghancurkan sedikit demi sedikit tembok pembatas tersebut dengan palu godam, lalu pada tahun 1990 pemerintah kedua negara pun resmi meruntuhkan tembok tersebut sebagai pertanda menyatunya 2 negara. Reruntuhan tembok inilah yang sekarang menjadi objek wisata di sana.

Menara Eiffel - Paris, Prancis


Menara Eiffel, 2014

"Belum ke Paris kalo belum berfoto di depan Menara Eiffel", pasti itu yang ada di pikiran semua orang. Eh, atau cuman saya mungkin? Hahah.. 😅

Menara Eiffel yang dirancang oleh Gustav Eiffel, merupakan menara besi dengan tinggi 324 meter, diresmikan pada tahun 1889 sebagai pintu masuk Expotition Universelle, sebuah pameran dunia untuk merayakan seabad Revolusi Prancis. Hingga sekarang Menara Eiffel menjadi tempat selfie favorit para traveler, berdasarkan riset yang dilakukan oleh website AttractionTix untuk media sosial Instagram.

Baca juga : Traveling Saat Hamil? Siapa Takut!

Manneken Pis - Brussel, Belgia

Mannekin Pis, 2014

Maneken Pis berarti Patung Kencing dalam bahasa Belanda. Meskipun patung Manneken Pis masih menyimpan segudang misteri tentang sejarahnya, apakah benar terjadi atau hanya dongeng semata, tapi Manneken Pis sudah sejak lama jadi ikon negara Belgia.

Ukuran patungnya gak besar, hanya 60cm. Dibuat oleh pematung lokal, Hieronimus Duquesnoy pada tahun 1691. Patung ini sudah berkali-kali raib dicuri tangan-tangan jahil. Tapi kini sudah aman dan diletakkan di sudut jalan Rue de L'Etuve dan Rue des Grands Carmes.

So, buat kamu yang gak doyan wisata sejarah, masih mikir kalo saya ajak berwisata menyusuri tempat-tempat bersejarah di berbagai belahan dunia? Hihiii...
Yuk, berwisata sejarah!

💝

Tulisan ini merupakan respon dari #KEBloggingCollab grup Raisa dari trigger berjudul Wisata Sejarah Kota Surabaya Yang Wajib Dikunjungi oleh mak Dira Indi.

Selain itu, ini dia tulisan member lainnya dari grup Raisa yang bisa kamu baca :

1. Mak Gifta
Wisata Sejarah Jakarta, Mau Ke Mana?

2. Mak Merry
Wisata Sejarah di Riau

3. Mak Farida
Wisata Sejarah Ke Candi Barong