Sebelum PATH Ditutup

Kamis, September 20, 2018

Assalamu alaikum πŸ’–

Buat kamu para penggiat media sosial dan punya akun Path, pasti udah tau kalo sebentar lagi Path akan ditutup oleh pemiliknya. Penutupan Path ini efektif pertanggal 18 Oktober 2018. Setiap aplikasinya dibuka, muncul deh tuh infonya.
Sebagai pengguna Path tentu saja saya sedih.

Lebay? Biarin, weekkk!! 😝

Notif yang muncul ketika buka Path
Momen pertamaku di Path
Salah satu momennya Pica

Gimana gak sedih,
Waktu baru punya iPad di tahun 2013, sosial media pertama yang saya download adalah Path, karena waktu itu Path hanya bisa diakses dari program iOS. Lalu segala aktivitas, saya posting di Path, termasuk yang berhubungan dengan pekerjaan kantor waktu itu.

Pertama kali tau kalo saya hamil pun, saya posting di Path, hingga akhirnya melahirkan, bahkan sampai Faizah mulai sekolah. Semua terdokumentasikan lewat Path. Faizah pun jadi "The Path Kid" ya karena sering diposting di Path. Orang jadi tau panggilan Pica juga dari Path.

Baca juga : Panggil Aku PICA

Intinya semua kenangan ada di Path. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, yang dikirimin domba oleh manteman. Teman kita pun terbatas hanya yang kita pilih untuk ditambahkan sebagai teman. Kita juga bisa memilih inner circle, siapa saja di antara manteman yang bisa melihat postingan kita. Jadi lebih private lah. Selain itu fitur "arrived in ..." juga jadi salah satu favoritku di Path. 

Yang seru itu jaman Path baru hadir, bakal ketahuan kalo ada teman yang buka profil kita atau ada teman yang ketahuan menghapus pertemanan, hihi.. So, gimana saya gak lebay Path udah mau ditutup, huhu... 😒

Karena keakrabanku dengan Path inilah, saya sempat melupakan Facebook, media sosial yang udah saya pakai sejak tahun 2008. Udah jarang tengok-tengok Fb lagi, posting pun tidak. Bahkan ada meme yang tertulis "SemPath Tidak SemPath, Yang Penting NgePath" hahaha πŸ˜€ Saking aktifnya saya ngePath, bahkan Walikota Makassar, Bapak Danny Pomanto pun pernah bilang kalo saya ini eksis banget di medsos, terutama Path 😁

Foto bareng Bp.Walikota Makassar dan diposting di Path

Sampai akhirnya kira-kira 3 tahun berlalu, saya pun mulai jenuh ngePath, entah kenapa... 

Saya kembali lagi ke Facebook dan jadi lebih aktif juga di Instagram, yang bersamaan saya download dengan Path di tahun 2013 lalu. Kenapa saya balik ke Facebook? Ada banyak alasan, yang mungkin kurang lebih sama dengan pengguna lainnya :


πŸ’™Jumlah teman lebih banyak, sehingga postingan bisa dilihat oleh lebih banyak orang. Jadi pas banget buat skalian jualan.
πŸ’™ Bisa menyimpan foto dalam album yang terpisah-pisah.
πŸ’™ Fitur lebih banyak, seperti perayaan ulang tahun pertemanan, membuat fanpage, dan sebagainya.


Hmm.. Apa lagi ya? Kamu aja yang tambahin deh.

Baca juga : Dokumentasi Foto

So, apa sih penyebab Path akan ditutup? Ya tentu saja karena udah sejak 2 tahun lalu Path mulai ditinggalkan banyak penggunanya, termasuk saya, walopun saya gak tidak meninggalkan sepenuhnya karena kadang pun masih buka aplikasinya, tapi hanya sekedar posting 1-2 foto atau share link blogpost terbaru, setelah itu saya gak nengok-nengok lagi.

Saya lantas iseng-iseng menganalisa dan bikin survey di kalangan teman-teman dekat, kenapa Path ditinggalkan penggunanya. Jawaban mereka hampir sama semua, yaitu :

πŸ’” Bosan karena gitu-gitu aja
πŸ’” Jumlah teman yang dibatasi hanya 500.
πŸ’” Gak ada fasilitas album foto.
πŸ’” Kurang fitur pendukung.
πŸ’” Kinerja Path yang selalu lambat loading dan sering error.

Adapun fasilitas back up yang dtawarkan oleh Path kepada penggunanya, sebagian memanfaatkannya, tapi sebagian lagi mengatakan gak perlu karena foto-foto yang diposting di Path ada juga di medsos lain dan di hp. Saya juga gitu sih, bukan pentingin foto, tapi postingan cerita #gagalpahamnya Pica dan beberapa quote yang share. 

Oiya, kamu yang mau back up data, udah tau belum caranya? 
Masuk dulu di Profil, lalu klik Setting/Pengaturan. Nanti muncul deh tuh info back upnya. Kamu tinggal masukin alamat email untuk terima data, tapi kalo kamu setor alamat email gak langsung terima datanya. Kayak saya nih, sejak tanggal 17 September setor alamat email tapi sampai sekarang belum terima data di emailku, hihi.. Apa mungkin karena momenku udah sampai 16ribu lebih? 


Cara back up data


Ok, sebelum Path ditutup di tanggal 18 Oktober 2018, yuk throwback moment!

Momen liburan adalah terfavorit
Salah satu momen #gagalpaham nya Pica

Salah satu quote yang saya share di Path
Jualan kue di Path
Jaman masih ngantor
Tampilan terakhir profilku di Path