Tulisanku Di Web KEB : Komunitas, Perlu Tidak?

Jumat, Agustus 31, 2018

Buat kamu pembaca setia blog emaronie.com mungkin tau kalo saya bergabung dalam komunitas Kumpulan Emak -emak Blogger, salah satu komunitas blogger khusus perempuan yang terbesar di Indonesia. 

Nah, yang tau mungkin masih ingat juga kalo saya pun ikutan dalam kolaborasi menulis blog antar sesama member yang dikelompokkan dan digilir untuk menulis artikel dalam web emak2blogger.com sesuai jadwal yang udah ditentukan. Saya sendiri disatukan dengan 5 blogger lainnya dalam kelompok Raisa.


Tulisanku kali ini merupakan kolaborasi yang ke-2 kalinya diadakan, setelah yang pertama di tahun 2017. Tulisanku di kolaborasi pertama bisa kamu baca di sini

Berbeda dengan tulisan pada kolaborasi yang pertama bertema fashion, di kolaborasi kedua ini saya milih tema social lifestyle. Diterbitkan di web KEB pada tanggal 23 Agustus 2018, yang bisa kamu klik di sini.


So, di blog ini saya pengen publikasikan tulisan asli saya, sebelum pengeditan oleh admin komunitas KEB di web KEB.

Cekidog...
Eh, cekidot! Hihihi 🐶


Assalamu alaikum, manteman...

Sebagai makhluk sosial, kita tak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Bahkan ada pula yang bergantung dengan orang lain. Keterkaitan satu orang dengan yang lainnya sudah menjadi hukum alam yang berlangsung sejak dulu.

Karena kebutuhan saling berkaitan satu sama lain itulah maka terbentuklah komunitas. Komunitas adalah kumpulan orang-orang yang bergabung karena adanya kesamaan, baik itu daerah, agama, dan yang paling banyak adalah kesamaan hobby atau minat. Sesuai arti dari kata KOMUNITAS yang berasal dari bahasa Latin, COMMUNITAS, yang berarti KESAMAAN.

Sekarang banyak sekali tumbuh komunitas. Ada komunitas blogger, komunitas pecinta kucing, komunitas penikmat kopi, komunitas penyuka fotografi, dan sebagainya. Bahkan dari 1 minat, tidak hanya ada 1 komunitas tapi hingga puluhan. Demikian pula dengan orang yang bergabung dalam komunitas, kadang gak hanya 1 yang diikuti tapi bisa hingga 3 bahkan 5 komunitas, sesuai dengan minatnya yang berbeda-beda.

Komunitas itu sifatnya tidak mengikat, tidak juga kaku dalam penerapan aturan. Namun ada visi dan misi dari sekedar berkumpul, yang tentu saja harus bisa "mensejahterakan" atau mengakomodir seluruh peserta untuk berkembang dan maju bersama. Dalam komunitas pun sebaiknya ada pengurus, baik itu disebut ketua ataupun koordinator, beserta pengurus inti lainnya, yakni sekretaris dan bendahara, sehingga bisa dikelola secara profesional, karena tidak tertutup kemungkinan komunitas akan bekerjasama dengan pihak lain.

Apakah memang perlu kita berkomunitas? Bergabung bersama orang-orang yang punya kesamaan minat dengan kita? Jawabannya tentu saja relatif, tergantung dari kebutuhan yang menjawabnya. Ada orang yang tidak mau bergabung dengan komunitas karena berbagai alasan, hal itu sah-sah saja dan merupakan hak setiap individu. Toh dengan tidak bergabung dalam sebuah komunitas bukan berarti seseorang tidak bisa berkarya dengan baik dan maju dengan karyanya.

Salah satu kelas menulis yang diadakan Komunitas Blogger Makassar
Tak jarang pula ada yang berkonflik dalam sebuah komunitas, hal ini pun wajar aja. Namanya juga manusia, setiap karakter tentu saja berbeda. Ditambah lagi dengan sifat ego yang kadang masih tinggi, menyebabkan gesekan antar anggota komunitas bisa saja terjadi. Untuk itu diperlukan keterbukaan komunikasi dan saling menghargai dalam berkomunitas.

Nah, kembali pada pertanyaan, perlukah kita berkomunitas? Jika pertanyaan ini ditujukan kepada saya, jawabannya adalah "tergantung kebutuhan". Kebutuhan apa maksudnya? Ya, kalau kita menggeluti sesuatu dengan serius dan kita ingin minat atau hobi itu berkembang dan lebih dari sekedar hobi, tentu saja kita butuh banyak informasi dan koneksi dengan orang lain yang lebih tahu dan berpengalaman, maka sebaiknya kita masuk dalam sebuah komunitas. Toh tidak ada ruginya bergabung dalam komunitas, malah menguntungkan banget menurutku. Seperti komunitas blogger yang saya ikuti, Dari komunitas saya jadi lebih banyak teman, pengetahuan saya tentang ngeblog lebih luas, dan saya pun bisa menghasilkan secara materi dari ngeblog setelah bergabung dalam komunitas karena seringnya mendapat informasi dari komunitas seputar job ngeblog.

Baca juga : Bahagia Dari Hati Dengan Nge-Blog

Komunitas Blogger Makassar menghadiri pembukaan sebuah butik


Jika dirangkum, manfaat dari bergabung dalam komunitas adalah sebagai berikut :
☘ Dapat banyak teman dari berbagai latar belakang dan karakter, tapi punya minat yang sama.
☘ Ilmu dan wawasan makin bertambah, karena bisa saling berbagi dan bertukar informasi dengan teman komunitas. Bahkan ada juga komunitas yang sering mengadakan kelas atau workshop sesuai minat untuk membekali anggotanya.
☘ Lebih mudah mendapatkan ide baru dan inspirasi dalam berkarya.
☘ Networking yang luas, yang bisa menunjang berkembangnya minat kita.

So, sudahkah kamu bergabung dalam sebuah komunitas?

*tulisan ini telah dimuat sebelumnya di website www.kumpulanemak2blogger.com sebagai trigger #KEBloggingCollab grup Raisa.

Selain itu, imi dia tulisan teman Grup Raisa lainnya :


1. Merry
Perlukah Komunitas Bagi Ibu Rumah Tangga?