Menikmati FILOSOFI KOPI

Sabtu, Agustus 25, 2018

Assalamu alaikum,

Siapa yang gak tau Filosofi Kopi? 
Kalo gak tau ya kebangetan ah! 😜

Filosofi Kopi awalnya adalah sebuah novel karya Dewi "Dee" Lestari, kemudian difilmkan dengan pemerannya Chicco Jerikho sebagai Ben dan Rio Dewanto sebagai Jody. Lalu kedai Filosofi Kopi yang tadinya fiktif dan hanya sebagai settingan film pun menjadi kedai beneran yang melayani para penikmat kopi dengan kopi berkualitas seperti dalam filmnya. Kedai ini merupakan bisnis kolaborasi antara Chicco, Rio dan Angga Dwimas Sasongko, sang sutradara film Filosofi Kopi.

Udah sejak lama saya pengen rasain ngopi di sana, seasyik apa sih suasananya, ya kaleee bisa dapat bonus ketemu lagi sama Chicco dan Rio, hihiii... Akhirnya sewaktu saya ke Jakarta di awal bulan Agustus lalu, saya sempatin deh ke Filosofi Kopi, ngopi sore bareng adik-adik dan anak-anak.

Kedai Filosofi Kopi (FilKop) terletak di Jl. Melawai, di seberang Melawai Square. Saya masih ingat jaman masih kecil kalo ke Jakarta, pasti selalu shopping di Melawai bareng Mami, karena rumah tante tempat kami menginap letaknya dekat Melawai. Bangunan kedai ini gak begitu besar, kira-kira hanya 2 petak gitu. Kalo kamu nonton filmnya, pasti tau lah isi dalamnya, hihi..

Kami datang ke sana saat sore. Di teras FilKop udah banyak penikmat kopi yang duduk menempati bangku kayu yang tersedia. Di atas meja depan mereka terlihat gelas-gelas berisi kopi, plus kepulan asap rokok. Sebelum masuk, gak afdol kalo belum berfoto di depan kedai. Pintu dan jendela kaca yang ikonik emang jadi spot foto wajib para Instagramer, yang menandakan kalo mereka udah pernah ke Filosofi Kopi.


Dengan background FilKop
Suasana di depan FilKop saat malam

Interior yang unik

Masuk ke dalam ruangan, kita akan disambut oleh pelayan, kasir dan barista di serving area. Karena letaknya yang pas di depan pintu, mau gak mau kita harus langsung pesan dan mesti ngantri dulu, karena kedai ini emang gak pernah sepi pengunjung. Ok, seperti biasa saya yang ngantri memesan dan Alifah bertugas cari tempat. 

Di serving area, yang paling ujung adalah area kasir yang di mesin kasirnya ada patung kucing yang tangannya gerak-gerak itu dan di kiri kanannya ada patung kecil figur Ben dan Jody. Di samping mesin kasir berjejer biji kopi yang dijual dalam kemasan. Ada kopi Tiwus, Perfecto dan Lestari. Begitu tiba giliran saya di depan kasir, saya pesan Hot Cappucino, yang lain saya lupa pada pesan apa, hehe... 😅 Setelah membayar, saya pun langsung duduk di tempat yang Alifah sudah pilih, tepat di depan dinding bergambar logo Filosofi Kopi. Foto lageee...


Seruput kopi di depan tulisan Filosofi Kopi
*abaikan sepasang merpati di belakangku
Barista meracik kopi di serving area
Patung Ben, Kucing dan Jody di depan mesin kasir

Serombongan anak muda yang duduk di sebelah meja kami juga seperti baru pertama kali datang ke FilKop. Mereka gak henti-hentinya berfoto di depan dinding dengan berbagai pose, sampai akhirnya ada yang nyenggol gelas kopi dan tumpah! Haha... 😆 Sebagian besar pengunjung Filosofi Kopi emang anak muda, usia belasan hingga 40an tahun. Gak heran kalo ruangan agak sedikit berisik, selain dari musik yang diputar untuk meramaikan suasana.

Sambil nungguin pesanan saya selesai, saya pun masuk ke toilet. Di dalam toilet yang berukuran sangat sempit, terpampang di dinding gambar Jody dengan tulisan Kopi Enak Selalu Menemukan Penikmatnya. Mantraaakkk!!!

Suasana di dalam FilKop
Anak-anak muda yang tumpahin kopi 😄
Lukisan di toilet

Well, yang unik dari keseluruhan interior ruang adalah tema vintage yang dihadirkan, lengkap dengan kesan di beberapa bagian ada yang belum selesai/belum di-finishing.

Kopi dan #TEMANNGOPI

Gak berapa lama kemudian, sang barista memanggil namaku dengan mesra. Pesanan Cappucino punyaku dan yang lainnya. 
Berhubung kami udah pada cukup full, sebagai cemilannya kami hanya pesan Churros. 1 porsi isinya 6 pcs. Masih hangat sewaktu diantar ke meja kami. Churrosnya bertabur gula halus. Pas dicocolin ke saos coklat, wow... Coklatnya makin meleleh, hmmm 😋

Harga pergelas kopi di FilKop berbeda antara yang panas dan dingin. Selain kopi, ada juga koq menu teh dan coklat. Pokoknya harga minuman di bawah Rp. 40.000. Sedangkan menu snack dikisaran Rp. 20.000 - Rp. 35.000.

Baca juga : Review Film Filosofi Kopi 2



Aneka pesanan kami
Pica lagi menikmati kopinya
*eh gak koq, itu akting aja 😁

Di FilKop gak ada menu makanan berat yaa. Jadi khusus buat ngopi aja.

Banyak Nyamuk!

Lagi asyik ngopi, kami merasa terganggu dengan nyamuk yang beterbangan di sekitar kami. Gak sedikit, tapi banyak! Terbang di atas kepala kami, haha...

Penerangan di kedai FilKop emang agak minim. Rada remang-remang dengancahaya lampu berwarna kuning. Tapi mungkin dari pihak Manajemennya bisa pertimbangkan untuk pasang obat anti nyamuk elektrik di setiap sudut ruangan.

Suasana FilKop yang rame

Remang-remang kan pencahayaannya?

Penjualan Merchandise 

Di sisi kanan ruangan, dari pintu masuk adalah area pajang merchandise Filosofi Kopi. Mulai dari t-shirt, tote bag, lukisan hingga patung figur Ben dan Jody. 

T-shirt, jaket dan tote bag digantung berjejer dengan rapi. T-shirt dan jaketnya hanya 3 warna, yaitu hitam, putih dan merah. Totebagnya pun sisa 1. Berbahan tebal dan sesuai lah dengan harganya.



Area merchandise

Tadinya ada niat pengen beli sesuatu sebagi kenang-kenangan, semacam t-shirt atau mug, tapi setelah lihat price tag-nya, saya pun segera melipir dengan alasan cuman pengen foto-foto, hihiii... Kalo kamu penasaran dengan merchandisenya, cuzz cek di IG @filkopcatalog.

Kran Air Minum

Selesai ngopi, saatnya minum air putih biar lidah kembali normal. Saya pun memesan air mineral, tapi kata pelayannya gak ada air mineral. Saya malah disuru ambil sendiri air putih dari kran yang terletak di pilar belakang dari serving area. Wuihhhh... Ini juga salah satu keunikannya! Berhubung saya gak pernah belajar ilmu M.E.P alias Mechanical. Electrical & Plumbing, jadinya saya takjub sekaligus bingung tuh air bersih diambil dari mana? Hihi...


Air putih langsung minum

Baca juga : Ada Kopi Ujung Di Film FilKop 2


No WiFi

Oya, 1 lagi tentang kedai FilKop : gak usah nanya-nanya password WiFi deh! Karena emang gak ada, hehehe... 

Well, kalo kamu nonton di filmnya, kamu pasti tau betapa kekeuhnya Ben untuk tidak memasang WiFi di kedai FilKop. Ya, karena orang datang ke situ harusnya menikmati kopinya sambil ngobrol bareng teman. Bukan malah fokus browsing internet, yang akhirnya malah cuekin kopi dan temannya. 


Tanpa WiFi, obrolan kami jadi gak terganggu
Aha! 😆

Oiya, ada yang hampir terlupa...
Waktu saya keluar dari kedai FilKop, tepat di depan pintu seseorang duduk dengan t-shirt bertuliskan Kopi Itu Digiling, Bukan Digunting. Saya sebagai peminum kopi instant kalo di rumah langsung jadi terbatuk-batuk deh tuh! #uhuk 😜

So, harapannya kalo ngopi lagi di kedai Filosofi Kopi, pengennya bisa ketemu Ben dan Jody, eh Chicco Jericco dan Rio Dewanto 🙏

Waktu ketemu Rio Dewanto & Chicco Jerikho
Mei 2017


FILOSOFI KOPI
Jl. Melawai no. 5
Jakarta Selatan
Instagram @filosofikopi