My Body is Not Your Business!

Senin, Januari 22, 2018

Howdy!
Di edisi ke-16 Sanneng Talks kali ini giliran saya yang kasi tema.
Temanya adalah...

Jenjreng... Jenjreng...

Tentang BODY alias tubuh.

Ada apa dengan tubuh?
Eits, pertanyaannya bukan itu, tapi "ada apa dengan orang yang suka ngomentarin tubuh orang lain?"
Jawabannya adalah...

"TENGGELAMKAN!!!"
HAHAHA 😂

Yes, ini sebenarnya adalah curcolnya saya yang terlalu sering dikomentarin orang soal berat badanku yang sekarang emang keliatan gak selangsing dulu.

*ok, penggunaan kata 'kelihatan' dan 'gak langsing' adalah penghalusan dari kata G.E.N.D.U.T, hahaha... 😅


Ery zaman now

Baca juga : Pregnant With Style


Saya akui sejak Faizah udah berhenti ASI emang ada kenaikan berat badan jadi 62kg, tapi sebenarnya waktu dia masih umur 5 bulan sampai 2 tahun saat itulah malah berat badanku turun drastis. Bayangin, dari masa kehamilan yang BB naik jadi 72kg merosot jadi cuman 53kg! Padahal BB idealku sih 55kg - 57kg.


💟

Oya, sebelum lanjut, kita baca dulu yuk cerita AWIE dan QIAH tentang bodynya. Klik linknya di nama mereka masing-masing yaa.

💟

Ok, lanjut lagi...
Seperti ini nih komentar orang-orang kepo,

🙍 Waktu kurus :
"Turunnya badanmu.. Kecapean ngurus bayi ya?"
"Tawwa, kurusnya mi... Tapi nda segar kelihatan"
Paling parah komen "Sakit ko kah?"
Uugh... Pengen jawab "Iya, kecapean, sekarang juga lagi sakit, ditambah banyak masalah, makan hati!" biar makin kepo skalian! Hihihi..
Tapi seringnya sih saya jawab gini, "kurus? Maklum aja, kan saya model. Jadi body harus kembali seperti semula biar masih laku jalan di catwalk". 😆


53kg

🙎 Waktu gemuk :
"Deh, gemukmu!"
"Wuih, kenapa naik sekali badanmu?"
"Besarnya perutmu"
"Tembemnya pipimu"
Pernah kejadian, lagi menghadiri ultah teman, tiba-tiba ada teman lain yang begitu datang langsung negur saya "Ih, naik sekali badannya Ery dih? Saya lihat foto-fotonya di Path, tembemnya pipinya". Spontan saya langsung bilang "Ah, please deh.. Hush! Stop bicara body!", buru-buru dia sok ngeralat gitu dengan pujian "tapi bagus ji say, segar kelihatan" prettt... Pujianmu gak berguna! Eyke udah terlanjur KZL. 😤

62kg

Sebagian besar masyarakat Indonesia emang ada yang gak tau etika berbicara. Hal-hal yang masuk dalam ranah pribadi seperti berat badan, umur, pekerjaan, gaji, serta kehidupan rumah tangga, termasuk tabu untuk dibicarakan dan gak pantas ditanyakan atau disampaikan ke orang lain, apalagi di depan umum.

Banyak yang menganggap bahasan tentang berat badan sebagai basa-basi pembukaan saat bertemu lagi dengan orang yang lama gak dijumpai. Mereka gak sadar bahwa hal itu sebenarnya gak sopan.

Baca juga : Komunikasi Yang Baik


Berdasarkan theasianparent.com, ada 3 sebab komentar tentang berat badan harus dihentikan :

1. Berat badan tidak menjamin kebahagiaan seseorang.
Belum tentu orang yang gemuk atau kurus itu tidak bahagia. Bisa jadi orang kurus yang kita anggap "bagus" sebenarnya sedang menderita sakit parah, sedangkan orang gemuk yang kita anggap "jelek" sebenarnya senang dengan kenaikan berat badannya karena baru saja sembuh dari sakit.

2. Menghilangkan rasa percaya diri.
Komentar terhadap berat badan seseorang bisa jadi menurunkan kepercayaan dirinya lho, apalagi kalo dia emang gak menginginkan kenaikan atau penurunan . Tentunya kita gak sadar apa yang keluar dari mulut kita akan berdampak psikologis terhadap orang lain. Apalagi kalo bukan hanya kita yang melakukan hal itu, tapi hampir semua orang yang ditemuinya. Hal ini yang bisa bikin seseorang jadi depresi.

3. Masih banyak hal yang lebih penting untuk dibicarakan.
Dibanding membahas tentang berat badang orang, mending bahas yang lain, yang lebih penting. Misalnya kegiatan masing-masing atau bahkan penjajakan kerjasama yang bisa menambah penghasilan.

Baca juga : Tentang Uang

Buntut-buntutnya, di zaman now yang mendewakan tampilan seseorang di sosial media, angle foto turut menentukan langsing gendutnya seseorang, haha... 😄

Lihat aja 2 foto di bawah ini :


Angle yang salah 😣
Angle yang tepat 😍

So, sekarang kalo ada lagi yang negur bodyku, maka dengan lantang saya akan membalasnya dengan bertanya, "EMANG SITU OK?!" 😜 'coz my body is not your business!


Gimana dengan kamu, pernah punya pengalaman dikomentarin soal bodymu? Ceritain di kolom komentar donk. 😉





4 komentar on "My Body is Not Your Business!"
  1. Duh, kalo udah ngomongin body ini udah bikin aku auto insecure kak. Aku pernah mengalami diskriminasi hanya karena bodyku yg "berisi" ini. Padahal aku udah setengah mati pengen bisa nurunin BB. Belum lagi kalo denger mereka body shaming dg bilang kalo badanku kayak kulkas pintu dua, rasanya pengen menghilang dari muka bumi aja

    BalasHapus
  2. One day jaman KRL masih banyak kereta kuno yang pintunya cuma ketutup sedikit atau bahkan ga bisa ketutup sama sekali. Penumpang berdesakan, dan kereta sudah penuh. Ada ibu ibu yang mau masuk, tapi dihalangi sama ibu ibu lain.
    "Ibu jangan masuk, ibu gendut"

    Ibu tadi akhirnya gajadi masuk sambil ngomong
    "SITU OKE?"

    True story

    BalasHapus
  3. Aku keseeeeeel bgt kalo udh disenggol soal body juga. Bdn ku memang msh normal beratnya mba, tpyg bikin sebel, lemaknya suka nempel di bagian tertentu only, cthnya di lengan, perut dan paha. Jd kalo pake baju yg ga pas, yg ada kliatan aku hamil . Yg paling sebel prnh pasang foto di pantai, bajuku longgar, dan ketiup angin. Disangka hamil juga . Lgs aku delete orangnya. Hiiih....

    Bingung yaaa, kenapa sih ga ada komentar lain kalo mau ngomong. Apa ga ngerti caranya jaga perasaan orang .. kok mulut nyablak banget. -_- ..

    BalasHapus
  4. Wkk...suka banget sama jawaban kak Ery.
    Tapi kalau yang negur orantua atau mertua, jadi beda lagi rasanya...

    Heuheu~
    Aku juga niih...kak Ery. Beneran jadi ogah makan begitu ada yang bilang "Len, tembem banget pipinya."
    Eerrggg~

    BalasHapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.