Berwisata Edukasi Di Makassar & Sekitarnya

Minggu, November 12, 2017

Gak terasa program kolaborasi blog yang diadakan oleh komunitas Kumpulan Emak-Emak Blogger bertajuk #KEBCollablog udah memasuki bulan ke-3. Dari grup saya dan teman-teman yang bernaung di bawah Grup Raisa sendiri udah menelurkan 4 trigger post, yang bisa kamu baca di sini.

Nah, di postingan saya kali ini menjawab trigger dari mak Indira yang udah diterbitkan di web KEB berjudul Mengedukasi Anak Saat Berwisata, saya pengen membahas tempat wisata bermuatan edukasi yang populer dan cocok dikunjungi bersama sang buah hati di Kota Makassar dan sekitarnya. Beberapa data yang tertulis saya ambil dari berbagai sumber.

Cekidot!

1. Pantai Losari

Pantai Losari
*pic from google

Siapa yang gak kenal kemasyuran Pantai Losari? Inilah icon Kota Makassar. Pantai yang membentang sepanjang 2 km ini sudah terkenal sejak zaman kolonial. Bahkan disebut-sebut bahwa sunset terindah di dunia adalah sunset yang tampak dari Pantai Losari.


Saat ini di Pantai Losari sudah lebih cantik dengan dibuatkan anjungan di sepanjang pantai dan dinamakan sesuai 4 etnis yang ada di Sulawesi Selatan yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Patung dada para pahlawan asal Sulawesi Selatan terpasang di sisi selatan lengkap dengan penjelasannya sehingga bisa dikenali dengan jelas. Selain itu patung lainnya yang merupakan ciri khas Kota Makassar juga terpajang di sini, seperti seni tari Pa'raga, becak, pesepak bola Ramang dan masih banyak lagi.

Pantai Losari
Jl. Penghibur, Makassar

2. Fort Rotterdam

Fort Rotterdam
*pic from wikipedia

Berada di pesisir pantai sebelah barat Kota Makassar, benteng ini berbentuk penyu yang merangkak turun ke laut. Itulah pada awalnya disebut Benteng Pannyua (benteng Penyu) sebagai filosofi dari Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan dan di lautan, seperti Penyu yang bisa hidup di darat maupun di laut.

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 kemudian berpindah tangan kepada Belanda dan berubah nama menjadi Fort Rotterdam lalu setelah masa kemerdekaan menjadi Benteng Ujung Pandang (Jumpandang), tapi tetap populer dengan nama Fort Rotterdam.

Benteng ramai dikunjungi baik oleh wisatawan maupun para pelajar yang ingin mempelajari sejarah kerajaan Gowa di Museum Lagaligo yang berada di dalamnya. Di dalam museum ini ada juga dipajang foto Andi Djemma Datu Luwu ke-36, kakeknya Atu.

Fort Rotterdam
Jl. Ujung Pandang, Makassar
Jam operasional : 08.00 - 18.00


3. Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar
*pic from quora.com

Museum Kota Makassar berisikan tentang sejarah Kota Makassar serta identitas penduduk dan budayanya yang pluralistik.

Museum ini menempati gedung Balaikota lama yang merupakan sebuah bangunan bersejarah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1916.

Museum Kota Makassar
Jl. Balaikota no.11 Makassar
Jam operasional : Pk. 08.00 - 15.30

4. Makam Pangeran Diponegoro


Makam Diponegoro
*pic from travelblog.com

Pahlawan nasional yang berasal dari Jawa ini memang wafat dan dikebumikan di Makassar. Tapi jangan kira makamnya adalah sebuah tanah lapang yang luas seperti makam keturunan ningrat Jawa pada umumnya. Makam Pangeran Diponegoro berada di dalam sebuah kompleks makam, tepat di pinggir jalan raya yang ramai karena di sekitarnya adalah kawasan pertokoan.
Di kompleks makam ini terdapat sebuah pendopo yang di dalamnya ada 2 makam berdampingan. Itulah makam Pangeran Diponegoro dan istrinya,  R.A. Ratu Ratna Ningsih. Di sekeliling pendopo itu ada banyak lagi makam lainnya, yakni makam anak cucu dan pengikut setia Pangeran Diponegoro.

Ada sebuah loket didalam kompleks makam. Di sini kita bisa dapat informasi melalui penjaga yang selalu ada di di situ.

Makam Pangeran Diponegoro
Jl. Pangeran Diponegoro, Makassar

Ada pula objek wisata edukasi yang terletak di kabupaten lain yang berdekatan dengan Kota Makassar, yaitu :

5. Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu
*pic from panoramio.com

Benteng ini adalah peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun oleh Raja Gowa ke-9 Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna pada abad ke-16. Oleh VOC, benteng ini telah dihancurkan namun masih menyisakan beberapa bagian, termasuk sebuah meriam sepanjang 9 meter dan seberat 9.500 kilogram.

Sehingga di tahun 1990 pemerintah daerah melakukan rekonstruksi bangunan dan menjadikan benteng ini sebagai Objek Wisata.

Benteng Somba Opu
Barombong, Kabupaten Gowa
Bisa melalui akses Jl. Daeng Tata, Makassar.
Jam operasional : Pk. 08.00 - 18.00

6. Makam Sultan Hasanuddin

Makam Sultan Hasanuddin
*pic from mostdestinationin

Terletak di Katangka, Kabupaten Gowa. Jarak tempuh dari pusat Kota Makassar ke makam Sultan Hasanuddin kurang lebih 20 menit.

Makam Sultan Hasanuddin terletak di dalam kompleks makam raja-raja Gowa, di mana di kompleks makam ini terdapat pula makam Sultan Alauddin, Raja Gowa yang pertama kali memeluk agama Islam dan mengembangkannya di Kerajaan Gowa. Di kompleks makam ini pula terdapat batu tempat raja-raja Gowa dilantik, yang disebut dengan Batu Pallantikang.

Makam Sultan Hasanuddin
(Kompleks Makam Raja-raja Gowa)
Jl. Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kab. Gowa.

7. Taman Nasional Bantimurung

Bantimurung
*pic from allindonesiadestination.com

Kawasan Taman Nasional Bantimurung dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 hingga 2 jam dari Kota Makassar. Tepatnya berada di perbatasan antara Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Taman Nasional ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun, dan goa yang merupakan habitat beragam spesies, termasuk kupu-kupu. Ada 20 spesies kupu-kupu yang terdapat di Bantimurung. Itulah sebabnya mengapa  Alfred Russel Wallace, ahli Biologi asal Inggris, Bantimurung dijuluki sebagai The Kingdom of Butter atau Kerajaan Kupu-kupu.

Taman Nasional Bantimurung
Perbatasan Kab. Maros & Kab. Pangkep
Jam operasional : sepanjang hari
THM : Rp. 25.000



Itulah 7 destinasi wisata edukasi yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya. Semoga bermanfaat buat kamu yang hobby traveling tapi juga ingin menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya jika dilakukan bersama sang buah hati.




25 komentar on "Berwisata Edukasi Di Makassar & Sekitarnya"
  1. Mungkin sedikit koreksi (atau pertanyaan?) soal nama benteng pannyua.
    karena setahu saya, bentuk penyu seperti yang sekarang itu adalah bentuk baru yang dibangun oleh VOC selepas kejatuhan kerajaan Gowa oleh Speelman.

    bentuk asli benteng yang dulunya bernama Benteng Jumpandang ini tidak diketahui lagi karena memang diratakan dengan tanah sebelum dibangun baru. nah, dari cerita ini agak aneh rasanya kalau filosofi penyu ini diambil dari kejayaan kerajaan Gowa, mengingat benteng ini dibangun oleh VOC dan bukan oleh orang Belanda.

    kayaknya ya.. setidaknya itu yang saya baca hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. setahu saya, bentuk Benteng Jumpaddang ini mengambil model salah satu benteng di Belanda sehingga disebut benteng kembar. ada juga Benteng Belgica di Banda Neira yang bentuknya serupa

      Hapus
    2. Makasih koreksi dan masukannya, Daeng Ipul dan Oppa LeBug.

      Hapus
  2. Dari 7 destinasi edu wisata diatas cuma beberapa yang baru didatengin. Kecuali makam makam itu ga pernah emang, takut 😂 apakah saya juga butuh edukasi kak perihal makam2 ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya... Biar tau juga seperti apa makam Sultan Hasanuddin.
      Jangan cuman makan saja ditau #eh hahaha...

      Hapus
  3. Sama, saya juga belum mengunjungi ke semua tempat wisata edukasi di atas. Tapi kayax harus juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi semuanya. hehe

    Bantimurung, the kingdom of butterfly yah kak maksdnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eyampuuun.. Hahah.. Baru saya perhatikan seksama itu, koq saya nulisnya "the kingdom pf butter" kerajaan mentega donk!! Haha..

      Makasih koreksinya dek.

      Hapus
  4. Ternyata baru beberapa yang saya kunjungi juga. Yang paling terbaru saya datangi itu Rammang-Rammang itupun karena pergi sama pacar yang tertarik dengan Instagram temannya yang baru dari sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rammang-rammang sekarang rame dikunjungi karena banyak yang ke sana dan aplot fotonya di media sosial.

      So, thanx to technology!

      Hapus
  5. Makassar memiliki banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi dan memiliki banyak ragam pengetahuan dan tentu saja cantik dan menarik. Tinggal bagaimana kita menjadi agar tetap menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tempat wisata harus terjaga, terutama yang mengandung nilai sejarah, karena dari situ kita bisa belajar.

      Hapus
  6. kalau area Makassar suka jalan-jalan ke Fort Rotterdam, suka ngumpul diskusi di taman rotterdam, sambil duduk2 di atas rumput, kalau benteng Somba Opu jadi langganan kalau ada kegiatan mahasiswa hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling asyik memang di Fort Rotterdam ya. Tempatnya di tengah kota, mudah dijangkau, bersih dan nyaman.

      Hapus
  7. Ada dua yang belum saya kunjungi, makm Sultan Hasanuddin dan makam Pangeran Diponegoro. Padahal sudah lama tinggal di Makassar, sebentar lagi lulus lalu tinggalkan kota metropolitan ini haha. Keknya wajib sempatkan untuk berkunjung nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samma! Saya juga belum pernah ke sana... Mau bareng? Hehe

      Hapus
  8. Dari tujuh tempat di atas, sudah lima tempat yang saya kunjungi kecuali yang makam Pangeran Diponegoro dan Makam Sultan Hasanuddin

    Di Museum Kota Makassar ada banyak koleksinya, seperti koleksi keramik, lukisan Sultan Hasanuddin, Latenritatta, Speelman, bahkan Ratu Wilhelmina juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih, jadi pengen deh ke Museum Kota. Belum pernah ka'.

      Hapus
  9. Dari beberapa tempat di atas,
    Biasanya yg makam-makam pahlawan yang jarang di kunjungi..

    Bdw baru tau juga bahwa sunset terindah di dunia adalah sunset yang tampak dari Pantai Losari..Kerna klw pengalaman peribadi, saya lebih suka lihat sunset dari dermaga Akarena. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pernah saya baca sih begitu, kalo sunsetnya Losari adalah yang terindah di dunia.

      Hapus
  10. Dari semua daftar di atas, masih ada dua tempat yang belum pernah saya kunjungi. Bahkan kadang kalau ada teman dari luar kota, bingung sendiri mau diajak jalan kemana padahal ada 7 destinasi ini yang bisa jadi referensi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal Faryl kan tinggal di Makassar, masa gak tau destinasi wisata sih? Hehe...

      Hapus
  11. Paling favorit mengunjungi pantai losari dan menikmati sunsetnya. Btw dari 7 destinasi di atas yang belum saya kunjungi, makam Dipenogoro, makam Sultan Hasanuddin dan Museum Kota Makassar yang lain alhamdulillaah sudah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tuh pengen banget ke Museum Kota, tapi belum sempat-sempat

      Hapus
  12. tulisan menarik tentang wisata edukasi di Makassar. Lebih dianjurkan untuk ke Benteng Rotterdam deh, karena kawasan lebih asri dan ramai. Bisa banyak belajar di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes recommended banget Fort Rotterdam untuk dikunjungi.

      Hapus

Kalau kamu suka dengan tulisan ini silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.