Shenzhen-Macau-Hong Kong 2018

Minggu, Juli 15, 2018

Assalamu alaikum,
Hola manteman pencinta jalan-jalan!

Liburan telah usai dan sekarang kita udah kembali ke rutinitas harian, seperti bekerja, mengantar anak sekolah, dan sebagainya.
Gimana dengan liburan kemarin? Diisi dengan kegiatan apa? Well, apapun itu, semoga aja bisa bersantai dengan tenang skaligus juga menambah semangat untuk kembali beraktivitas dan semakin mendekatkan keluarga satu sama lain. Bukankah emang itu tujuan liburan?

Kalo saya sendiri, liburan kemarin menurutku adalah doa yang diijabah Allah. Sejak setahun lalu saya udah kangen pengen kembali berlibur ke Hong Kong. Gak cuman saya simpan dalam hati, tapi juga saya sampaikan ke Atu, bahkan sering saya posting di medsos, seperti di Path.

Postinganku di Path setahun lalu

Baca juga : Flashback Hong Kong - Macau 2012

Sebenarnya anak-anak udah kami janji untuk liburan ke luar negeri di tahun ini, walopun tujuannya belum diputuskan ke mana. Hingga akhirnya Faizah mulai merengek minta dibawa main di Disneyland karena sering lihat di YouTube. Jadinya, Atu ikutin maunya Faizah deh dan kami pun memilih Hong Kong sebagai destinasi liburan, karena ada Disneyland di sana.

Kami berangkat di akhir Juni 2018 melalui sebuah travel yang keagenannya oleh Kak Shany, teman Atu. Banyak yang nanya harga paketnya, murah banget! Hanya Rp.6.500.000/orang, sudah include dengan tiket masuk ke wahana wosata, seperti Disneyland dan Splendid China. So, perjalanannya akan saya tulis perhari ya...

Day 1
Hong Kong - Shenzhen

Dengan pesawat Garuda Indonesia kami berangkat menuju ke Jakarta jam 8 pagi WITA, tiba jam 9 WIB. Lalu jam 12 teng kami pun boarding menuju ke Hong Kong menempuh kurang lebih 4 jam perjalanan dan tiba jam 4 sore waktu Hong Kong. Selama di pesawat, Faizah anteng banget. Senang dia soalnya udah kebayang Disneyland kali ya? Hehe... Ditambah lagi dia pilih duduk di dekat jendela pesawat, "mau lihat awan" katanya 😍

Sesaat tiba di Hong Kong

Setibanya kami di Hong Kong, pihak travel sana udah menjemput dan sampein kalo kita akan langsung ke kota Shenzhen. Kaget juga sih kami, soalnya Shenzhen gak ada dalam itinerary. Saya dan Kak Shany sempat komplen karena rencana di Hong Kong hari pertama itu sudah kami atur sedemikian rupa, tapi Atu ingatin kami untuk ngikut aja sama pihak travel sana. Ya udin, nunut deh kami, daripada berpanjang lebar... 

Perjalanan dari Hong Kong ke Shenzhen hanya 1 jam bermobil. Di perbatasan kota, ada pemeriksaan dokumen, seperti paspor, visa, termasuk juga barang yang mesti melewati mesin scan seperti di bandara. Tujuan pertamanya makan malam dulu karena udah jam 7 malam. Makannya di sebuah restoran halal. Setelah itu kami dibawa ke pusat perbelanjaan yang terkenal dengan jualan produk KWnya yang murah, yaitu Louhu. Kalo di Makassar, sekelas MTC lah. Setelah itu kami diantar ke hotel Royal Century ⭐⭐⭐⭐⭐. Hotel bintang 5 yang tampaknya sudah berusia 10 tahun lebih.

Royal Century Hotel, Shenzhen

Baca juga : Pudu Plaza Hotel Kuala Lumpur

Day 2
Shenzhen

Pagi hari usai sarapan, kami mengunjungi Pabrik Perhiasan dan Museum Mineral, well... Itu sih bahasa marketingnya guide aja, hehe.. Yang bener tuh Toko Perhiasan yang maksa-maksa suru beli dan Klinik Sinsei yang katanya bisa mendeteksi penyakit kita lalu suru beli obat yang mereka jual! Haha... Jebakan Batman sih ini namanya 😈

Selesai makan siang di sebuah resto yang menyediakan bir -haha- kami pun minta untuk dibawa ke mall dulu, the real mall we meant, bukan yang kayak Louhu. Kami pun diantarkan ke The Mix C, salah satu mall besar di Shenzhen yang sebagian besar tenantnya adalah merk high end terkenal, seperti Prada, Gucci, Miu-Miu dan lain-lain. 

Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke Splendid China Folk Park untuk menyaksikan show panggung budaya China yang sangat kaya dengan busana yang cantik dan tata panggung yang spektakuler. Luas area Splendid China sebenarnya ada 30 hektar, tapi kami gak sempat berkeliling karena butuh waktu seharian untuk itu. Setelah nonton show, kami langsung makan malam di resto yang ada dalam kawasan Splendid China.  

The Mix C Mall
Gerbang Splendid China
Pertunjukan di Splendid China
Dong Men Pedestrian Street

Keluar dari Splendid China, perjalanan kami lanjutkan ke Dong Men Pedestrian Street. Sebuah kawasan pusat perbelanjaan yang juga murah meriah, tapi kami lebih memilih masuk ke mal yang ada di sana. Lumayan gede, dan saya temukan toko NoMe, yang serupa dengan Miniso dan Usupso, menjual barang-barang unik dengan harga terjangkau. Saking terjangkaunya, saya dapat kacamata seharga 19,90 Yuan alias Rp.40.000! Ya gini deh emak-emak irit, dapat barang bagus harga murah serasa prestasi membanggakan 😛

Day 3
Shenzhen - Macau - Hong Kong

Jam 7 di pagi hari, kami langsung cuzz ke pelabuhan ferry untuk menyeberang ke kota Macau. Berhubung kami gak sempat sarapan di hotel, maka kami terima sarapannya di box. 

Sebenarnya ada cerita unik dari kota Shenzhen yang perlu kamu ketahui, mulai dari gak bisa akses aplikasi internet, tanggal kadaluarsa produk kemasan, dan sebagainya. Tapi sabar... Detailnya akan saya ceritakan secara terpisah.

Ok, lanjut cerita...
Kapal Ferry kami berangkat jam 8 ke Macau. Hanya 1 jam perjalanan. Ferrynya enak, gak goyang. Tiba di Macau, kami udah dijemput lagi sama travel dan langsung kami sampaikan kalo kami hanya pengen 5 jam aja di Macau, karena kami pengen langsung ke Hong Kong.

The Venetian
The Ruin's of St.Paul Church
Faizah yang mulai kecapean

Baca juga : Traveling Untuk Kesehatan Mental

Akhirnya kami dibawa ke tempat-tempat yang iconic sesuai permintaan kami, yang pertama ke The Venetian dulu karena letaknya cukup dekat dari pelabuhan. The Venetian adalah bangunan yang di dalamnya dibuat seperti kota Venesia, Italia, lengkap dengan kanal buatan untuk disusuri dengan gondola. Ada area judi, hotel dan juga mall. Belum ke Macau kalo gak ke The Venetian!

Puas foto-foto di Venetian, kami dibawa ke toko Kue Labu yang katanya sih paling terkenal di Macau dengan Kue Suami dan Kue Istri-nya. Tapi kami di sana hanya icip-icip doank, gak beli, hihii... Lumayanlah bisa cobain Kue Suami yang asin dan Kue Istri yang manis. 😋

Setelah itu kami cuzz ke The Ruin's Of St. Paul Church, yang merupakan bangunan yang jadi ikonnya Kota Macau. Reruntuhan bangunan sebuah gereja yang hanya tersisa bagian depannya aja. Di kunjungan saya tahun 2012 lalu gak sempat foto di sini karena hujan, nah dikunjungan yang sekarang saya puas-puasin deh fotonya! Hihi..

Matahari bersinar sangat terik dengan suhu kurleb 35℃ dan kami harus jalan agak jauh ke parkiran bus. Faizah mukai terlihat capek kayaknya... Hihi, gapapa ya nak, semangattt! 💪

Setelah makan siang, kami pun bergegas ke pelabuhan Ferry untuk penyeberangan ke Hong Kong. Jarak tempuhnya sama dengan Shenzhen - Macau yaitu 1 jam. Kali ini karena udah capek, kami pun tertidur di Ferry.

Tiba di Hong Kong kami dijemput oleh pihak travel. Kali ini tour guidenya beda lagi, namanya Mr. Kenny. Dari pelabuhan kami langsung dibawa ke The Victoria Peak, yang untuk ke sana kami harus naik kereta The Peak Tram dengan kemiringan 20°. Sampai di tujuan, kami langsung masuk ke Museum Patung Lilin Madame Tussauds. Istimewa banget Madame Tussauds kali ini karena ada juga dipamerkan karya Yayoi Kusama, lengkap dengan patung lilinnya yang mirip banget kayak manusia. Yayoi Kusama adalah seorang perupa asal Jepang yang nyentrik. Di Jakarta, karyanya sedang dipamerkan bertajuk Museum Macan. Lagi hits banget! "Kalau bukan karena seni, saya mungkin sudah bunuh diri." katanya. Haha, ada-ada aja 😅

Setelah hampir semua patung lilin para artis dan tokoh diajak untuk foto bareng #eh 😁 kami pun berfoto di The Peak Tower dengan latar belakang pemandangan kota Hong Kong.

Malam harinya kami makan di Restauran Indonesia. Menunya enak, pas di lidah kami. Ada Sate, Gado-gado, Telur Bumbu Bali dan sebagainya. Ownernya China Indonesia dan tamunya gak cuman orang Indonesia, tapi banyak juga orang lokal yang datang makan di sana.

Lalu, kami pun diantar ke hotel Silka Tsuen Wan ⭐⭐⭐⭐Lokasinya di daerah Lam Tin Street, Kowloon. Kami dapatnya 1 kamar dengan 3 single bed + toilet dengan bath tube dan 1 kamar lagi yang double bed + toilet dengan shower. Nyaman banget deh! I recommended to you 👍

Madame Tussauds
Jadi keluarga Kerajaan Inggris di Madame Tussauds
The Peak Tower dengan latar belakag kota Hong Kong
Restauran Indonesia
Suasana dalam hotel dan lingkungan sekitar
Atas : Kamar dengan 3 beds + wc bathtub
Bawah : Kamar dengan double bed + wc shower

Day 4
Hong Kong

Hari ke-4 ini adalah hari yang istimewa buat Faizah, soalnya hari ini jadwalnya bermain di Disneyland. Yeayyy!!! 🎉🎉🎉

Jam 9 kami udah otw ke sana, tiba jam 10. Rupanya udah rame aja nih Disneyland. Faizah senang banget bisa main di hampir semua wahana dan bisa foto bareng dengan beberapa karakter kartun Disney yang ucul-ucul. Bahkan Faizah ikut parade bareng tokoh-tokoh dari Toy Story.

Baca juga : Traveling Tanpa Faizah & Tipsnya

Jam 4 sore kami tinggalkan Disneyland, lanjut ke Ladies Market, sebuah pusat perbelanjaan kaki lima yang murah meriah, gak pake mencret 😜 tapi di sekitarnya pun ada banyak toko branded, seperti H&M, Nike, Vans, Nature Republic, dan sebagainya. Makin malam suasana Ladies Market makin rame. Selesai belanja, kami pun nongkrong di Starbucks lalu pulang kembali ke hotel naik MRT lanjut bus. Inilah untuk pertama kalinya Faizah naik MRT.

I'm going to Disneyland 🎶
Di tempat yang sama dan waktu yang berbeda

Ladies Market

 


Day 5
Hong Kong

Hari kepulangan pun tiba, tapi masih ada waktu untuk berkeliling sebelum ke airport. Pertama kami dibawa -lagi dan lagi- ke pabrik berlian, yang buntut-buntutnya disuru beli, haha.. Tapi kami tetap tak tergoda. Setelah itu berfoto di Garden of Stars, kawasan tempat dipamerkannya cap tangan dan foto artis-artis terkenal Hong Kong. Kalo di tahun 2012 lalu saya ke sana, area ini berada tepat di pinggir jalan raya, di tahun 2018 ini rupanya udah dipindahkan. Jadi kami harus naik lift dulu dan taman artisnya itu ada di atas jalan.

Setelah itu kami makan siang di Restauran Indonesia lagi. Yay.. Makan enak lagi! 😋 dan ini kesempatan kami berfoto di trotoar jalan depan Restauran Indonesia, mumpung lagi sepi.

Akhirnya jam 5 sore kami udah harus ke airport, walaupun pesawatnya jam 9 malam. Gapapa lah ya, soalnya harus makan malam dulu juga di airport. Hong Kong International Airport ini guede buanget!! Dan merupakan salah satu airport tersibuk di dunia.

Pica berakting di Garden of Stars
Lukisan 3D di Garden of Stars
Suasana Tsim Tsa Shui

Day 6
Kuala Lumpur - Jakarta

Sebenarnya liburan ini gak termasuk ke Kuala Lumpur dan Jakarta, hanya transit doank. Tapi gak apa ya saya tuliskan juga pengalaman saya di sana...

Jadi ceritanya pesawat kami dari Hong Kong ke Kuala Lumpur yakni Air Asia, berangkat jam 9 malam, tiba jam 1 dini hari. Lalu pesawat selanjutnya ke Jakarta jam 6 pagi. It means kami harus menunggu selama kurleb 5 jam, demgan maskapai yang sama.

Selama menunggu ini kami tiduran aja. Tadinya sih pengen ngeteh atau ngopi gitu, tapi di area kedatangan internasional sebagian besar cafenya lagi tutup. Ya udah, kalo gitu kami bobo aja. Gak cuman kami yang tidur di area kedatangan ini, buanyak banget traveler yang lagi tidur, ya di lantai, di atas karpet, juga di kursi. Saya sih prioritas kenyamanan Faizah. Untungnya ada semacam tempat duduk di bawah pohon artifisial yang muat buat Faizah. Bobo deh dia di sana. Huaa... Terharu lihatnya, jadi langsung mikir "anakku kuat banget, bisa beradaptasi dengan semua sikon. Ya bobonya, ya makannya, semua gampang. Gak ribet". Alhamdulillah ya... 🙏

Cafe di ruang tunggu KLIA2
My bolang, bisa bobo di mana aja

Setelah melaksanakan sholat Subuh di mushollah terdekat, kami pun bergegas ke area keberangkatan. Untungnya ada cafe yang udah buka di dekat ruang tunggu kami. Segelas kopi dan roti cukup banget buat mengisi perut jelang pagi.

Akhirnya jam 6 teng pesawat kami berangkat ke Jakarta. Hanya 2 jam udah nyampe lagi. Di bandara Soekarno Hatta Jakarta, Sherief dan Ika (adik dan iparku) udah nunggu. Karena katanya penerbangan kami berikutnya ke Makassar akan terbang jam 12 siang, kami pun keluar airport dulu untuk makan siang.

Baru juga keluar dari airport, kak Shany nelfon kalo pesawat kami ditunda ke jam 6 sore. Atu, Alifah dan Nadhif sih udah mulai agak kesel, mungkin karena kecapean juga. Tapi saya ingatkan lagi, gak usah ngeluh, ikuti aja alur perjalanan ini. Kami pun makan siang dengan santai di Central Park Mall, lalu shopping, kemudian ngopi di Mal Taman Anggrek. Jam 4 kami kembali ke airport untuk penerbangan selanjutnya ke Makassar.

Liburan yang menyenangkan buatku 😊 Kalopun ada jadwal yang gak sesuai dengan yang ada di itinerary dan lain sebagainya, saya sih ikutin aja. Seperti jadwal kami yang langsung ke Shenzhen padahal gak ada di itin, pikirku "kapan lagi bisa ke Shenzhen? Udah syukur dari 2 kota di intinerery, jadinya malah dapat 3 kota". Lalu, kota Shenzhen yang gak bisa mengakses aplikasi sosmed seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, Line dan sebagai, yang sempat bikin BT tapo akhirnya bikin saya sadar "ternyata tanpa sosmed saya masih hidup!" Haha.. hitung-hitung detox sosmed selama liburan kan bikin liburan gak terganggu. Dan yang terakhir adalah jadwal kepulangan kami yang mundur hingga 6 jam, gak jadi masalah buatku. Toh, gak ada yang tunggu juga di Makassar, karena kami berangkatnya lengkap sepaket. Selain itu kalo kami pulang lebih lama kan berarti bisa lebih lama hang out dengan Sherief dan Ika.

Baca juga : Kun Fayakun!

Hang out bareng Sherief & Ika di Jakarta

Jadinya liburan ini banyak ngasi ujian kesabaran buat saya, tapi banyak juga hikmah yang bisa saya petik. Intinya sih bersyukur memang lebih pas, daripada ngeluh kan? Toh, semuanya having fun selama liburan. Yeay! 🎉🎉🎉

Oiya, foto-foto dari liburan ini bisa kamu lihat di Instagram saya yaa 😉