Menikmati Sate Korea di SEORAE

Kamis, Mei 03, 2018

Assalamu alaikum, manteman.
Bentar lagi udah weekend. Ada rencana ke mana bareng keluarga bermalam minggu?
Kalo saya sih biasanya malam minggu paling juga ngemall bawa Pica main atau makan malam di resto atau cafe yang baru buka di Makassar.

Seperti pada malam minggu kemarin, saya dan keluarga menikmati makan malam di Ground Eat & Drink yang terbilang cukup baru buka di Makassar, tepatnya di Jl. Hertasning. Ground Eat & Drink ini sebenarnya sebuah gedung yang terdiri dari 3 resto di dalamnya, yaitu Seorae Korean Charcoal BBQ, Pappa Jack dan Pat Bing Soo. Karena Atu lagi doyan masakan Korean, kami makannya di Seorae yang terletak paling ujung dekat tangga masuk area Ground Eat & Drink.

Ground Eat & Drink
Seorae

Cerita ini harus dipublish di blog, soalnya biasanya ada orang (sebut saja dia "FOLLOWER" 😁) yang kalo udah lihat postinganku di medsos abis makan atau hang out di mana, pasti besok-besok dia akan datang juga ke sana. But it's ok, hitung-hitung saya mendulang pahala karena udah berbagi informasi dan meramaikan tempat makan orang, kan yaa?

Tentang SEORAE

Seorae Korean Charcoal BBQ adalah resto yang khusus menyajikan masakan Korea, mulai dari Kimchi hingga Kkochi Platter. Resto ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 2013 tepatnya di Pantai Indah Kapuk Jakarta. Aslinya ya emang dari Korea Selatan. Nama Seorae berasal dari daerah Banpo-dong, kawasan muda di Seoul, yang merupakan refleksi dari pembauran kebudayaan tradisional Korea dan pengaruh budaya barat.  Di beberapa outlet Seorae tersedia menu non halal, tapi untuk outlet di Makassar Insya Allah semua menunya halal koq.

Di Makassar sendiri Seorae beroperasi sejak tanggal 12 Maret 2018. Restonya lumayan luas, sepertinya sih muat untuk 100 seats dengan ruangan berbentuk segi empat dengan sekat pendek di bagian tengah berupa tanaman artificial. Dindingnya banyak tergantung ornamen khas Korea. Kursinya unik, seperti terbuat dari rotan padahal bukan #eh. Di atas setiap meja ada cerobong pengisap asap (exhaust) biar pengunjung gak terganggu dengan asap saat pemanggangan makanan.

Baca : Menikmati Mie Dingin di JEONJU

Meja dan kursi untuk pengunjung
Area saji
Tangga menuju Pat Bing Soo

Di bagian depan resto ini ada tangga menuju ke resto lainnya, yakni Pat Bing Soo yang khusus menyediakan menu dessert, seperti smoothies, es khas Korea dan sebagainya.

Menu Pesanan Kami

Kami makannya standard aja, dedagingan yang dipanggang. Maklum, kami sekeluarga termasuk karnivora, haha 😅. Pesanan kami yaitu Kkochi Platter atau Korean Satay, daging lidah (apalah itu nama Koreanya), nasi putih dan minumnya Ocha dingin.

BANCHAN [free]

Seperti biasa di resto-resto Korea, sebelum makanan utama kita datang, disajikan dulu side dishes atau Banchan. Dalam tradisi makan ala Korea, Banchan adalah menu wajib yakni lauk-pauk sampingan yang dihidangkan dalam piring kecil untuk dimakan oleh beberapa orang. Banchan ini dihidangkan dalam porsi kecil dengan maksud untuk dihabiskan sekali makan.

Banchan yang tersaji di meja kami malam itu ada Kimchi, Braised Potato (kentang dengan kuah kental), Korean Hotteon (martabak Korea), Seasoned Spinach (bayam berbumbu), Macaroni Salad, Sweet Cassava (ubi manis), Ssamjjang (semacam sambel), Seasoned Lettuce (selada yang terasa agak asin). Tapi jangan khawatir, Banchan yang tersaji ini semuanya gratis! Kalo Faizah sih sukanya makan nasi putih dicampur aneka Banchan seperti Macaroni Salad atau Braised Potato.

Atu, Alifah & Banchan

Gak lama kemudian menu utama pun dikeluarkan, yaitu sate dan lidah yang masih mentah. Kemudian Mas Waiter membawa arang yang sudah menyala dan menyiapkan alat pemanggangnya. lalu, atraksi pun dimulai!

Menu mentah dan arang yang sedang disiapkan

KKOCHI PLATTER [Rp.108.000]

Yang pertama dipanggang adalah Kkochi Platter alias Korean Satay. Satenya terbuat dari irisan tipis daging sapi yang membungkus beragam isian, ada Rice Cake, Keju, Kimchi, Jamur dan Daun Bawang yang masing-masing dapat 2 tusuk, jadi total seporsi Kkochi Platter ada 10 tusuk.

Pemanggangannya mesti agak lama biar dagingnya matang sempurna hingga ke isiannya. Si Mas Waiter terlihat lincah banget membolak balikkan satenya biar gak sampe hangus. Setelah matang, sate pun disajikan, dan... isian keju yang langsung jadi rebutan, heheh. Makannya bisa dicocol di bumbu sambel atau minyak wijen dan kecap asin yang tersedia, bisa juga dimkan langsung. Ternyata, sate Korea ini endang s.taurina bangets rasanya! Keju mozarellanya itu meleleh terasa di lidah. Pantes aja kalo menu ini jadi favorit pengunjung.

Yum!
Mas Waiter sedang beraksi

Lalu seperti biasa, kalo ada menu yang suami atau anak rasa gak suka, pasti saya yang kebagian, yaitu yang isian daun bawang dan kimchi. saya sih embat aja semuanya, hihiii... Maklum, di lidah saya kan hanya ada 2 rasa, yaitu enak dan enak sekali 😝

Baca juga : Tragedi Buah Pisang & Bau Ketek di Tanah Suci

TONGUE SLICES (lupa nama dan harganya, hohoho...)

Daging lidah yang jadi favorit Alifah dipanggang setelah grill pemanggangnya diganti. Emang harus diganti karena kerak bekas panggangan sate tadi udah nempel di grill. Kalo daging lidah ini gak butuh waktu terlalu lama untuk dipanggang biar gak jadi alot dan hangus. Daging lidahnya diiris tipis

Kkochi Platter & Tongue Slices

Menu Lainnya

Selain menu yang kami pesan, ada banyak menu lainnya seperti Cheese Buldak (Rp.98.000), Dolsot Bibimbap (Rp.72.000), Bento Box (Rp.42.800) dan masih banyak lagi.



Soal harga emang relatif ya. Saya bilang mahal, kamu belum tentu anggap mahal. Untuk menu yang kami pesan tersebut di atas, Atu bayar kurang lebih Rp.400an ribu. But then, ada harga ada rasa, yakan? 😊

Atu lagi ngecek bill, hihii...


SEORAE Korean Charcoal Grill
Ground Eat & Drink
Jl. Hertasning Makassar