HALO MAKASSAR - Dari Suara Turun Ke Hati

Selasa, April 10, 2018

Hello pencinta film!
Assalamu alaikum...

Hari Sabtu tanggal 7 April 2018 lalu, saya dan beberapa teman blogger mendapat kehormatan diundang oleh Finisia Production, sebuah production house asal Makassar, untuk menghadiri Gala Premier film Halo Makassar 

Setelah sebelumnya kami diundang di acara launcing poster dan trailernya pada akhir bulan Januari lalu, akhirnya jadwal tayang film Halo Makassar ditetapkan tanggal 12 April 2018 nanti.

So, sebelum kamu tonton di layar bioskop kesayangan kamu, baca dulu sinopsisnya ya...


Seperti yang sudah saya tulis sekilas pada tulisan saya sebelumnya, film ini bercerita tentang cinta yang tumbuh antara penumpang dan operator taxi. Adalah Diat (Rizaf Ahdiat), seorang composer dari Jakarta yang sedang mengerjakan sebuah proyek musik di Makassar. Taxi adalah moda transportasi yang digunakan oleh Diat untuk mengantarnya ke mana pun. Saat mendengar suara sang operator taxi yang bernama Anggu (Anggu Batari), Diat lantas ngaku, "jadi senyum-senyum gak jelas gimana gitu..." begitu katanya. ๐Ÿ˜ƒ

Diat pun merekam suara Anggu lewat tape recorder yang selalu dibawanya ke mana-mana. Dari tape recorder itulah konflik bermula, yang menyebabkan Anggu diskorsing dari tempat kerjanya.

Ya, begitulah cinta. Gak peduli datangnya dari mana, bahkan belum pernah ketemu sekalipun, bisa membuat orang mabuk kepayang, apalagi ternyata Anggu pun merasakan hal yang sama seperti Diat.

Foto bareng Ibu Maya, Kadis Pariwisata Kota Makassar & Anggu Batary, pemeran Anggu

Premier Halo Makassar

Well, film ini memang ringan, seringan karoppo hahha.. ๐Ÿ˜†Nontonnya gak perlu pake mikir. Ikuti aja alurnya yang mengalir, pasti bakal terhibur. Apalagi dengan kehadiran Bimbi dan Mellong yang bikin ngakak, juga Tumming dan Abu yang tampil sebagai cameo dalam satu scene.

Sebagian besar para artis adalah wajah-wajah baru di dunia perfilman, tapi akting mereka terlihat natural, terutama Anggu dan Mellong. Menurut saya merekalah bintang sesungguhnya dalam film ini. Sedangkan Rizaf Ahdiat terlihat masih agak kaku dalam berakting. Jujur aja, saya kurang suka dengan karakter Diat di film ini yang digambarkan sebagai orang yang cuek. Menurut saya sih itu bukan cuek, tapi udah dalam taraf gak beretika. Masa' diajak ngobrol sama yang ngasi proyek, eh doi malah asyik dengar musik dari earphone dan gak ada eye contact sama sekali. Huh! ๐Ÿ˜ค Apa ini emang karakter aslinya Rizaf Ahdiat? Soalnya di acara Meet & Greet kemarin dia tampil di atas panggung dengan gaya (sok) cueknya lengkap dengan tangkai permen (apa tusuk gigi?) yang keluar dari bibirnya. Hmm... ๐Ÿ˜

Ki-ka : Ihdar Nur (Sutradara), Amril Nuryan (Produser), Rizaf Ahdiat (Diat), Anggu Batary (Anggu) & Erick (MC)

Buat warga Makassar pasti film ini terasa "dekat" karena dialek yang digunakan adalah dialek Makassar. Kalopun ada logat Jakarta itu karena Diat ceritanya datang dari Jakarta. Selebihnya ya Bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang lazim kita dengar.
Oiya, selain filmnya, soundtrack filmnya keren banget menurutku. Lagu bergenre pop rock berjudul Di Mana Kamu yang dinyanyiin Ren feat. Eien menjadikan film ini gak kalah sama film-film produksi ibukota, lebih berkelas.

Para pemain film Halo Makassar & Ren feat. Eien yang tampil menyanyikan soundtrack film

So, catat tanggal mainnya yaa...
12 April 2018
Cuzzz... Ke bioskop-bioskop yang menayangkannya!