Cari Busana Etnik? Ke MaRI's Market Aja!

Senin, Februari 26, 2018

Pakaian sejak dulu sudah menjadi bagian penting dalam masyarakat. Ada banyak jenis busana yang bisa kita pakai sekarang ini. Mulai dari yang jenisnya casual, feminine, tomboy, hingga etnik.

Saat ini busana etnik kembali eksis dan digemari. Para designer seperti berlomba-lomba berkreasi seapik mungkin, menciptakan busana cantik berbahan kain khas nusantara. Para pencinta fashion pun cukup kreatif memadupadankan busana etnik yang mereka pakai dengan aksesoris yang senada, semakin menambah daya pikat penampilan mereka. Dan Yellow Project cukup jeli menangkap momen ini.
Yellow Project adalah event organizer yang telah hadir sejak 6 tahun lalu di Makassar dan berpengalaman menyelenggarakan acara-acara berkualitas, seperti event corporate, pesta pernikahan, expo, pameran dan sebagainya, di tanggal 21 Februari hingga 4 Maret 2018 ini menggelar MaRI's Market di Mal Ratu Indah Makassar.


MaRI's Market merupakan pameran multi product, dimana yang dihadirkan kebanyakan adalah produk fashion. Sebanyak 30 tenant berpartisipasi dalam pameran ini, diantaranya ada Adam Batik, Maleeka, Ayyana Mode, RnB dan masih banyak lagi. Ada juga tenant khusus aksesoris seperti Permata Lombok dan Mutiara Lombok. Selain itu ada pula 3 tenant otomotif, yakni Wuling Motors, Bosowa Berlian Motors (Mitsubishi) dan Honda Remaja Jaya. Juga ada travel wisata dan reliji dari PT. Permata Tour & Travel - Haji & Umroh, yang tentu saja selama pameran berlangsung akan memberikan penawaran menarik.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas tentang busana etnik, di pameran MaRI's Market ini sebagian besar tenant fashionnya menjual busana etnik, seperti batik, sasirangan, tenun ikat, batik lontara dan sebagainya. Untuk produk etnik saja, ada kurang lebih 12 tenant. Pameran ini tentunya jadi surga buat para pencinta busana etnik. Tidak hanya produk wanita, buat pria pun ada.








Baca juga : Tampil Modis Dengan Kebaya Modern

Appi Sayuti selaku CEO Yellow Project memang merupakan salah satu designer busana etnik kenamaan di Kota Makassar. Menurutnya, sudah saatnya perancang lokal memajukan hasil industri  daerah sendiri, termasuk kain khasnya. Apalagi motif dari kain khas suatu daerah memiliki makna filosofis tersendiri yang tentunya mengandung nilai-nilai kebaikan dan kearifan lokal. Aksara lontara sendiri terdiri dari 23 huruf untuk lontara Bugis dan 19 huruf untuk lontara Makassar, dimana bentuk dasarnya berasal dari Sulape Eppa Walasuji. Sulape Eppa berarti segi empat dan walasuji berarti pagar bambu yang digunakan pada ritual adat.

Sarung batik lontara oleh Appi Sayuti

Sebagai official blog untuk pameran MaRI's Market ini, saya, Awie dan Qiah yang tergabung dalam squad Sanneng Talks turut berbangga karena dengan hadirnya MaRI's Market, para pencinta busana etnik sudah tau akan berbelanja di mana untuk produk yang berkualitas dengan harga relatif terjangkau. Bahkan direncanakan ke depannya, pameran ini akan diadakan 3 kali dalam setahun demi memenuhi kebutuhan masyarakat Makassar dan sekitarnya.

Baca juga tulisan Awie :
MaRI's Market, Destinasi Shopping Busana Muslim Terkini
dan tulisan Qiah :
MaRI's Market 2018, Pameran Fashion & Accessories di Mal Ratu Indah



Blogger #SannengTalks

Jadi, tunggu apalagi? Segera ke MaRI's Market yang masih akan hadir hingga tanggal 4 Maret 2018.