Tentang Aku & Kerjaan Atu

Senin, Januari 08, 2018
Yuhuuu...
Senin lagi, Sanneng Talk lagi!!!
Sekarang udah masuk edisi ke-15 dan giliran Qiah yang ngasi tema.
Temanya : Seberapa sering terlibat sama kerjaan suami?

Kalo dirunut-runut ke belakang, sepertinya Qiah demen banget bahas tema tentang keluarga, hihiii... But it's ok lah yaow, saya sih senangnya bahas apa aja, termasuk tema keluarga seperti ini, walopun tetap dengan prinsip : gak boleh mengumbar terlalu dalam. Catet!

So, kita bahas sesuai tema.


Suami saya, yang dipanggil Atu oleh kami, adalah seorang ASN alias Aparatur Sipil Negara alias PNS - kalo PNS tau kepanjangannya kan? 
Saat ini Atu bertugas di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) atau yang dulunya disebut Dinas Perizinan.

Sebagai istri seorang ASN, otomatis saya tergabung dalam organisasi istri ASN, yang lebih dikenal dengan nama Dharma Wanita. Aktif di DW adalah salah satu bentuk dukungan saya kepada suami.

Baca juga : Dharma Wanita

Di acara Dharma Wanita

Apakah saya tau banyak tentang kerjaan Atu di kantor? 

Secara garis besar saya tau donk kerjaannya. Sebagai abdi negara, pelayan masyarakat, untuk pengurusan izin usaha seperti hotel, restoran, dan semacamnya. Kadang beberapa teman yang punya usaha minta dihubungkan dengan Atu untuk pengurusan izin usahanya. Lantas, apakah saya terlibat dalam urusan pekerjaannya? Tentu tidak!

Hellooo...
Emangnya ini kerjaan dari perusahaan nenek moyang loe, Ery? 😜

Saya gak pernah ikut campur urusan pekerjaan Atu. Atu pun gak pernah cerita tentang pekerjaannya kalo dianggap saya gak perlu tau. Saya juga gak pernah nanya-nanya kalo gak ada yang penting.

Kadang sih saat pertemuan DW, saya dengar sedikit cerita tentang ini itu, termasuk info seputaran kantor Atu, tapi palingan saya cuman bilang "ooh..." atau "ah, masa?". Soalnya kalo gak ada hubungannya dengan Atu, apalagi saya, ya ngapain juga berpanjang lebay. Ya gak?


Adapun hubungan saya dengan teman-teman kantornya Atu yang sekarang ini tidak terlalu akrab sih, bahkan beberapa belum saya kenali. Namanya juga baru setahun di Dinas DPM-PTSP, tentu aja belum seakrab teman-teman di Dinas Pariwisata yang hampir 5 tahun Atu bertugas di sana. Di mana kami bahkan udah liburan bareng ke Bali, Hongkong hingga Eropa.


Paris - 2014

Itu aja sih tentang keterlibatanku terhadap kerjaannya Atu. Karena menurut saya, kalo suami adalah seorang pegawai atau karyawan apalagi ASN, istri gak boleh ikut campur dalam pekerjaannya. Apalagi kalo pekerjaan itu menyangkut orang banyak atau pelayanan publik. Yang lebih parah kalo udah menyangkut masalah kebijakan, termasuk terkait keuangan. Bisa-bisa akan berdampak buruk hasilnya. Hohoho... Jangan sampai deh! 😣

Intinya yang penting tetap mendukung secara positif dan memberi semangat tanpa perlu turut campur tangan. Kan dibalik suami yang sukses pasti ada istri yang selalu mensupport.

Di kantor Atu

Nah, kalian pengen tau seperti apa dukungan Qiah pada kerjaan Ayah ZAM? atau bagaimana Awie mendampingi Paksu dalam bekerja? Baca di sini :


So, kalo kamu sendiri gimana? Apakah juga terlibat dalam pekerjaan suami? Cerita di kolom komen donk! 😉