Sabtu, Januari 27, 2018

Ruang Tamu Nyaman Bersekat


Di era tekhnologi sekarang ini, berhubungan dengan orang sudah semudah menggerakkan jempol. Mengetik pesan lewat aplikasi komunikasi di perangkat gawai alias gadget sudah menjadi aktivitas sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan.

Kalo jaman dulu orang masih sering mengunjungi satu sama lain dari rumah ke rumah, sekarang hal itu sudah jarang bahkan hampir tidak pernah lagi dilakukan. Tinggal ambil gadget, langsung deh chat dengan orang yang dibutuhkan. Kalo pun harus ketemu, kebanyakan orang memilih ketemuaan di luar rumah, seperti mall, cafe, restauran atau tempat umum lainnya.

Akhirnya fungsi ruang tamu di sebuah hunian sudah jarang terpakai lagi. Kadang kursi sofa sudah jadi tempat penyimpanan barang, di atas meja bertumpuk koran yang sudah dibaca, bahkan debu yang nempel di perabotan yang ada di ruang tamu pun sudah gak dipedulikan lagi. Lah, gimana nggak, tamunya juga gak ada koq! Hahaha... 😆

Baca juga : 10 Tahun Kemudian

Tapi hal itu gak berlaku di rumah saya #ehm. Ruang tamu tetap ada tapi debunya kadang dicuekin, haha... 😜 No! Bukan itu poinnya. Maksud saya ruang tamu di rumah saya tetap tertata rapi walopun tamu jarang datang. Emang sudah seharusnya seperti itu sih.

Dengan rumah seluas hampir 200 meter persegi, ruang tamu menempati area depan dan tidak terlalu luas. Makanya furniture yang ada di ruang tamu saya hanya 1 sofa panjang, 1 sofa untuk 1 orang dan 1 meja kaca. Sebagai pemanis saya beri karpet berbulu di bawah meja dan memasang hiasan dinding bernuansa reliji.


Jika pada tulisan mak Winarni dalam kolaborasi Kumpulan Emak Blogger berjudul 10 Trik Rumah Sempit Lebih Nyaman yang merupakan trigger dari tulisan saya ini, ditulis bahwa untuk rumah mungil sebaiknya hindari penggunaan sekat dengan menyatukan ruang tamu dan ruang keluarga, nah karena rumah saya cukup luas maka antara ruang tamu dan ruang keluarga tetap diberi penyekat. Hal ini juga sebagai siasat agar berantakan yang terjadi di ruang keluarga gak terlalu kelihatan dari ruang tamu, hehe...

Penyekat ruangan yang digunakan adalah yang terbuat dari kayu yang dicat berwarna coklat tua dengan kombinasi krem pada tempat penyimpanan pajangan. Model yang kami pilih pun bukan yang tertutup supaya gak terasa sempit, melainkan model pilar berbaris dan tingginya pun tidak sampai menyentuh plafond, hanya kurang lebih 2 meter ke atas dari lantai.

Penyekat antar ruang tamu dan ruang keluarga

Ada 2 bagian penyekat, yakni yang memanjang kurang lebih 2,5 meter antara ruang tamu dan ruang keluarga serta sambungannya kurang lebih 70cm sebagai tambahan dinding area ruang tamu. Tempat penyimpanan pajangannya ada 3, terdiri dari 2 yang berbentuk horisontal pada sisi yang memanjang dan 1 berbentuk vertikal pada sisi tambahan. Kotak-kotak ini tertutup di bagian belakangnya, jadi pajangan hanya terlihat dari sisi ruang tamu. Sedangkan di bagian belakang sekat, yakni yang menghadap ke arah ruang keluarga, di bagian sudutnya dipercantik dengan tempat penyimpanan barang yang dibuat bersusun.

Kotak persegi panjang vertikal
Penyekat tampak dari ruang keluarga
Ujung belakang penyekat

Penyekat ruang ini menjadi center point dari rumah saya. Setiap kali ada tamu yang datang, seribg banget saya dengar pujian kalo penyekatnya bagus, bahkan gak sedikit juga yang nanya bikinnya di mana. 

So, intinya dari penggunaan penyekat ruangan adalah untuk memisahkan fungsi antara ruang yang satu dengan yang lain. Tapi yang perlu diingat bahwa kenyamanan setiap ruang harus tetap diperhatikan, jangan sampai penyekat ruangan malah menambah kesan sempit sebuah ruang.
Posting Komentar