Rabu, Januari 03, 2018

#gagalpaham Tentang Kematian


Tanggal 1 Januari 2018 kemarin, di saat sebagian besar orang masih merayakan pergantian tahun, keluarga besar saya malah sebaliknya. Seorang tante, kakak ke-2 Mamiku, yang juga sudah seperti Ibu buat saya, telah berpulang menghadap Sang Maha Pencipta.

Kesedihan tentu saja dirasakan oleh kami sekeluarga besar, terutama keluarga inti dari Almarhumah. Setelah kurang lebih 4 bulan beliau berjuang melawan stroke yang dideritanya, sang tante akhirnya harus menyerah pada takdir.

Tapi di balik kesedihan itu, ada Faizah yang selalu hadir dengan kalimat-kalimat ajaibnya. Yang namanya anak kecil usia 3 tahun seperti Faizah sebagian besar memang belum paham tentang kematian.

Gaya selfinya Faizah


Seperti beberapa sebelum kematian tanteku, Faizah sempat nanya,

F : Mami, apa itu meninggal?
Me : Meninggal itu mati. Tidak hidup mi lagi. Dikubur dalam tanah. Tidak bisa mi main-main, tidak ke mall mi. Kalo orang tua, dia nda ketemu mi sama anaknya. Kalo anak-anak, dia nda ketemu mi sama Maminya.
F : Mami, tunggu Pica di sini ya. Pica ambil dulu mainan dokter-dokter, baru Mami meninggal
Me & Alf : Appa??? 😳😳

Kasihannya Mami, udah jelasin panjang lebar akhirnya cuman disuru meninggal 😑
Ternyata Faizah cuman pengen main dokter-dokteran, trus saya sebagai pasiennya ceritanya disuru meninggal nantinya, haha... 😅


Lalu, pada hari meninggalnya tanteku, Faizah bertanya,

F : Mami, kenapa meninggal Nenek?
Me : Kan nenek sudah tua trus sakit, jadi meninggal mi
F : Kenapa sakit?
Me : Karena tua mi
F : Kenapa tua mi kodong?
Me : Karena sudah nenek-nenek mi
F : Kenapa jadi nenek-nenek ki?
Me : Karena banyak mi cucunya
F : Kenapa banyak cucunya?
Me : Eh, sudah mi deh Pica. Pokoknya meninggal mi nenek. Pica doakan nenek yaa..

Never ending question kayaknya nih, jadi mending diakhiri dengan doa 😁

Faizah & Atu

15 menit kemudian, doi ngobrol dengan Atunya, yang sebenarnya Atu udah tau ceritanya.

F : Atu, meninggal mi kodong nenek tadi
Atu : Iya dii.. Meninggal mi kodong. Pica sedih?
F : Iya, sedih. Tadi juga Pica nangis waktu minta es krim di pizza tapi Mami larang...

Ok, mungkin nih anak turunan jaka sembung.. Ngomonkx gak nyambung antara kejadian nenek meninggal dan kejadian waktu makan siang di Pizza Hut  pokoknya intinya yang penting sedih aja... 😕


Kali ini bergaya bibir monyong 😗

Sehari setelah meninggalnya tante, diadakan takziah selama 3 malam berturut-turut di rumah duka. Sore hari saat akan bersiap-siap, saya pun menyuruh Faizah untuk mandi,

Me : Pica, cepat mi mandi.. Mau ki' ke rumah Nenek
F : Ih, meninggal mi nenek toh? Kenapa ki? Meninggal lagi?
Me : 1 kali ji orang meninggal nak 

Hohoho... 😂
Lanjut obrolan,

Me : Kalo orang meninggal, ada takziahnya nak. Jadi kita datang lagi ke rumahnya Nenek ini
F : Mami, jangan memang ki' lagi nangis kalo di sana... Awas ki' nah, nda boleh nangis orang!

Huhuuu 😭😭😭
Makin #gagalpaham saya, antara mau nangis atau ketawa...

Well, gimana pun gagal pahamnya Faizah, doa terbaik terkirim kepada tante tercinta, almarhumah Hj. Nur Eni Dg. Niati binti Ambong Dg. Palallo, semoga beliau husnul khotimah, aamiiin 🙏





Posting Komentar