Film Dilan 1990 & Nostalgia Generasi 90an

Senin, Januari 29, 2018

Buat kamu yang menghabiskan masa remaja di tahun 90an, berarti bisa jadi kita seumuran. Cerita tentang masa remaja di era tahun 90an rasanya selalu menyenangkan kalo diflashback kembali. Kadang bikin senyum-senyum dikulum, ngakak sampe keluar air mata, bahkan gak jarang bikin baper alias terbawa perasaan.

Adalah film Dilan 1990, yang sekarang ini masih terputar di bioskop-bioskop seluruh Indonesia dan sedang viral, cocok sebagai pengobat rasa rindu akan masa lalu. Film yang diangkat ke layar lebar dari novel karya Pidi Baiq ini bersetting tahun 1990 di Kota Bandung, dan kata Pidi Baiq sendiri, gak ada yang beda antara novel dan filmya karena beliau ikut terlibat langsung sebagai penulis skenario dalam film ini.

Siapa sih Pidi Baiq?


Nah, kalo kamu lihat tulisan di belakang saya itu, "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi" di salah satu jalan di Kota Bandung, itu adalah salah satu kalimat dari beliau. Seorang penulis, musikus dan dosen yang berasal dari Bandung.

Tentang novel Dilan saya tau dari Alifah, anak saya, yang udah membacanya sejak 2 tahun lalu kalo gak salah. Ada 3 sequel novelnya, yakni Dilan 1990, Dilan 1991 dan Milea. Semua udah dibaca dan sedikit-sedikit dia ceritakan ke saya, yang akhirnya saya pun juga suka walau hanya diceritakan kembali. Bahkan dia sempat nanya juga ke saya "memang begitu kah remaja 90an, Mam?" haha... 😅 Rupanya Alifah membacanya sampe baper. Imajinasinya sudah melambung ke mana-mana.



Hingga akhirnya kami tau kalo novel Dilan akan difilmkan. Wohooo! Senangnya Alifah. Saya juga sih, hehe..  😁
Kenapa? 
Ya karena dengan difilmkannya kisah di novel itu, berarti saya bisa lihat kembali gaya anak SMA tahun 90an lewat film.

Tapi waktu tau kalo Iqbaal Ramadhan yang terpilih untuk memerankan tokoh Dilan, Alifah langsung kecewa. Katanya, "padahal saya sudah bayangkan Adipati Dolken yang jadi Dilan...", kemudian kekecewaannya langsung berubah jadi senang waktu lihat trailer film Dilan 1990 dan seringnya Iqbaal hadir di televisi ataupun sosial media mempromosikan film itu. Rupanya Iqbal udah berubah jadi cowok ganteng yang gak alay lagi, macam waktu dia masih nge-boy band dulu. Hahaha.. 😆

Rencana nonton film Dilan 1990 pun saya atur hanya berdua hareng Atu, tanpa anak-anak. Ceritanya pengen nostalgia masa pacaran jaman SMA dulu... Hihiii 😜

Film dibuka dengan kemunculan Iqbaal Ramadhan, sang pemeran Dilan, menyapa penonton. Diakhir kalimatnya, "nonton dan jangan lupa tulis reviewnya ya!" emang benar-benar bikin saya merasa harus menulis ini.

Dan bener banget, film ini sukses bikin saya terkenang. Ini dia catatan saya setelah nonton :

💏 Kisah pacaran masa sekolah
Siapa yang gak semangat ke sekolah kalo bisa selalu lihat gebetan? Apalagi kalo dia emang kece dan keren, ditambah lagi dengan keromantisannya yang kadang-kadang gombal. Etapi.. Yang paling asyik sih tentu saja sense of humornya yang sering bikin senyum-senyum sendiri.

📞 Property dan penampilan jadoel
Suka banget deh saya lihat properti jadul di film ini, seperti rumah, perabotan, motor, telefon umum hingga majalah HAI yang tergeletak di kamar Dilan. Tapi yang paling spesial buat saya adalah penampilan ala anak SMA tahun 90an.

Seragam SMA tahun 90
Saya dan teman-teman SMA, tahun '92

Baju seragam yang gombrang dan harus dimasukin di dalam rok/celana, rok selutut, ikat pinggang, kaos kaki tinggi dan sepatu keds. Bener-bener bikin flashback. Beda banget sama anak sekolah kekinian yang baju seragam ketat biar terlihat dadanya yang membusung, rok melambung jauh di atas lutut, kaos kaki hanya semata kaki dan sepatu teplek. Kebayang deh tuh... Wajar aja kalo banyak terjadi pelecehan seksual guru ke siswi karena siswinya yang "mengundang" 😏

💓 Kalimat romantis
Salah satu yang bikin cewek klepek-klepek adalah kalimat romantis yang keluar dari mulut cowok. Pidi Baiq sukses menghadirkan itu dan sekarang beberapa jadi viral di sosial media.


Kalo di film AADC dan AADC2, Rangga menghadirkan puisi-puisi yang populer tap masih terkesan berat, maka di film Dilan 1990 kalimat romantisnya terasa ringan dan renyah karena hanya berupa kalimat gombal penuh makna. 
#tsaaah 😆


🚶 Bad boy ala anak motor
Seingatku jaman sekolah dulu ada 2 type bad boy favoritku, yaitu yang suka musik dan yang suka motor, haha.. Dan tau-taunya sekarang saya malah jadi istrinya Atu, yang dulu seorang anak motor.

A. Engka, si anak motor jaman 90an


Dilan
*screenshot from trailer

Seperti itulah juga penggambaran Dilan, seorang anak SMA yang jadi anggota genk motor dan kadang juga terlibat perkelahian. Sebenarnya dia cerdas, karena ceritanya dia anak kelas Fisika, juga terlihat dari banyaknya buku yang sering dia baca di dalam kamarnya. Bahkan dia pun ikut seleksi Cerdas Cermat antar kelas di sekolahnya, walopun akhirnya dikacaukan sendiri karena melihat kehadiran Milea, hihihi...

Tapi selain dari segala catatan sukanya saya atas film itu, ada juga beberapa kelemahan di mata saya, atau yaa.. Agak aneh lah nenururtku, seperti :

💪 Perkelahian murid dengan guru
Adegan ini agak kontroversial. Dilan gak sebengal itu sih menurutku, yang sampe berani berkelahi dengan gurunya, bahkan membentak kepala sekolah. Toh, dia berasal dari keluarga yang harmonis, dengan bunda yang penyayang dan adiknya yang lucu, bukan dari keluarga broken home yang kemungkinan membuat anak jadi punya jiwa pemarah dan pemberontak.

Melihat adegan ini, Nadhif yang juga udah nonton lantas bilang "deh, kerennya waktu dia berkelahi sama gurunya!" hmm... 😑

😳 Berlari di tengah hujan batu
Koq ya ada seorang siswi yang berani-beraninya malah lari ke depan sekolah padahal sekolah lagi diserang hujan batu oleh genk motor lawan yang beberapa di antaranya juga mengacung-acungkan parang. Trus guru dan security sekolah mana?

🕛 Terima tamu saat tengah malam
Di awal tahun 90an sepertinya belum lazim yang namanya ngasi surprise ke teman yang berulang tahun pada jam tengah malam. Apalagi di film ini ceritanya yang ngasi surprise adalah Benny, pacar Milea. Udah gitu Bapaknya Milea yang katanya seorang tentara, profesi yang sangat disegani saat itu, gak dimunculkan dalam adegan tersebut. Ya masa ada tamu tengah malam, orang tua gak nongol sih. Padahal jaman itu, jam 10 malam aja jalanan udah sepi.


Itu aja sih kelemahannya menurutku. Selebihnya yaa bagus aja dan saya suka! 😍

Iqbaal Ramadhan dan Vanessa Prescilla sukses menghadirkan chemistry ala Dilan dan Milea. Dari segi usia, wajah natural Vanessa, dan akting yang wajar sangat pas menurutku. Dan mungkin saya akan nonton lagi nanti.

Kamu, udah nonton belum?
Jangan nonton sendiri, kamu nggak akan kuat! Hihihi... 😜


Oya, grafis quote Dilan itu dibikin oleh Vindy Putri, yang reviewnya bisa kamu baca di sini.