Menikmati Kopi Dingin Di TANAMERA

Senin, Desember 11, 2017

Udah lama saya janjian bareng manteman, khususnya Ina, untuk ngopi bareng di Tanamera, tapi belum pernah kesampean.

Tanamera, salah satu kedai kopi yang cukup terkenal di Indonesia ini memang sudah buka di Phinisi Point Mall (PiPo Mall) sejak tanggal 21 Juni 2017. Udah cukup lama bukan? Dan sepertinya saya jadi gak kekinian banget karena belum pernah nongkrong di sana #hallah! Sebenarnya sih saya udah pernah mencicipi segelas kopi dari Tanamera yang terkenal itu sewaktu hadir di acara Partners Gathering-nya PiPo Mall tapi kurang afdol rasanya kalo belum pernah duduk cantik ngopi-ngopi langsung di cafenya, hihi... #modus

Menikmati Tanamera Coffee di acara Partners Gathering PiPo Mall

Tanamera yang berada di PiPo Mall Makassar ini adalah cabang ke-6 dari 7 outlet yang telah dibuka. Tanamera berasal dari kata "tanah merah", cerminan dari warna tanah di Indonesia, tempat tumbuhnya biji kopi berkualitas nomor 4 di dunia. Karena itu, semua kopi yang dipakai di Tanamera adalah kopi Indonesia dari beberapa daerah.

Akhirnya janjian itu kesampean juga setelah Myda, salah satu teman ex karyawan MaRI yang sekarang tinggal di Kalimantan, mudik ke Makassar. Tanamera jadi tempat pertemuan kami. Dan itu berarti sambil duduk cantik, ngobrol melepas kangen bareng manteman, saya juga bisa ngereview cafenya.

Hang out bareng sahabat ex-karyawan MaRI
So, here is my review...

Cafenya kayak apa?
Cafenya terdiri dari indoor dan outdoor. Ketika datang, saya masuknya dari pintu indoor yang berada di dalam area mall. Nampak tulisan tanamera yang berwarna merah kontras dengan cat ruangan yang didominasi warna hitam. Cafe ini terlihat macho, ditambah lagi dengan penggunaan material berupa besi di beberapa bagian.


Pintu masuk Tanamera

Di area indoor ruangan terasa agak sempit karena penggunaan warna gelap tapi karena posisi Tanamera yang berada di bagian ujung mal sehingga cahaya dari luar leluasa masuk lewat jendela kaca yang mengelilingi ruangan.


Area kasir, cake dan barista
Suasana dalam ruangan

Di area outdoor yang berbatasan langsung dengan akses masuk kendaraan ke area parkir. Jika duduk di area outdoor ini kita bisa melihat matahari terbenam di Pantai Losari. Keren kan viewnya?


Akses outdoor
Outdoor seating area

Oya, berhubung sekarang bulan Desember, dekorasi dalam cafe bernuansa Natal. Pohon Natal yang terbuat dari kantong biji kopi yang dipasang meja barista kelihatan cantik dan elegant dengan nuansa warna merah dan coklat.


Pohon natal dari kantong kopi

Menunya apa saja?
Jangan dikira hanya ada kopi dan makanan ringan atau cake. Di Tanamera juga tersedia makanan berat, seperti yang saya dan manteman pesan waktu ke sana karena kami ke sana pada saat jam makan siang.
Saya pesan Lasagna yang cukup nengenyangkan dan gak bisa saya habisin sendiri, Myda pesan Nasi Goreng Hitam yang warna hitamnya berbahan dasar tinta cumi, dan Ina pesan Otak-Otak yang sambelnya uenak banget! Di dalam tempat cake ada beragam jenis kue, mulai dari internasional seperti tart, croissant, sandwich, hingga yang tradisional yakni Taripang, kue khas Makassar yang terbuat dari gula merah.

Lasagna
Nasi Goreng Hitam
Otak-otak
Aneka kue dan yang belakang tengah itu Kue Taripang

Sedangkan untuk minumnya, kami kompak pesan Cold White dalam kemasan botol. Cold White adalah minuman best seller yang pas banget dinikmati di siang hari saat cuaca lagi panas menyengat. Di dalam sebotol berisi kopi dari biji kopi pilihan dengan campuran susu segar dan konsentrat kopi buatan tangan yang dibuat dengan metode infus. Penyimpanan Cold White ini di dalam lemari pendingin bersuhu -5¤C. Di botolnya ada keterangan tanggal dan bulan pembuatan sehingga tetap segar saat disajikan ke customer. Cold White ini diminum langsung boleh, diseduh ke dalam gelas berisi es batu lebih sedaaappp...

Di Tanamera juga menjual biji kopi dalam kantong 250gr dan 1kg.


Menyeduh Cold White
Cold White
Kopi yang dijual dalan kantong
Biji kopi dari berbagai daerah

Pelayanannya gimana?
Waktu baru masuk dalam cafe dan pengen memesan makanan, Ina infoin ke saya "Er, nanti jangan kaget dengar cara ngomong pelayannya nah. Agak patotoai ki menurutku". Patotoai itu Bahasa Makassar yang artinya kurang sopan. "Nda tau nah, apakah memang standar pelayanannya seperti itu, soalnya semua waiter sama patotoainya, atau waiter-nya sendiri yang inisiatif dengan pelayanan seperti itu. Mau sok akrab ngomongnya sama customer tapi kesannya jadi kurang sopan menurutku." tambah Ina. Hmm.. Jadi penasaran skaligus heran saya, cafe yang mengandalkan pelayanan koq yang melayani kurang sopan? 

Akhirnya saya inisiatif untuk memanggil salah seorang waiter, meminta daftar menu. Selanjutnya minta es batu. Lalu mendatangi langsung ke meja barista untuk minta simple syrup. Kemudian manggil lagi waiter minta lilin karena ada beberapa ekor lalat yang berterbangan di atas meja ini (catet!). Dan dari kesimpulan saya, waiternya sopan aja dan siap sedia membantu customer. Well, mungkin ada beberapa oknum waiter yang emang kurang sopan melayani waktu kedatangan Ina yang dulu atau waktu itu Ina pas lagi sensi? Hihiii... Entahlah.

Lantas apa saya akan datang lagi ke Tanamera ini? Of course! Kan udah janjian lagi sama Wida dan Linda 😁 bareng Atu juga tentunya 😉


Yanti - Ina - Ery - Myda
Ketemu Adi sang fotografer
Woman in red ❤