Baper Nonton Film CHRISYE

Jumat, Desember 15, 2017
Pic courtesy official poster of Chrisye movie
Edited by EM

Catatan pembuka :
Tulisan ini bukan resensi film.
Hanya cerita tentang fans dan pengalaman saat nonton film Chrisye.
Jadi, jangan harap dapat spoiler dari tulisan ini 😜

🎬

Saya masih ingat 10 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2007, ketika nonton sebuah infotainment di layar tv, berita tentang sakitnya sang penyanyi legendaris Chrisye. Beliau muncul dalam kondisi yang beda banget kalo kita melihatnya menyanyi di atas panggung atau di video klip. Kondisinya sudah dalam keadaan terlihat makin tua dengan kepala yang ditutupin kupluk.

Dalam kemunculannya itu beliau menceritakan kondisi sakitnya, meminta maaf skaligus berterima kasih kepada seluruh rekannya dan juga penggemarnya, sambil menahan tangis.

Menyaksikan itu, seumur-umur baru sekali itu saya nangis tersedu-sedu di depan tv melihat artis idola saya tampil tapi dengan keadaan yang sudah sakit. Selang gak berapa lama kemudian, informasi kematiannya pun mendominasi tidak hanya program infotainment tapi juga program berita.
Sejak saya masih duduk di bangku SD, lagu-lagu Chrisye sering saya dengar melalui tape berspeaker tinggi yang diputar Mami atau Papi. Lagu yang paling sering diputar adalah Kisah Cintaku (dimalam yang sesunyi ini, aku sendiri, tiada yang menemani...). Bahkan sewaktu saya masih kecil dan masih tinggal di rumah Opa, lagu Pelangi (bagaikan langit berpelangi...) sering dinyanyikan Papi sambil main gitar dan kata Mami saya pun ikutan nyanyi dengan cadel, hihii.. 😁

Baca juga : Kasih Ibu Sepanjang Masa

Gak heran kalo akhirnya lagu-lagu Chrisye banyak yang saya sukai, terutama yang berjudul Selamat Jalan Kekasih (resah rintik hujan yang tak henti menemani...) dan Ketika Tangan Dan Kaki Bicara (akan datang hari mulut dikunci...). Termasuk waktu beliau menyanyikan kembali lagu Kangen-nya Dewa bareng Sophia Latjuba dan duet bareng Ahmad Dhani, di mana dua orang ini adalah idolah guweh gitu lho, di lagu berjudul Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada.

Hingga akhirnya saya tau dari media sosial kalo kisah hidup Chrisye akan difilmkan dan tayang tanggal 7 Desember 2017. Ini sih gak perlu pake pikir panjang untuk nonton! Akhirnya janjian bareng Mami dan nontonnya tanggal 12 Desember kemarin.


Film ini sebenarnya bukan bercerita tentang perjalanan karier Chrisye hingga mencapai puncak kesuksesan, tapi tentang kehidupan Chrisye di balik panggung, tentang seperti apa kehidupan keluarganya, tentang bagaimana beliau menghadapi kegelisahannya, yang ternyata beliau adalah orang yang tidak percaya diri dan kadang galau, semua disorot lewat sudut pandang istrinya, Damayanti Noor.

Baca juga : Wanita Hebat


Vino G. Bastian, memerankan tokoh Chrisye dengan sangat apik. Perawakannya yang juga kurus ditambah dengan rambut gondrong awut-awutan, terlihat mirip banget apalagi kalo disyuting jarak jauh. Konon Vino sempat kesulitan memerankan Chrisye karena gak punya referensi sama sekali mengenai gerak-gerik dan gesture tubuh Chrisye di luar panggung. Tapi Vino emang total. Semua dipelajarinya, termasuk goyang patah-patah a la Chrisye saat menyanyikan lagu bernada ceria πŸ˜ƒ
Walopun di awal film saya sempat ilfil lihat gayanya waktu ngeband, tapi makin lama kelihatan kalo akting Vino makin menyatu dengan sosok Chrisye, apalagi dalam beberapa adegan Vino memakai properti asli milik Chrisye, seperti baju, jam tangan, syal, hingga baju pengantin yang Chrisye dan Yanti kenakan saat menikah dulu. 

Atas : Chrisye & Yanti saat menikah
Bawah : Vino & Velove dengan baju asli yang dikenakan Chrisye & Yanti saat menikah
*pic courtesy @christianrahadi

Bintang lain yang gak kalah kerennya adalah Dwi Sasono yang memerankan tokoh Guruh Soekarno Putra. Baru tau saya kalo Guruh ternyata aslinya gemulai! Wakkawak... πŸ˜‚Selain itu yang juga cemerlang adalah sosok pemeran Jay Subyakto yakni Roby Tremonti dengan rambutnya yang cetar, persis Jay Subyakto asli. Ada juga anak Chrisye yaitu Pasya Chrisye yang berperan sebagai Vicky, adik Chrisye.

Adegan demi adegan digambarkan dengan ringan oleh Rizal Mantovani sang sutradara, sehingga sebagai penonton kita gak perlu mikir berat selain menikmati film dan lagu-lagu Chrisye, baik yang dinyanyikan secara lipsinc oleh Vino, maupun yang diputar sebagai backsound film. Beberapa scene bahkan membuat saya menangis, gak hanya karena sedih, tapi juga terharu. Bener-bener baper! (bawa perasaan).
Di akhir film, saat lampu bioskop udah nyala dan beberapa penonton udah jalan meninggalkan kursinya, saya bahkan kembali menangis tersedu-sedu di samping Mami karena suara Chrisye saat masih sakit yang pernah saya tonton di tv itu diputar kembali. Walopun hanya suara dan gak ada gambarnya, tapi udah bikin dada saya sesak dan airmata saya jadi tumpah. Huhuhu.. Segitu bapernya saya 😭

Dan dari film ini tergambar jelas, hidup Chrisye memang untuk musik. Karena segala kegelisahannya, kegalauannya hingga kebanggaannya, karena bermusik. Seperti katanya,

"Ketika gue di atas panggung, gue merasa bahagiaaa banget. Di mana pun dan kapan pun gue akan mengejar kebahagiaan gue. Karena musik adalah tujuan hidup gue."

Yes, we are the fans of Chrisye