Apa Itu ASIAN PARA GAMES?

Minggu, Desember 24, 2017

Saya termasuk orang yang selalu ingin tahu banyak hal. Baik itu sekedar tahu atau tahu secara detail. Banyak bertanya atau mencari tahu lewat mesin pencari seperti Google jadi hal yang biasa buat saya. Termasuk untuk event yang satu ini. Namanya ASIAN PARA GAMES 2018.

Waktu itu di grup LINE Komunitas Blogger Anging Mammiri infoin kalo ada undangan untuk 20 orang blogger mengikuti sosialisasi Asian Para Games 2018 di Trans Studio Mall (TSM) tanggal 17 Desember 2017 jam 11 pagi. Dan seperti biasa setiap kali ada undangan di komunitas itu, bagi blogger yang pengen hadir langsung mengisi list. Saya pun sempat bertanya dalam hati "acara apaan ya ini Para Games?" tapi dalam hati doank, gak sampai bertanya di grup. Dengan rasa penasaran dan karena melihat beberapa teman dari Kelas Menulis MAM sudah mengisi list, saya pun gak mau ketinggalan. Ikut mengisi list sebagai tanda kesediaan untuk hadir. Setelah itu selesai, rasa penasaran saya pendam aja karena mikir "ah nanti juga akan ketahuan pas di acara sosialisasinya"

Baca juga : Sehat Jiwa Raga Dengan Relaksasi


Hari H pun tiba, tanggal 17 Desember 2017. Hujan deras mengguyur Kota Makassar. Beberapa teman di grup yang sudah isi list waktu itu mulai kasak-kusuk karena merasa terhalang dengan hujan. Tapi saya sih maju terus pantang mundur. Emang udah niat hadir, skaligus juga pengen bawa Faizah main di mall. Jadi kalo saya batalin, bukan cuman saya yang rugi karena gak dapat ilmu, tapi juga Faizah bakal ngamuk karena udah dijanji mau dibawa ngemall, hihiii...

Akhirnya jam 11.30 saya tiba di TSM. Sebagian besar teman-teman ternyata udah hadir dan duduk manis di depan booth sosialisasi. Sambil menunggu acara dimulai, saya pun mengamati backdrop booth pameran dan beberapa banner yang dipasang. Tulisan ASIAN PARA GAMES 2018 dan gambar atlet yang sedang berlaga. Seperti ajang kompetisi olahraga tapi yang tampak beda adalah gambar atletnya lengkap dengan kursi roda, ada pula yang berkaki palsu, berkacamata, dan yang lainnya. Barulah saya ngerti, "oh Para Games itu untuk kaum difabel..."


Di acara sosialisasi APG 2018

Tepat jam 12 acara dimulai. Mbak Henny dan Mbak Karin menyapa seluruh blogger yang hadir. Mereka berdua ini adalah tim sosialisasi dari Jakarta. Saya pun menyimak baik-baik apa yang mereka paparkan.

Apa itu ASIAN PARA GAMES?

ASIAN PARA GAMES, yang selanjutnya kita singkat jadi APG, adalah ajang kompetisi olahraga bagi atlet penyandang disabilitas se-Asia.

APG diadakan sejak tahun 2010 setiap 4 tahun sekali. Negara pertama yang menjadi tempat penyelenggaraan yakni China, selanjutnya di tahun 2014 di Korea Selatan. Dan untuk perhelatan di tahun 2018 ini, Indonesia kita tercinta ini kebagian menjadi tuan rumah, tepatnya di Ibukota Jakarta.

Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah, dengan INAPGOC atau Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Comittee sebagai panitia penyelenggara yang digandeng oleh Kementerian Pemuda Dan Olahraga  (KEMENPORA).

Pelaksanaan APG 2018 akan berlangsung pada tanggal 6 - 13 Oktober 2018. Sebanyak 18 cabang olahraga akan dipertandingkan, yakni Para Athletic, Archery, WC Fencing, Goal Ball, WC Tennis, Badminton, Tenpin Bkwling, Table Tennis, Lawnbowl, Para Swimming, WC Basketball, Cycling, Volleyball Sitting, Para Powelifting, Boccia, Chess, Judo dan Para Shooting, dengan 582 nomor pertandingan. Pesertanya akan diikuti oleh 43 negara anggota Asian Paralympic Committee.

Saat ini di Jakarta, khususnya di tempat pelaksaan, yakni Stadion Gelora Bung Karno, sedang dilakukan pembenahan fasilitas yang ramah difabel untuk memenuhi setiap kebutuhan pertandingan dengan menyesuaikan kebutuhan para atlet, seperti elevator dan kamar mandi yang dapat mudah diakses oleh kursi roda.

Maskot, Logo, dan Slogan APG 2018

Seperti halnya pagelaran kompetisi olahraga lainnya yang dimeriahkan dengan kehadiran maskot sebagai simbol, maka di APG 2018 maskotnya berupa burung Elang Bondol yang penyebarannya di benua Asia dan pernah menjadi maskot Kota Jakarta. Elang Bondol ini diberi nama Momo yang merupakan singkatan kata Motivation & Mobility atau motivasi dan mobilitas (gerak) dengan tujuan untuk menjadikan aksi para atlet disabilitas sebagai sumber inspirasi dan motivasi.

Baca juga : Sayangi Jantungmu

Yang unik dari maskot Momo ini adalah pada bagian kaki kirinya menggunakan kaki palsu, seperti kaum difabel.

Maskot
Logo

Adapun logonya bergambar stadion Gelora Bung Karno, sebagai temoat pelaksanaan acara, dengan gambar orang penyandang disabilitas di dalamnya yang sedang bergerak dinamis

Selain itu, digaungkan pula slogan “The Inspiring Spirit and Energy of Asia” dengan empat misi yakni:

⚽ Determination atau penentuan
⚽ Courage atau keberanian
⚽ Equality atau persamaan
⚽ Inspiration atau inspirasi

Blogger Anging Mamniri di depan booth sosialisasi

Keempat misi ini diharapkan dapat memperkenalkan tekad kuat dan kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi segala tantangan baik fisik maupun mental.
Rekrutmen Relawan APG 2018

Melalui sosialisasi yang diadakan, juga dibuka rekrutmen untuk menjadi volunteers atau relawan APG 2018. Relawan terbuka bagi siapa saja yang berminat boleh registrasi di website www.ina2018apg.id. Tentu saja ada syarat khusus bagi yang ingin jadi relawan. Info lengkapnya tercantum di website.

Suasana sosialisasi APG 2018
Saat sesi tanya jawab

Sosialisasi APG 2018 yang kami ikuti kemarin tidak hanya diadakan di Kota Makassar, tapi juga di Medan, Palembang, Batam, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Samarinda dan Ambon. Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia tahu dan peduli akan ajang yang akan diadakan ini, untuk selanjutnya turut mendukung dan mensukseskan pelaksanaannya.