Senin, November 13, 2017

#SannengTalks12 : Tentang Uang

Hi Sanneng Talks readers!

Kali ini giliran Qiah nih yang ngasi tema dan bahasannya tentang uang.
Aah... Susyeeh deh menurutku kalo omongin soal yang satu ini! 

Seperti lirik lagu ...
🎶uang bisa bikin orang senang tiada kepalang, uang bikin mabuk kepayang 🎶
eh ketahuan deh tuh usiaku, hehe... 😜
Ya seperti itu lah, uang kadang memabukkan, kadang juga menyengsarakan.

Kenapa bisa begitu?
Ya bisa aja... 
Coba pikir, kalo ada uang, apa aja bisa kebeli. Bikin mabuk kepayang.
Tapi kalo gak ada uang, bisa apa? Ya sengsara lah hidup loe! Hehe...

Itulah sekarang ini ada yang namanya Financial Planner. Orang yang ahli dalam ilmu mengelola keuangan dan memberi masukan kepada orang pribadi, keluarga atau kalangan profesional seperti artis, atlet, pengusaha bahkan perusahaan, bagaimana membuat perencanaan dan mengelola segala pemasukan dan pengeluarannya. Supaya apa? Supaya gak jatuh miskin keuangan tetap berjalan lancar, cukup untuk hidup dan bayar segala tagihan dan yang pasti ada saat dibutuhkan mendadak, seperti pengeluaran tak terduga.

Nah, kalo saya sendiri ditanya, pakai financial planner gak?
Jawabanku : berteman dengan pakar financial planner, Mas Safir Senduk, iya. Tapi gak pake jasanya. Hihii...

Bareng Safir Senduk

Alur keuanganku berjalan dengan sendirinya alias go with the flow. Sumber pemasukan utama tentunya dari gaji Atu sebagai PNS Pemkot Makassar. Selain itu ya dari pemasukan  lain-lain, termasuk dari berbagai bisnis yang saya jalankan, seperti dari job saya sebagai blogger dan buzzer.

Untuk kebutuhan sehari-hari ya dibayarnya pakai gaji Atu, sedangkan untuk tagihan cicilan dan keperluan mendadak, mendesak dan besar jumlahnya Atu punya urusan. Termasuk untuk urusan liburan, hehe... 😊

Liburan ke Eropa bareng Atu


Terus terang aja saya ini orang yang termasuk gampang dapat uang tapi gampang juga keluarin uang. Eits.. Tapi jangan salah! Saya keluarin uangnya itu bukan beli barang untuk saya pribadi seperti baju, tas, sepatu dan lain-lain. Melainkan kebanyakan dipakai untuk makan, jajan, dan paling sering untuk anak-anak. Karena itulah di dompet saya lebih memilih membawa uang cash yang tidak banyak dan lebih memilih bertransaksi dengan kartu debit.

Saya pun punya cara jitu dalam berhemat, yakni memanfaatkan promo yang berlaku di toko, kan sering tuh beberapa mini market mengadakan promo belanja saat weekend atau program beli 1 gratis 1, atau pun dengan menukarkan poin-poin saya peroleh di kartu mini market atau aplikasi ojek online dengan produk yang saya butuhkan 😁
Yes, hari gini emak-emak harus cerdas bo!


Gitu aja sih kalo saya.
Ada uang, Alhamdulillah. 
Gak ada uang, ya minta sama suami, hihiii.... Tapi itu kalo untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk kebutuhan anak.

Itulah sebabnya saya pun harus mandiri dari segi keuangan. Kalo dulu saya kerja kantoran dan dapat gaji dari perusahaan, sekarang mencari duitnya dari rumah. Walopun Atu gak pernah menyuruh saya cari duit dan gak juga melarang, tapi sebagai istri yang baik #uhuk saya harus ngerti donk bebannya sebagai tulang punggung keluarga.

Baca juga : EO, Salah Satu Usahaku

Kamu sendiri gimana ngatur keuangan keluarga? Ceritain di kolom komentar donk...
Oya, baca juga yuk cerita Qiah yang ngomongin soal keuangan rumah tangga dan juga Awie dalam mengatur keuangan keluarganya.





Posting Komentar