Jumat, November 10, 2017

Peresmian Jalan ANDI DJEMMA Di Makassar


Assalamu alaikum manteman!

9 November 2017 adalah Hari Jadi Kota Makassar yang ke-410 tahun.
Dirgahayu Kota Makassar 🎉🎉🎉

Tema yang diangkat pada hari jadinya tahun ini adalah Penghormatan Pada Sejarah, dan Pemerintah Kota Makassar telah mewujudkannya dalam perubahan nama jalan Landak Baru menjadi Jl. Andi Djemma.

Andi Djemma itu kakeknya Atu. Beliau adalah Datu Luwu ke-34 dan ke-36, yang juga bergelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Sebagai cucu menantu, saya turut berbangga atas hal ini.

Tapi sebagian besar orang, baik masyarakat Makassar maupun yang di luar Makassar, masih ada yang bertanya "Andi Djemma itu siapa?". Beberapa orang yang tahu pun tahunya sebatas beliau adalah Datu atau Raja Luwu ke-34 dan ke-36. Tapi bagaimana kiprah beliau dalam perjuangan memperebutkan kemerdekaan Indonesia sehingga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia, banyak yang belum tahu.


Andi Djemma

Hingga akhirnya ada beberapa teman di sosial media saya yang usulin supaya saya menulis di blog tentang ini, termasuk bagaimana hingga nama beliau diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Kota Makassar.
Well, sebenarnya sejarah hidup Andi Djemma banyak yang bisa kita baca di internet. Tapi, saya akan tuliskan sedikit di sini, yang datanya diambil dari berbagai sumber.

Andi Djemma lahir di Palopo pada tanggal 15 Januari 1901 dan wafat di Makassar tanggal 23 Februari 1965. Andi Djemma terlahir dari ayah bernama Andi Angka Opu Cenning dan ibu bernama Siti Husaimah Andi Kambo Opu Daeng Risompa Sultan Zaenab, bergelar Petta Matinroe’ ri Bintanna. Ibu beliau inilah yang merupakan Datu Luwu ke-33 yang selanjutnya setelah Andi Kambo mangkat, tahta kerajaan turun kepada Andi Djemma. Nama asli Andi Djemma adalah Andi Patiware  bergelar Andi Djemma La Patiware Opu Tomappeme-ne Wara-wara e Petta Matinroe Ri Kemerdekaannya, yang mengandung arti "Baginda yang mangkat dalam alam kemerdekaannya" 

Beliau mulai berjuang menentang penjajahan kolonial Belanda dan memperebutkan kemerdekaan sejak tahun 1935. Dalam perjuangannya, beliau selalu didampingi oleh permaisurinya yakni Andi Tenri Padang Opu Datu yang merupakan putri dari Andi Mappanyukki (Raja Bone ke-31). Kerajaan Luwu adalah kerajaan di Sulawesi Selatan yang paling pertama menyatakan dukungannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia ketika Indonesia telah merdeka. Setelah kemerdekaan tersebut, beliau kemudian membentuk Gerakan Soekarno Muda lalu memprakarsai pertemuan raja-raja se-Sulawesi Selatan untuk menyatukan sikap menentang kembali berkuasanya Belanda di Indonesia. 


Andi Djemma bersama Permaisurinya
Pertemuan Raja-raja se Sulawesi Selatan dengan Presiden Soekarno
Ki-ka : Andi Pangerang Petta Rani - ADC Presiden, Sugandi - Andi Sodji Datu Kandjenne - Raja Bone, Andi Mappanyukki - Presiden Soekarno - Lanto Daeng Pasewang (berkacamata) - Datu Luwu, Andi Djemma - Daeng Labbang - Padjonga Daeng Ngalle.

Telah banyak tanda jasa yang diperoleh Andi Djemma atas perjuangannya semasa hidupnya. Ketika beliau wafat pada tahun 1965, Presiden Soekarno yang memerintahkan kepada pemerintah daerah agar beliau dimakamkan secara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan di Panaikang, Makassar yang upacaranya dipimpin langsung oleh Panglima Kodam Hasanuddin. Pada tahun 2002, oleh Pemerintah Republik Indonesia beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional yang tertuang dalam SK Presiden Republik Indonesia No. 073/TK/2002 tertanggal 6 November 2002.

Baca juga : MERDEKA!

Aspirasi untuk menjadikan nama besar Andi Djemma diawali dari adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu atau IPMIL dengan menemui Walikota Makassar, Bapak Ir. Moh. Ramdhan Pomanto. Alhamdulillah Bapak Walikota menyambut baik aspirasi ini dan setelah melalui tahapan proses maka terbitlah SK Walikota Makassar Nomor 1440/621/KEP/X/2017 tentang Perubahan Nama Jalan Landak Baru Menjadi Jalan Andi Djemma dan Jalan Kakatua menjadi Jalan Padjonga Dg Ngalle.

Acara peresmian nama jalan diadakan bertepatan dengan HUT Kota Makassar ke-410 yakni pada tanggal 9 November 2017. Kami sekeluarga besar Andi Alamsyah Djemma Barue Datu Luwu ke-37 (Almarhum) sebagai keturunan beliau tentu saja hadir pada acara tersebut. Bapak Walikota didampingi Bapak Wakil Walikota, perwakilan IPMIL dan kakak ipar saya, Andi Iwan Alamsyah Djemma Barue Datu Luwu ke-39, bersama-sama melakukan pencanangan nama jalan tersebut di ujung jalan.

Pencanangan nama Jl. A. Djemma
Kami yang berbahagia

Baca juga : Khitanan Nadhif

Sebagai ucapan terima kasih kami sekeluarga, dibuatkanlah pernyataan terima kasih kami kepada Pemerintah Kota Makassar, terkhusus kepada Bapak Walikota di billboard yang terpasang di ujung jalan Andi Djemma. Juga dari pihak IPMIL memberikan 100 pot tanaman bunga Masamba, bunga khas dari Luwu, kepada Walikota Makassar.


Bapak Walikota Makassar memeluk mertuaku, A. Yasmin Bau Djemma (menantu Andi Djemma)
Bp. Wakil Walikota - Bp. Walikota - Ibu A. Yasmin Bau' Djemma - A. Iwan Alamsyah Djemma Barue, Datu Luwu ke-39
Kami foto bareng Bapak Walikota Makassar
Billboard ucapan terima kasih

Rasa bangga tentu saja terpatri dalam hati kami, seluruh anak cucu beliau dan tentu saja masyarakat Luwu. Semoga dengan diabadikannya nama Andi Djemma sebagai nama jalan, masyarakat Makassar lebih mengenal beliau dan selalu mengingat besarnya jasa dalam perjuangan bangsa yang sangat menginspirasi.




Posting Komentar