Selasa, November 07, 2017

Memanjakan Lidah & Mata Di PANBAKERS Latimojong


Saat kita memilih untuk makan di luar rumah, tentunya gak sekedar mencari resto atau cafe yang menunya enak, tapi juga yang suasananya nyaman. Sehingga kita tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga mata. Secara psikologis pun, suasana yang nyaman dengan pemandangan yang indah saat kita menikmati makanan sangat berpengaruh pada rasa yang kita nikmati. Tentunya lidah yang mengecap akan terasa lebih enak jika perasaan senang dan hati tenang.

Salah satu resto di Makassar yang saya rekomendasikan untuk kamu adalah Panbakers yang terletak di jalan Gunung Latimojong no. 140. Sebenarnya Panbakers Latimojong ini adalah resto ke-2 setelah Panbakers Pettarani yang buka sejak tahun 2015 lalu. Di resto yang baru buka pada bulan Oktober 2017 ini menyajikan tidak hanya menu-menu yang lezat tapi juga suasana yang asri, elegan dan nyaman.

Resto ini bertema Casual Dining yang berarti tatanan penyajian makanan yang lengkap, terstruktur dan formil namun tetap dalam suasana yang santai selayaknya di rumah sendiri. Adapun konsep eksterior dan interior yang dihadirkan adalah industrial namun tetap ada sentuhan kemewahan. Hal ini terlihat dari cat berwarna keemasan yang digunakan pada beberapa bagian.

Hari itu saya ke Panbakers Latimojong bareng Atu dan Faizah untuk menikmati makan siang. Tampak dari luar gedung, jendela-jendela besar mendominasi dinding. Model jendelanya mengingatkan saya akan jendela gereja a la Eropa yang besar dan di ujung bagian atas berbentuk lancip. Area parkirnya sih gak seberapa luas tapi ada petugas parkir yang selalu siap siaga di area. Di lantai depan pintu ada tulisan Panbakers, yang mengingatkan saya pada tanda tangan para artis di Walk of Fame-nya Hollywood, ehm.. Padahal saya belum pernah ke sana 😜


AREA DEPAN

Masuk ke dalam resto, tepat di depan pintu ada sebuah center point berbentuk segi empat, di situlah tempat para batista meracik minuman, ada  chiller untuk menyimpan cake dan juga ada meja kasir.

Center point Panbakers
Suasana dalam center point
Seorang petugas menyambut di pintu masuk dengan pertanyaan "Ada berapa orang bu?" setelah saya menjawab 3 orang, Ia lantas mengantar kami ke bagian sebelah kiri dari pintu. Sebuah meja yang berbentuk bulat dengan kursi sofa berwarna biru ditunjukkan. Petugas itu langsung menyodorkan buku menu. Kami pun lantas memilih makanan yang kira-kira cocok dengan lidah Atu dan Faizah, tentunya. Soalnya kalo saya sih, biar tutup mata tunjuk menu juga bisa. Saya kan emang gitu orangnya, apa aja diembat! Wakawkak... 😆

Faizah & Atu

Pilihan menu jatuh pada Fried Rice Black Olive atau Nasi Goreng Zaitun Hitam untuk Atu dan buat saya Korean Rice Bowl alias Nasi Korea dalam mangkuk. Sedangkan untuk minumannya kami memilih Tropical Mango yang bisa untuk berbagi.

Sambil menunggu menu tersaji, saya dan Faizah memilih untuk keliling resto. Eh lebih tepatnya sih bukan memilih, tapi ya gitu deh Faizah, gak bisa duduk tenang. Pasti langsung ngibrit ke mana-mana. Mami sih modus ngejar-ngejar, padahal biar bisa skalian foto-foto interior resto, hihiii...
"Persingggahan" pertama kali adalah kursi rotan yang ada tepat di samping pintu masuk. Di kursi ini ada bantal bertuliskan Panbakers. Jika di Panbakers Pettarani bantalnya hanya berbentuk segi empat berwarna coklat dengan logo di tengah, di sini bantalnya lebih variatif, ada yang segi empat, ada pula yang persegi panjang dengan cushion cover yang lebih berwarna. Selanjutnya Faizah lari ke arah panggung. Di sana ada peralatan musik seperti sound system dan mic. Di resto ini memang menampilkan pertunjukan DJ di malam hari.

Cushion cover yang cantik
Area panggung mini

MENU

Selang beberapa waktu kemudian, Atu pun memanggil kami. Rupanya menu pesanan sudah diantarkan. Dari tampilannya looks so yummy Fried Rice Black Olive dilengkapi dengan ikan salmon. Ikannya terasa masih segar dan gak berbau amis. Mengingat kandungan gizi dari ikan salmon, Faizah saya suapin itu aja biar sehat. Untuk menu Korean Rice Bowl punyaku terdiri dari nasi putih berbumbu, bistik sapi, telur rebus setengah matang, perkedel dan ada potongan tomat dan bawang bombay. Semuanya tersaji dalam 1 mangkuk. Enak dan juga menyehatkan. Sedangkan Tropical Mangonya berupa jus mangga yang terdapat potongan mangga kecil-kecil di dalamnya. Manis dan segaaarrr...

Korean Rice Bowl
Fried Chicken Black Olive
Tropical Mango

Baca juga : Minuman Berbahan Dasar Antioksidan Yang Menyehatkan

Selain itu, masih banyak menu lainnya. Kurang lebih ada 190 menu yang ditawarkan, dengan konsep a la Eropa dan Western. Tapi jangan khawatir, karena menu Asia dan Indonesia juga ada. Harga yang dibandrol adalah kisaran Rp. 50.000 hingga Rp. 150.000.

AREA BELAKANG

Setelah makan, Faizah beraksi lagi. Kali ini yang diincarnya adalah area belakang. Rupanya di belakang itu areanya berkonsep semi outdoor dengan suasana yang asri lengkap dengan kolam ikan kecil di sisi kiri kanan pintu menuju ke belakang.  Tentunya Faizah gak mau melewatkan kesempatan memberi makan ikan sewaktu melihat ada petugas resto yang emang lagi menabur makanan ikan di kolam. Di lantai jalan masuk menuju ke area belakang ada keramik bertuliskan "Nothing can ever beat The feeling that Panbakers make you feel the pleasure moment that's always stay in your heart" ❤

Faizah sedang memberi makan ikan
The quote

Sama halnya di bagian depan, di area belakang ini terdiri dari sisi kiri dan kanan. Di sebelah kanan terlihat seperti sebuah dapur karena di dinding dihias dengan berbagai pernaik-pernik seperti dapur. Ada juga bufet tinggi di bagian depannya tempat menyimpan kaleng dan botol bumbu. Sedangkan di sisi kiri terlihat lebih terang karena atapnya berupa kaca sehingga area ini mengandalkan sky light yang berlimpah cahaya sinar matahari. Ada meja yang saya suka banget di sini. sebuah meja panjang beralaskan keramik dengan kayu di tengahnya. sebagai pasangannya adalah 2 buah bangku panjang berhadapan. kalo duduk di sini mungkin rasanya seperi sedang pesta kebun ya, hihii..

Sofa di area belakang
Nice wall decor
Suasana yang asri

Di sisi sebelah kiri ini juga ada tangga menuju ke lantai 2. Sayangnya saya gak naik karena di atas sepertinya sedang ada pekerjaan renovasi, terlihat dari beberapa orang pekerja yang sesekali menengok ke bawah.

Saya dan Faizah lebih memilih duduk di bawah tangga. Ya, tangganya memang dibuat multi fungsi, di bagian bawahnya dijadiin tempat duduk untuk bersantai. Dan, seperti yang udah saya share di Instagram saya dan Faizah beberapa waktu lalu, pertanyaan yang saya ajukan ke follower kami adalah "apa yang sedang kami obrolin?" hehe... Ada yang jawab "Faizah masih lapar", ada yang menebak "Faizah mau naik ke atas", ada yang bilang "Faizah pengen kasi makan ikan", ada juga yang mengira kalo saya sedang bercerita dongeng Cinderella kepada Faizah, hihii... Padahal waktu itu Faizah udah mau kabur, pengen balik ke kolam untuk kasi makan ikan tapi saya bilang "jangan dulu, kita foto-foto dulu di sini" gitu...


Baca juga : Pengen Mojok di Bandung? Datang Aja Ke Sini...

TOILET

Setiap kali ke cafe atau resto, pasti saya selalu masuk ke rest room atau resto. Pengen lihat juga sih toiletnya seperti apa. Dan saya pun terkagum-kagum dengan toilet di Panbakers ini. Kesan mewah knali nampak di sini. Cat keemasan memdominasi beberapa bagian. Di wastafel ada lampu bohlan yang cukup unik tergantung di sisi kiri dan kanan cermin. Di bagian bawah wastafel, ada keranjang yang diisi dengan handuk-handuk kecil tergulung rapi dan berpita. Lalu di seberang wastafel ada kursi dan meja yang bisa digunakan saat menunggu toilet yang sedang terisi.

Wastafel yang keren
Lampu yang unik
Kursi & meja dalam toilet

Well, sepertinya reviewku udah lengkap, kecuali suasana di lantai 2. Kalo kalian penasaran dengan lantai 2nya seperti apa, langsung aja datang ke :

PANBAKERS
Jl. Gunung Latimojong no. 140
Makassar
Jam operasional : Pk. 10.00 - 01.00





Posting Komentar