Selasa, Oktober 17, 2017

Belajar Cupping & Brewing Di ANOMALI COFFEE Makassar


Hola!
Buat manteman pembaca setia blog emaronie.com mungkin masih ingat rangkaian cerita perjalanan liburanku di Jakarta awal tahun 2017 kemarin. Salah satu cafe yang saya kunjungi di Jakarta adalah Anomali Coffee yang terletak di Menteng. Sebuah cafe yang keren berkonsep minimalis dengan cita rasa kopi yang enak.

Untuk selengkapnya bisa kamu baca di postingan saya : Nongki Sore Di ANOMALI COFFEE Menteng.

Nah, sejak tanggal 10 Oktober 2017 yang lalu, Anomali Coffee sudah buka lho di Makassar! Berlokasi di prime location Kota Makassar, tepatnya di Jalan Dr. Ratulangi no. 102. Setelah sebelumnya sudah ada 9 outlet di 2 kota besar, yakni Jakarta (Kemang, Menteng, Pakubuwono, PIK Avenue - Pantai Indah Kapuk, Pondok Indah, Senopati dan Setiabudi) dan Bali (Dewi Sri dan Ubud). Di Makassar ini merupakan cabang yang ke-10.

Dengan menawarkan promo Buy 1 Get 1 Coffee untuk setiap pembelian minuman sampai tanggal 22 Oktober 2017, Anomali langsung diserbu oleh para penikmat kopi, maupun yang bukan penikmat kopi. Selain itu tipikal warga yang selalu heboh setiap kali ada tempat nongkrong yang baru buka, menjadikan Anomali seketika hits di sosial media para nitizen Kota Makassar.

Kemudian pada tanggal 14 Oktober 2017 kemarin, Anomali Coffee resmi mengadakan Grand Opening. Saya dan beberapa teman blogger dan foodgramer diundang untuk menghadirinya.

Menghadirkan konsep industrial yang minimalis, interior Anomali dan pembagian ruang terlihat apik. Memasuki cafe terlihat beberapa pengunjung agak kebingungan dengan pintu masuknya. Pintunya berupa kaca lebar dengan bingkai besi berwarna hitam tanpa pegangan. Kita cukup mendorongnya maka pintu akan terbuka. Terlihat seperti sebuah jendela besar memang, makanya banyak yang kecele, hehe...

ANOMALI COFFEE Makassar tampak depan
Area kasir dan barista
Tempat mengambil pesanan

Begitu masuk, kita langsung mendapati area berbentuk segi empat yang terdiri dari area kasir yang nyambung dengan chiller tempat penyimpanan cake di bagian depan, tempat barista di sebelah kiri, tempat pengambilan pesanan di sebelah kanan dan tempat duduk customer di bagian belakang.

Di sisi kanan area yang berbatasan dengan tembok, ada meja dan kursi berbaris rapi. Sedangkan di sisi kiri berdiri rak besi berdesain minimalis  tempat penyimpanan kopi. Di bagian belakang ruangan terdapat smoking room yang tersedia pula ruang outdoor yang berbentuk memanjang. Di dalam ruang inilah yang nyambung dengan toilet dan pantry, sehingga kalo kamu duduk di area ini akan terlihat karyawan cafe yang lalu-lalang dari dan ke arah pantry.

Keren kan?
Bareng Ibu Maya - Kadis Pariwisata Kota Makassar dan Kak Yanti beserta suami, di salah satu sudut Anomali Coffee
Ngopi bareng
Bareng iMom, blogger cozyhomeidea.con

Baca juga : Kopi Punya Cerita

Hiasan dinding asal biji kopi di Indonesia
Suasana pengunjung
Suasana tampak dari lantai 2

Gedung Anomali Coffee ini terdiri dari 2 lantai. Tangga untuk menuju ke labtai 2 terdapat di depan smoking room. Di atas terdapat beberapa ruangan yang bisa digunakan untuk miting. Tersedia pula mushollah.

Di salah satu ruangan di lantai 2 inilah saya dan teman-teman foodgram ikutan sesi Cupping dan Brewing yang diadakan oleh pihak Anomali Coffee sebagai inti dari acara grand openingnya. Itulah uniknya Anomali, pas dengan arti kata anomali, yaitu tidak normal atau menyimpang. Jika biasanya pada acara pembukaan cafe hanya diadakan syukuran atau seremonial yang dipenuhi dengan kata-kata sambutan dari tamu VIP, maka di Anomali Coffee diadakan sebuah kegiatan yang lebih bermanfaat.

Layaknya orang yang sedang belajar, kami dibekali dengan ilmu tentang kopi, proses pengeringannya hingga bagaimana kopi itu disajikan. Yang mengajar kami namanya Mas Aris dari Anomali Coffee. Dijelaskan bahwa terdapat 2 jenis biji kopi yakni Arabica dan Robusta. Tapi yang paling sering dipakai di Indonesia adalah kopi arabica, yang kafeinnya lebih rendah, terasa lebih asam dan merupakan karakter kopi origin.

Cara memproses kopi ada 4 macam, yakni :

1. Fully washed
Hasil lebih asam dan bersih.
2. Semi wash/wet hulling/giling basah.
Hasil lebih kental.
3. Pulped natural
Hasil lebih manis.
4. Natural/dry process
Hasil lebih kompleks.

Dari kesemuanya itu, proses dengan cara fully washed adalah yang dipakai di Indonesia. Sedangkan pulped natural dan natural/dry process susag diterapkan di Indonesia karena tidak cocoj dengan cuaca di Indonesia yang cenderung basah atau sering hujan.

Cupping adalah kegiatan untuk mengobservasi rasa dan aroma kopi tanpa campuran. Banyak syarat yabg harus dipenuhi jika akan melakukan cupping, seperti : harus dalam keadaan sehat, terutama tidak sedang flu, tidak berbau parfum yang menyengat, tidak berbau rokok, tidak habis menyikat gigi dan sebagainya. Sedangkan pada saat melakukan cupping tidak boleh bersuara, tidak boleh saling mempengaruhi, dan sebagainya.

Mas Aris memandu sesi cupping
Perlengkapan untuk cupping

Siang itu, ada 3 kopi yang akan diobservasi, yang diberi nama A-B-C. Kami dilengkapi dengan kertas penilaian dan diberi sendok masing-masing lalu berjejer mengelilingi meja. Pertama mencium bubuk kopi, lalu mencium lagi kopi yang sudah diseduh, dan terakhir mencicipi kopi dengan cara diseruput, sllurph... ☕

Ternyata cupping kopi itu buat saya bikin pusing, karena mencium banyak bubuk kopi. Dari cupping kopi ini saya jadi tau ternyata bubuk kopi itu beda-beda aroma dan rasanya. Kopi memang berkembang pesat. Di tahun 2016 ada 36 aroma kopi, lalu di tahun 2017 ada lagi varietas baru sehingga aroma kopi meningkat menjadi 100 aroma. Wow!

Mencium bubuk kopi
Mencium aroma kopi yang sudah diseduh
Seruput kopi

Saya sendiri menyukai kopi B, yang aromanya terasa kuat dan rasanya sedikit asam. Ternyata itu adalah Kopi Toraja. Huahaha... Pantes aja aroma dan rasanya familiar!
Selanjutnya kami memasuki sesi manual brewing. Brewing adalah tekhnik menyeduh kopi secara manual, dengan tangan. Pada sesi ini dipandu oleh seorang barista dari Anomali Coffee yaitu Mbak Syifa.

Ada 2 cara dalam brewing, yakni :

▶ Drip V60/Poor Over
Menggunakan cangkir khusus dengan sudut 60 derajat. Tekhnik ini yang banyak digunakan sekarang.
Hasil yang diperoleh : asam rendah dan rasa lebih ringan seperti teh.

▶ French Press/Plunger
Paling banyak dilakukan di warung kopi, biasa pula dilakukan di rumah.
Hasil yang diperoleh : kopi terasa lebih kental dan tanpa ampas.

Brewing V60
Perbedaan jenis brewing
Kiri dengan V60 & kanan dengan Plunger
Mencicipi kopi hasil brew V60

Baca juga : Seduh Kopi Bareng Riri Riza

Anomali Coffee memang tidak seperti coffee shop biasa, karena di sini kita bisa belajar dan punya pengalaman membuat kopi sendiri. Misi dari Anomali Coffee adalah mempromosikan dan mengakurasi kopi-kopi terbaik se-Indonesia melalui edukasi dan pengalaman kepada pengunjung.

Soal menu, tidak hanya sajian kopi, tapi juga teh dan aneka jus. Untuk makanan, kamu bisa pesan cake ataupun makanan seperti Roasted Chicken, Nasi Goreng dan sebagainya. Pokoknya segala menu yang bisa dinikmati dari jam 7 pagi hingga 10 malam. Oya, kamu pun bisa membeli biji kopi di sini.

Alifah & Ice Cappuccino
Aneka daun teh
Hot Peppermint Tea
Roasted Chicken with Potatoes

So, appreciate and be proud of Indonesia Coffee. Enjoy a cup of Indonesia Coffee with Anomali Coffee Makassar!


ANOMALI COFFEE
Jl. Dr. Ratulangi no.102
Makassar
Tlp. 0411 - 858 114
Jam ops : 07.00 - 22.00

Malam mingguan di Anomali Coffee





Posting Komentar