Kamis, September 14, 2017

Anne Avantie, The Inspiring Woman


"Saya ingin menjadi cahaya, walaupun hanya setitik, demi menerangi di sekitar saya"

Itulah salah satu prinsip Anne Avantie dalam menjalani hidupnya. Menjadi penerang bagi siapa saja, tanpa memandang ras, agama, ataupun suku.
Kisah inspiratif perjalanan hidup Anne Avantie diceritakan langsung oleh designer papan atas itu dalam acara Community Gathering with Anne Avantie yang diadakan pada hari Rabu tanggal 12 September 2017 di Hotel Melia Makassar sebagai rangkaian dari acara Pasar Tiban yang akan digelar tanggal 15 - 24 September 2017.


Pada gathering kemarin, ada kurang lebih 20 komunitas yang hadir, seperti komunitas blogger Anging Mammiri, PKK Kota Makassar, Dekranasda, IWAPI, APPMI, Lions Club, Wanita Tionghoa, Hijab Jameela, Maysa Course, komunitas kaum difable dan masih banyak lagi. Tiap komunitas diwakili oleh 2 orang. Di acara ini kami langsung diberikan undangan acara pembukaan Pasar Tiban dan undangan Pagelaran Tunggal Inspirasi Karya Dan Cinta. Senangnyaaa...😍

Acara dipandu oleh Mbak Eri (eh namanya sama yaa...😁), yang diawal acara memutarkan video kegiatan sosial Anne Avantie. Videonya membuat semua yang hadir jadi terharu. Bahkan Mbak Eri sampai menitikkan airmata dan sampai tercekat waktu bercerita kepada kami bahwa keseharian Anne Avantie ya memang seperti itu, banyak bertemu dengan kaum difable, warga rutan dan sebagainya.

Gak lama kemudian, Mbak Eri mempersilahkan Anne Avantie masuk ke ruangan. Semua yang ada di dalam ruangan langsung riuh bertepuk tangan menyambut kehadirannya. Anne Avantie pun memberi salam kepada kami dan mulai bercerita.

Anne Avantie

Anne Avantie memulai usahanya pertama kali di kota kelahirannya, Semarang, 28 tahun yang lalu. Seorang wanita sederhana yang cuma hidup berdua dengan Maminya saat itu. Saking sederhananya, jika tidak ada makanan yang bisa dimakan, Maminya berkata "Tidak usah makan, dari pada harus meminta-minta". Hal ini yang membuatnya untuk tidak mengharapkan pertolongan manusia tapi berserah pada Tuhan. Sang Mami pun selalu mengingatkan harus bisa tersenyum terus dan menyenangkan hati setiap orang walaupun mungkin dalam hati kita tidak suka.

Ijazah terakhir yang beliau dapatkan hanyalah ijazah SMP. Beliau harus merangkak dari bawah, usaha pertamanya adalah membuka persewaan baju tari di tahun 1989 lalu di tahun 1998 mulai mengolah kebaya yang akhirnya mengangkat namanya sebagai designer yang serangkaian karyanya sangat inspiratif.

Beliau memang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan di bidang fashion. Keterbatasan pendidikan, kemampuan merancang dan talenta otodidak menjadi kekuatan yang akhirnya justu mengantarnya menjadi sosok yang berprestasi dan menginspirasi industri kreatif Indonesia. Beliau berprinsip bahwa jika kita tidak bisa bukan berarti kita kalah, karena Tuhan sudah menganugerahkan kelebihan yang berbeda-beda pada setiap orang.

Tahun 2000 Anne Avantie hijrah ke Jakarta dan dibantu oleh organisasi APPMI untuk membesarkan kebaya karyanya. Di Jakarta, Anne Avantie dan Maminya pun hanya tinggal di sebuah rumah kontarakan di dalam lorong yang sempit. Tapi hal itu tidak membuatnya patah semangat. Bahkan beliau bertekad untuk selalu menghasilkan karya yang terbaik karena menurutnya setiap yang terbaik adalah diri kita sendiri, yang menghasilkan karya.

Ketika sang Mami terserang penyakit kanker,  Anne Avantie memohon kepada Tuhan demi kesembuhan Maminya dan berjanji dalam keimanan untuk selalu melayani Tuhan, menolong semua orang lintas agama dan mengangkat derajat Maminya dengan menjadikannya sebagai akar dalam hidupnya yang selalu menopang keberhasilannya. Sejak itu kegiatan sosial selalu dijalankannya hingga akhirnya Maminya sembuh total dan kegiatan sosial Anne Avantie makin berkembang dengan membuat Avantie Fondation. Avantie Fondation ini mendirikan Wisma Kasih Bunda yang menampung para kaum difable dan punya program khusus yakni pembagian kursi roda dan tongkat yang kesemuanya berasal dari dana yayasan. Pembagian kursi roda ini pun yang nanti akan dilakukan di Makassar sebagai rangkaian acara Pasar Tiban.

Baca juga : Melihat Ke Bawah

Dalam usahanya di dunia fashion, Anne Avantie dibantu oleh seluruh keluarganya. Menurutnya setiap usaha harus dibentengi oleh keluarga. Itulah sebabnya bahkan suaminya pun rela meninggalkan pekerjaan yang dulu digelutinya demi membesarkan usaha Anne Avantie. Malahan sekarang masing-masing keluarganya pun punya brand sendiri, yakni Batiken milik sang Mami, Jaler milik suami dan INAV milik putri sulungnya, Intan Avantie. Anne Avantie sendiri punya 4 brand, yaitu Anne Avantie Indonesia, Anne Avantie The Heritage, Anne Avantie Atelier dan anneavantiemall.com.

Rasa kepeduliannya terhadap industri kecil diwujudkan dengan membuat sebuah marketplace bertajuk anneavantiemall.com untuk memasarkan produknya. Sepenuhnya beliau menyadari bahwa kekuatan brand Anne Avantie mampu mengayomi para pelaku UKM. Hal ini pula yang menginspirasinya membuka lapak jualan Pasar Tiban yang diadakan setiap bulan, hingga memasuki penyelenggaraan yang ke-10 dan diadakan di Makassar serta dihadiri langsung oleh beliau.

Mungkin sebagian manteman tidak tau kalo Bunda Anne Avantie sebenarnya adalah orang yang takut naik pesawat karena beliau phobia akan ketinggian. Tapi demi memenuhi acara Pasar Tiban, beliau mau mengalahkan rasa takutnya untuk terbang ke Makassar menemui para penggemarnya yang merupakan ke-3 terbesar di Indonesia.
Dari ketakutannya naik pesawat ini pula, Anne Avantie memetik hikmah bahwa ini adalah cara Tuhan untuk membuatnya selalu tinggal di tempat dia berada, tidak pergi terlalu jauh, supaya selalu bisa melihat orang-orang di sekitarnya yang kekurangan dan berkebutuhan khusus agar dibantu olehnya. Karena menurutnya "Dengan berbagi tidak ada satu pun yang hilang apalagi berkurang". Merinding saya mendengar kalimat ini... 😌

Jiwa sosial Bunda Anne memang patut diacungi jempol πŸ‘ditambah lagi dengan kepribadiannya yang rendah hati, ramah kepada setiap orang, dan mau mendengar setiap keluh kesah teman dekatnya. Konon beliau adalah tempat curhatnya para artis dan designer, hehe... Mendengar Anne Avantie berbicara memang sangat menyejukkan hati. Tutur katanya yang teratur dengan nada yang bersahabat membuat orang betah berlama-lama ada di dekatnya.

Anne Avantie & Icha Z.Lili, EO 3 Pro sebagai pelaksana acara di Makassar

Dan selama perhelatan Pasar Tiban di Trans Studio Mall tanggal 15 - 24 September 2017 nanti, Anne Avantie akan hadir setiap hari di sana. Kamu bisa bertemu langsung dengan beliau untuk bertanya seputar fashion atau sekedar foto bareng.

Aah... Senangnya saya sudah bertemu dengan sosok wanita yang inspiratif, yang bahkan dengan senang hati beliau sendiri yang menawarkan untuk menyimpan nomor HPnya di HPku dengan mengetikkannya sendiri! Hehe πŸ˜€

Semoga kesuksesan selalu mengiringi langkah Bunda Anne Avantie. Aamiiin... πŸ™

Saya & Kak Novie foto bareng Anne Avantie




Posting Komentar