Kamis, Agustus 03, 2017

Perempuan & Perhiasan


Perhiasan identik dengan perempuan, sebab perhiasan dianggap dapat mempercantik penampilan seorang perempuan. Sehari-hari banyak kita lihat perempuan yang memakai perhiasan, bahkan saya dan kamu sendiri pun pasti selalu memakai perhiasan.

Perhiasan sudah ada di dunia sejak zaman prasejarah untuk fungsi yang berbeda-beda. Bentuk-bentuk perhiasan awal kemungkinan adalah jimat, yang dirancang untuk melindungi pemakainya terhadap kekuatan musuh. Ketika peradaban manusia semakin berkembang, perhiasan digunakan untuk menunjukkan peringkat (agama atau politik) atau status sosial. Di masa kini, perhiasan juga dipandang sebagai bentuk investasi. Orang membeli emas dalam bentuk perhiasan (cincin, kalung, anting-anting, dan sebagainya) dengan tujuan untuk dijual kembali jika dibutuhkan atau jika harga emas dunia sedang naik.

Lain masa, lain daerah, lain pula bahan yang digunakan untuk membuat perhiasan. Perkembangan perhiasan bisa kita lihat berikut ini :

👑 Mesir Kuno (5550 SM – 20 SM)
Tembaga adalah bahan pertama yang digunakan untk membuat perhiasan. Mereka juga menggunakan berbagai macam batu-batuan seperti carnelian, feldspar, amethyst, chalcedony, lapis lazuli, dan pirus dalam membuat perhiasan.

👑 Mesopotamia Kuno (2750 SM – 1200 SM)
Batu-batuan yang sering digunakan oleh masyarakat Mesopotamia Kuno antara lain akik, lapis, jasper, dan carnelian.

👑 Cina Kuno (2200 SM – 300 SM)
Pada masa ini, batu-batuan yang paling banyak digunakan dalam pembuatan perhiasan adalah giok dan berlian. Bahkan mengukir batu giok menjadi sebuah kesenian yang indah pada masa dinasti Shang (1600 SM – 1050 SM). Masyarakat Cina Kuno sudah mengenal berbagai jenis perhiasan, seperti hiasan kepala, kalung, hiasan dada, liontin koin dan candi, cincin, gelang, dan mahkota.

👑 Yunani Kuno (1400 SM – 31 SM)
Perhiasan pada masa Yunani Kuno dibuat dengan bentuk hewan dan kerang. Tidak hanya itu, mereka juga menambahkan berbagai batu-batuan untuk hiasan, seperti amethyst, mutiara, chalcedony, carnelian, garnet, dan zamrud.

👑 Romawi Kuno (500 SM – 400 M)
Masyarakat Romawi Kuno menyukai cincin dengan cap, bros, dan jimat yang dibuat dengan desain kepala hewan dan ular melingkar. Mereka juga menggunakan batu-batuan seperti safir, zamrud, mutiara, amber, garnet, jet,dan berlian.

👑 Abad Pertengahan (1066 – 1485)
Jenis perhiasan yang popular pada masa itu adalah perhiasan rambut dan perhiasan pakaian yang biasa digunakan saat upacara keagamaan. Bahan yang digunakan berupa batu-batuan seperti ruby, safir, mutiara, zamrud, dan berlian.

👑 Georgia (1760 – 1830)
Pada masa ini, desain perhiasan fokus terhadap kemewahan dan kerumitan perhiasan, seperti kalung multi rantai. Biasanya orang-orang pada masa ini menggunakan ruby, zamrud, safir, dan mutiara.

👑 Victoria (1835 – 1900)
Orang-orang pada masa ini menyukai desain perhiasan yang romantis dan natural, seperti bentuk hati, bintang, bulan sabit, burung, dan serangga. Jenis perhiasan yang sering mereka gunakan adalah bros, cincin, kalung, gelang, dan cincin yang dihiasi dengan batu mulia seperti berlian, ruby, zamrud, safir, dan mulia, atau pun batu semi mulia seperti amethyst, coral, garnet, dan opal.

👑 Art Nouveau (1890 – 1910)
Pada zaman ini, karakteristik desain perhiasan yang dibuat meliputi garis berliuk yang indah dan bentuk bunga. Mereka juga menggunakan semua jenis batu semi mulia untuk membuat perhiasan.

👑 Edwardian (1895 – 1915)
Desain perhiasan pada era ini dipengaruhi oleh Art Nouveau, hanya saja gaya Edwardian cenderung lebih fun.

👑 Art Deco (1920 – 1935)
Masyarakat pada tahun ini menyukai desain perhiasan dengan warna-warni cerah, bentuk geometris, desain yang abstrak, dan seni oriental, yang dihiasi dengan batu-batuan seperti berlian, ruby, zamrud, mutiara, opal, amethyst, coral, dan garnet. Tahun ini adalah masa dimana jam tangan mulai popular dan digemari berbagai kalangan.

👑 Retro (1939 – 1949)
Desain perhiasan pada tahun ini sangat dipengarui oleh Perang Dunia 2. Pada periode tersebut terjadi embargo untuk batu mulia, sehingga bahan pembuat perhiasan pada tahun tersebut berganti ke logam dengan desain motif patriotik, batu semi mulia, dan batu sintetis.

👑 1950-an
Setelah Perang Dunia 2, masyarakat dunia mulai melirik kembali perhiasan dengan warna-warna cerah, penggunaan rhinestone, dan manik-manik besar. Berlian juga menjadi batu permata yang paling popular, bahkan hingga saat ini.

*data diambil dari berbagai sumber di Google.

Baca juga : Topi Favoritku

Dari informasi di atas, bisa kita simpulkan bahwa bahan-bahan yang banyak digunakan untuk perhiasan adalah :

💎 Logam
Ada banyak jenis yakni emas, perak, tembaga, hingga kawat. Logam paling banyak diminati karena kokoh dan mudah dibentuk sesuai selera.

💎 Batu
Sejak zaman batu hingga kini batu banyak digunakan sebagai perhiasan. Mulai dari batu permata yang mahal sekelas berlian hingga yang murah. Batu permata yang berkilau melambangkan kemewahan.

💎 Bagian dari Hewan
Mutiara, kulit kerang, bulu ayam, gigi dan tanduk adalah bagian dari hewan yang paling banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat perhiasan.

💎 Plastik
Plastik seperti manik-manik atau yang dibentuk menyerupai batu punya peminat tersendiri. Untuk usia anak-anak atau remaja cocok memakai perhiasan bahan plastik yang berwarna-warni.

💎 Kayu
Sebagian besar perhiasan bernuansa etnik terbuat dari kayu. Bahannya mudah didapat, cara membuatnya pun sangat gampang.

💎 Kain
Di tangan para pengrajin, kain bisa dibuat menjadi perhiasan yang cantik, seperti kalung, bros, gelang dan bandana.

Adapun perhiasan yang biasa dipakai oleh wanita adalah :

👸 Cincin
Semua orang pasti pakai perhiasan yang satu ini, terutama mereka yang sudah menikah. Karena cincin kawin dianggap sebagai pengikat hubungan suami istri.


👸 Gelang
Bahan gelang kini beragam, ada yang dari besi, kulit dan sebagainya. Bentuknya pun sudah tidak selalu bulat lagi, tapi ada juga berbentuk segi empat.


👸 Kalung
Kalung merupakan perhiasan tertua yang digunakan manusia. Sejak zaman pra sejarah! Saat itu mereka menggunakan bagian tubuh hewan seperti gigi dan tanduk untuk membuat kalung. Kalung pun dulunya dipakai untuk membedakan status sosial.
 

👸 Anting
Pada zaman dulu, yang membedakan antara laki-laki dan perempuan adalah dengan penggunaan anting. Namun sekarang sudah banyak juga laki-laki yang menindik telinganya dan memakai anting.


👸 Bros
Bros dikenakan di baju atau di jilbab buat yang memakai jilbab. Modelnya dan ukurannya pun beragam. Ada pula yang menjadikan bros sebagai tanda kepanitiaan dalam sebuah acara, sebagai sarana promosi sebuah produk ataupun bentuk dukungan terhadap suatu gerakan.



Lantas, di manakah kita bisa membeli perhiasan yang indah, sesuai selera, dan terutama pas di kantong? Sekarang sih udah banyak toko perhiasan, tapi kalau saya sih sukanya beli perhiasan di mataharimall.com. Selain karena berbelanja online tidak memerlukan waktu khusus untuk datang ke toko, juga karena ada banyak pilihan perhiasan yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Tapi yang paling penting sih karena mataharimall.com adalah situs belanja online yang terpercaya.

Jadi, untuk apa mikir lama-lama, langsung aja cuss ke mataharimall.com untuk mencari perhiasan favorit kamu 😊

Posting Komentar