Senin, Juli 24, 2017

#SannengTalks4 : Bahagia Itu ...

Happy Monday, happy people!
Are you happy today?


HAPPY.

Dalam Kamus Bahasa Inggris - Indonesia berarti senang atau bahagia.

Sedangkan BAHAGIA dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : bahagia/ba·ha·gia/ 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Di Sanneng Talks kali ini saya pengen bahas tentang ini.

Bahagia itu ...

Menurut kamu apa?
Banyak yang bilang "bahagia itu sederhana".
Sesederhana apa? Ada yang jawab "cukup dengan melihat senyumanmu aku sudah bahagia", ada juga "menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sudah bikin bahagia" dan sebagainya.

Tapi ada juga yang menganggap kebahagiaan itu mahal, misalnya dengan jabatan yang tinggi, harta yang berlimpah, traveling ke tempat mahal dan keren, dan lain sebagainya.

Ini BAHAGIA menurut Awie dan Qiah

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa ukuran kebahagian bagi setiap orang itu beda-beda. Ada yang merasa bahagia dengan seadanya, ada juga yang merasa bahagia dengan segala materi. Berarti bahagia itu tergantung persepsi masing-masing orang. Tidak ada yang sama.

Kalo saya pribadi punya pendapat sendiri, bahwa bahagia itu adalah perasaan, bukan keadaan. Perasaan bahagia itu datangnya dari dalam hati, bukan dari faktor luar seperti apa atau siapa.

Ada yang bahagia jika pasangannya selalu berada di dekatnya. Ketika pasangannya meninggal dunia, kebahagiaannya pun terkubur.
Ada yang bahagia dengan segala harta dan jabatan yang dimilikinya. Ketika hartanya habis dan jabatannya sudah tidak ada lagi, kebahagiaannya pun sirna.

Bahagia bisa selalu mesra
*Hongkong 2012

Banyak orang yang akhirnya jadi frustasi, stress hingga depresi karena merasa tidak bahagia dengan kehidupannya, menganggap perkawinannya tidak bahagia, menganggap pasangannya atau keluarganya tidak pernah membahagiakannya, dan sebagainya,  hingga mencari kebahagiaan dengan cara yang salah, pernikahan berujung pada perpisahan, yang lebih parah jika akhirnya memutuskan untuk bunuh diri karena tidak merasa bahagia.

Saya pernah membaca kisah tentang seorang sufi yang rumahnya dalam keadaan gelap gulita dan dia di luar rumah seperti tampak sedang mencari-cari sesuatu di halaman rumahnya. Kemudian ada tetangga yang datang mendekati, bertanya "Hai Fulan, sedang mencari apa kau?" Tanya tetangga itu. "Saya mencari kunci yang terjatuh" jawabnya.  "Memangnya jatuhnya di mana?" tanya tetangganya lagi. "Sebenarnya jatuhnya di dalam rumah saya, tapi karena listrik rumah saya sedang padam maka saya mencari di luar saja yang lebih terang".

Dari kisah ini kita pasti tertawa dan berfikir "kuncinya jatuh di dalam rumah, koq carinya di luar? Kalo listriknya padam kenapa tidak pake penerangan yang lain seperti senter atau lilin?" Hal ini sama saja dengan orang-orang yang berkata "mencari kebahagiaan di luar rumah", kenapa tidak menciptakan kebahagiaan itu di dalam rumah? Dengan cara apa pun itu.

Bahagia bisa selalu saling sayang sekeluarga

Ya, menciptakan kebahagiaan. 
Bagaimana caranya? Dari mana kebahagiaan bisa diperoleh? 
Gak usah cari kemana-mana atau ke siapa atau ke apa... cukup dengan 1 hal, yakni SYUKUR.

Baca juga : Sukses Itu Relatif

Bersyukur atas segala yang kita miliki, yang sudah kita lalui, yang sedang kita kerjakan, bersyukur akan segala hal.
Dari syukur inilah rasa bahagia itu bisa hadir. Merasakannya di dalam hati, lalu menularkan kebahagiaan - yang merupakan energi positif - di sekitar kita, dijamin semua akan terasa lebih baik. Karena orang yang bahagia pasti akan selalu berbuat kebaikan.

Jaman sekarang ada ungkapan yang selalu mengingatkan "jangan lupa bahagia", menurutku mungkin lebih baik diganti menjadi "jangan lupa bersyukur".
Jadi, sudahkah anda bersyukur hari ini? ☺

Bahagia itu saya!
*Berlin 2014

Posting Komentar