Senin, Juli 10, 2017

FILOSOFI KOPI 2 : Kopinya Koq Asam? Basi Ya?

Gala Premier Filosofi Kopi 2

"Kopinya koq asam? Basi ya?"
Demikian pertanyaan salah seorang pengusaha calon investor Filosofi Kopi. Dan Ben pun kesal dengan pertanyaan itu, "Asam! Emangnya ketek, asem?!" katanya pada Jody.

HAHAHA... 😄😄

Seisi bioskop tertawa menonton adegan itu. Sebagai penikmat kopi sachet 3 in 1 saya pun ikut terbahak, walopun saya belum pernah mencicipi kopi yang katanya rasanya asam itu. Karena kopi yang saya minum selalu dengan susu kental atau creamer 😜

Baca juga : Ngopi Cantik Di Wrapped

Itulah yang terjadi saat saya menghadiri Gala Premier film Filosofi Kopi 2 pada hari Jumat tanggal 7 Juli 2017 lalu. Saya dan manteman blogger diundang oleh Manajemen Trans Studio Mall untuk menghadiri acara tersebut, nonton bareng Chicco Jerikho, Rio Dewanto dan Luna Maya. Sebuah penghargaan tersendiri sih buat saya karena profesi blogger sangat dihargai oleh pihak Manajemen TSM dengan sering mengundang dan melibatkan kami di hampir setiap eventnya.

Undangan Gala Premier

Untuk film Filosofi Kopi 2 ini saat press conference launchingnya di akhir bulan Mei lalu pun saya dan Daeng Ipul juga diundang, bahkan sempat ngobrol santai bareng Chicco Jerikho dan Rio Dewanto. Selengkapnya bisa kamu baca di sini.


Ngobrol bareng Ben & Jody di bulan Mei lalu

Kembali ke filmya, kopi tetap menjadi titik sentral sesuai dengan judulnya. Jika di film Filosofi Kopi (1) bercerita tentang perjalanan Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) dalam mencari biji kopi terbaik setelah kehadiran El (Julie Estelle) yang mengatakan bahwa kopi racikan Ben, yakni Perfecto, masih kalah enaknya sama Kopi Tiwus.

Sedangkan di film Filosofi Kopi 2, setelah berkeliling Jawa dan Bali untuk membagikan (lebih tepatnya sih jualan keliling pake VW Combi) kopi terbaik kepada para penikmat kopi, Ben dan Jody berniat untuk kembali ke Jakarta, membuka lagi kedai Filosofi Kopi. Dari sinilah cerita mengalir, suka dukanya mencari investor seperti yang saya tulis di awal tadi, kehadiran Tarra yang jadi "Ibu" buat Filosofi Kopi, adanya Brie sang barista yang dingin dan keras kepala namun tegar, perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia, berbagai konflik hingga hubungan percintaan. Film ini terasa lebih "kaya" dibanding sebelumnya. Karakter Ben yang cuek, meledak-ledak, dan idealis dalam hal kopi, berpadu dengan Jody yang cool, pencari duit dan banyak mengalah. Akting Luna Maya dalam memerankan Tarra juga sangat memukau, terlihat sekali kalo dia sangat menjiwai perannya sebagai pengusaha muda, rekanan bisnis Ben dan Jody, pemilik Filosofi Kopi. Dan saya selalu gagal fokus sama adegan filmnya setiap kali Luna disyuting full body, penampilannya itu lho... keren banget baju dan sepatunya! Hihihi 😆 Begitu juga dengan Nadine Alexandra, sukses bikin saya gregetan saat perannya sebagai Brie diam saja sewaktu disempot kemarahan Ben. Tapi sayang, make upnya terlihat ketebalan, gak natural! Hehe..😃

Pengambilan lokasi syuting di Makassar dan Toraja tentunya bikin saya sebagai orang Sulsel bangga donk! Pemandangan alam Toraja yang sangat indah didukung tekhnik visual cinematography yang canggih bisa jadi daya tarik buat para wisatawan. Sedangkan di Makassar sendiri, kami-kami para blogger Makassar senang banget lihat salah seorang teman di komunitas blogger Anging Mammiri, yakni John Chendra yang juga merupakan salah satu barista senior di kota ini, ikut tampil sebagai cameo, juga tokonya yaitu Toko Ujung, yang terkenal dengan produksi Kopi Ujung, dijadikan sebagai salah satu lokasi syuting.

Toraja
*screenshoot from trailler Filosofi Kopi 2
Adegan di Kopi Ujung Jl.Somba Opu Makassar
*screenshoot from trailler Filosofi Kopi 2

Alur cerita yang sedikit berat dan cenderung cepat membuat penonton harus menyimak keseluruhan adegan sejak awal. Jangan sampai seperti saya yang ketinggalan scene meninggalnya bapaknya Ben karena kebelet pipis, hihi... Akibatnya di scene selanjutnya saya sempat dibuat bingung dengan kemarahan Ben ke Tarra. Untung aja ada Sheyla yang duduk di samping saya ngasi bocoran scene terlewat, gak saya tonton. Oya, seperti yang saya informasikan tulisan saya sebelumnya saat press conference launching film ini bahwa ide cerita Filosofi Kopi 2 adalah berasal dari penonton Filosofi Kopi yang dilombakan lewat kompetisi #NgeracikCerita kemudian dikembangkan dalam sebuah skenario film dan tetap ada nama Dewi Lestari, penulis buku Filosofi Kopi, sebagai konsultan skenario.

Sebuah film yang bagus harus didukung dengan sountrack yang bagus pula. Menurut Alifah yang ikutan nonton, semua lagu yang jadi soundtrack film ini keren-keren. Wajar saja, karena ada nama Glenn Fredly di balik soundtrack itu sebagai produser musik. Saya sih taunya cuman lagu Sahabat Sejati lagunya Sheila On 7 yang dinyanyiin kembali oleh Chicco Jerikho dan Rio Dewanto dalam versi yang beda banget hasil garapan Glenn.

Alifah ikut nobar juga donk 😉

Baca juga : Ngopi Di Caribou Coffee

Jadi, jangan sampai terlewatkan tanggal tayang perdana film Filosofi Kopi 2 ini, 13 Juli 2017. Kamu harus nonton! Dan dari setiap 1 lembar tiket yang kamu beli itu berarti kamu sudah ikut menyumbangkan 1 benih kopi buat petani kopi Indonesia. Perfecto! 👌
  
Well, it's about coffee.

"Ada 1 filosofi yang tidak pernah ditulis tapi selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang tersaji :
Setiap hal yg punya rasa, selalu punya nyawa."

Begitu kata Ben.

Sebagian blogger yang hadir di Gala Premier FilKop2
(Ki-ka) : Sheyla, Chinta, Ery, Tari, Kak Novie, Awie, Nunu & Qiah

Posting Komentar