Minggu, Mei 14, 2017

Bimbingan Tekhnis Pengembangan Destinasi Wisata Kuliner & Belanja


Wisata Kuliner Dan Belanja kini menjadi salah satu target yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

Kuliner dan belanja, adalah dua daya pikat destinasi wisata yang alamiah, yang banyak dicari oleh semua wisatawan baik wisnus maupun wisman. Bahkan Presiden Joko Widodo turut mengkampanyekan dengan mengunjungi pusat perbelanjaan di hari libur atau pada saat kunjungannya ke beberapa daerah di tanah air. Presiden memang memberikan contoh bahwa wisata belanja dan kuliner bisa dinikmati siapa saja.

Untuk itulah pada tanggal 3 dan 4 Mei 2017 lalu, Kementerian Pariwisata melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar mengadakan Bimbingan Tekhnis Pengembangan Destinasi Wisata Kuliner Dan BelanjaAcara diadakan di Hotel Santika Makassar. 2 orang blogger Makassar, yakni saya dan A.Unga termasuk yang diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu hadir pula pihak PHRI, ASITA, APPBI dan beberapa pihak terkait lainnya.


Selama 2 hari acara diisi dengan presentasi materi dari pihak Kementerian Pariwisata, yakni Pengembangan Wisata Kuliner oleh Tim Percepatan Pengembangan, Interpretasi oleh Wiwien T. Wiyonoputri, Kiat Membuat Paket Wisata oleh Tendi Naim dan Wisata Gastronomi Di Indonesia oleh Arie Parikesit. Adapula site visit ke objek yang bisa menjadi tujuan wisata.

Bimtek hari 1
Blogger, foodgram & APPBI dalam satu meja
Bimtek hari 2
Suasana hari ke-2

Dalam materi Pengembangan Wisata Kuliner dijelaskan bahwa target dari Kementerian Pariwisata di tahun 2019 adalah mendatangkan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia. Untuk itulah dibutuhkan kerjasama dari pemerintah daerah dan unsur terkait  demi pencapaian target ini.

Sedangkan pada materi Interpretasi adalah semacam penyatuan visi dan misi atau sudut pandang dari seluruh peserta mengenai wisata kuliner dan belanja.


Yang paling menarik adalah saat site visit. Terlebih dahulu dilakukan pembagian kelompok. Ada 2 kelompok dengan tujuan yang berbeda. Kelompok 1 dengan tujuan Jl. Nusantara dan Kelompok 2 mendapat rute ke Jl. Somba Opu. Saya sendiri tergabung di Kelompok 1. Dengan bus kami menuju ke Jl. Nusantara melalui jalur Jl. Penghibur yang terkenal dengan Pantai Losari, ketika tiba di Jl. Nusantara, bus lantas berbelok ke Jl. Sulawesi dan para peserta diturunkan di Pasar Butung. 

Kelompok 1 siap-siap site visit

Pasar Butung adalah pasar yang tertua di Makassar. Di tahun 2017 ini Pasar Butung sudah berumur 100 tahun. Dibangun pada tahun 1917, oleh Pemerintah Belanda pada saat itu pasar ini disebut Passer Boetoeng karena di sekitar pasar banyak bermukim masyarakat suku Buton dari Sulawesi Tenggara. Hingga kini Pasar Butung masih eksis sebagai nadi perekonomian di Kota Makassar. Beraneka produk fashion dijual di pasar ini, yang akan lebih murah jika dibeli secara grosir. Tak heran jika yang berbelanja di Pasar Butung bukan hanya warga Kota Makassar tapi juga dari daerah lain yang membeli untuk dijual kembali di daerahnya masing-masing.

Site visit di Pasar Butung
Kue tradisional di Mama Cafe
*pic by misstamchiak.com

Setelah berkeliling Pasar Butung, bus pariwisata yang membawa kami melanjutkan perjalanan ke Jl.Serui dan berhenti di depan Mama Cafe. Cafe ini terkenal karena menjual aneka kue tradisional seperti Barongko, Kue Seruni, Cucuru' Bayao, Biji Nangka, Sikaporo dan lain-lain. Jangan membayangkan Mama Cafe ini seperti warung tradisional, karena Mama Cafe adalah sebuah cafe yang berbentuk seperti rumah kolonial yang sangat nyaman.

Kedua tempat yang kami datangi inilah yang selanjutnya akan dirangkai dalam sebuah perjalanan wisata kuliner dan belanja. Maka pada materi Kiat Membuat Paket Wisata, para peserta diajarkan cara membuat paket wisata singkat namun padat yang bisa mendatangi semua unsur penting dari sebuah daerah. Paket wisata itu sebaiknya diberi tema agar tempat wisata yang dikunjungi dapat fokus sesuai dengan tema.

Presentasi perjalanan wisata dari Kelompok 1

Yang juga menarik buat saya adalah saat pemaparan materi Wisata Gastronomi Di Indonesia oleh Arie Parikesit. Yang saya tau Mas Arie ini adalah presenter Kelana Rasa di Trans TV, tapi ternyata lebih dari itu Arie Parikesit adalah seorang chef, founder dari Kelana Rasa Solution dan juga pemerhati makanan tradisional nusantara. Mas Arie menjelaskan bahwa dalam hal wisata gastronomi tidak seperti wisata kuliner yang hanya berhenti pada rasa tapi ada pengalaman yang didapat dari sebuah perjalanan. Tidak hanya sekedar makan tapi juga tahu cara pembuatannya, cara makannya, bahkan dari mana asal bahannya. Di berbagai tempat di dunia, pasar sudah menjadi destinasi wisata, karena pasar bukan hanya tempat transaksasi tapi juga sebagai tempat interaksi.

Materi dari Arie Parikesit
Blogger Mks foto bareng Arie Parikesit

Di akhir kegiatan, seluruh peserta diminta untuk menuliskan kesan dan pesan dari acara ini. Dan saya pun menuliskan ide yang tiba-tiba saja terlintas di benak saya setelah ikut acara ini...
"EMaronie Organizer jadi dapat ide untuk membuat paket tour gastronomy untuk warga lokal" 
Semoga bisa terwujud nantinya. Aamiiin! 😊

My comment



Posting Komentar