Jumat, Maret 31, 2017

Semarak Pembukaan FEMME 2017


Akhirnya tanggal 29 Maret 2017 datang juga! Hari yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar fashion atau fashionista sejagat Kota Makassar dan sekitarnya. Kenapa??? 
Karena hari itu adalah pembukaan FEMME 2017. Yeay!!!

Kami para blogger sudah hadir di Four Points by Sheraton Hotel Makassar sejak jam 9.30 pagi karen di undangan tertera jam 10 acara sudah dimulai. Dengan dress code Traditional Contemporer, semua terlihat keren dengan kain khas berbagai daerah di nusantara yang dimodifikasi secara modern. Saya sendiri mengenakan kain jumputan khas Palembang yang saya bentuk model celana. Kain ini saya padukan dengan blus putih dan legging putih karena jumputannya memang berwarna dasar biru bercorak putih.

#OOTD
Bersama Ibu Kadisparekraf Kota Makassar
Blogger MAM bareng Ibu Kadisparekraf

Setelah kurang lebih 1 jam menunggu, acara baru dimulai hampir jam 11. Pembukaan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu Uli Ayunsri Harahap Syahrul, yang tak lain adalah istri Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak H. Syahrul Yasin Limpo. Mendampingi beliau pada saat pembukaan yakni Anggota DPR-RI Ibu Indira Chunda Tita Syahrul, Ketua Dekranasda Kota Makassar Ibu Indira Jusuf Ismail Ramdhan Pomanto, Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreati7f Kota Makassar Ibu Rusmayani Madjid, dan Chairwoman FEMME Icha Z. Lili.

Prosesi pembukaan FEMME
Tarian Lipa' Sa'be

Suasana semakin semarak ketika para peragawan dan peragawati berjalan di atas catwalk memperagakan busana dari para designer. Yang paling menarik perhatian adalah busana rancangan Ida Noer Haris dan Priyo Oktaviano.

Priyo Oktaviano yang merupakan designer nasional menampilkan busana bertema Jardin de Fleur yang berarti Taman Bunga. Kain sutra motif co'bo dipadukan dengan aplikasi bunga yang cantik. Warnanya pun didominasi warna gold, kuning muda, dan warna sampanye. Kesan mewah dan elegan serta glamour sangat kental pada rancangannya. Saat konferensi pers saya sempat menanyakan kepada Priyo kenapa temanya berbahasa Perancis padahal kain yang digunakan adalah kain khas nusantara, dan jawab Priyo sangat diplomatis, hal ini karena tema dari rancangannya bergaya Eropa sehingga sangat pas diberi judul seperti itu. Selain itu ternyata Priyo pernah tinggal di Paris.
  
Jardin de Fleur
 
Busana rancangan Priyo
 
Bareng Priyo Oktaviano
Ngobrol bareng Priyo Oktaviano

Baca juga : Fun Walk Road To FEMME

Sedangkan Ida Noer Haris menampilkan busana sutra bermotif co'bo yang didominasi warna kuning. Uniknya dari peragaan ini karena yang tampil adalah model era 80an, seperti Rudy Karamoy, Juanda, Ida Sumange, Widi, Santiaji dan kawan-kawan. Semua tampil masih terlihat luwes dan percaya diri, walaupun beberapa sudah terlihat bertubuh agak melar, hihi...

Rudi Karamoy
 Busana rancangan Ida Noer Haris

FEMME ini akan berlangsung hingga tanggal 2 April 2017 dengan menghadirkan 50 designer nasional, 15 designer lokal, 200 brand ternama Indonesia dan 20 celebrity brand, seperti Chintami Atmanegara, Kiki Amalia, April Jasmin dan lain-lain. Jadi, jangan sampai ketinggalan!

Blogger MAM

*pic by qiahladhladkiya & fillyawie.com

Posting Komentar