Senin, Februari 27, 2017

Alifah, Bakat & Kesukaannya


Orang bilang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Demikian pula dengan anak, segala kebiasaan, kesukaan dan bakatnya pun gak jauh-jauh menurun dari orang tuanya.

Alifah juga gitu...

Kesukaan saya pada seni, mengalir deras dalam darah Alifah. Dia suka fashion, suka dandan, suka dengar musik, suka gambar, suka baca bahkan sekarang juga suka nulis.

Tapi dia agak sedikit beda...

Bakatnya dalam berdandan gak heran nurun dari siapa, hehe... Sempat dia pengen banget dikursusin buat jadi Make Up Artist. Saya sih support tapi juga mengingatkan kalo apa yang mau dijalani harus diseriusin dan sering-sering berlatih dandan di wajah sendiri dulu eh...tapi katanya dia gak mau kalo terlalu sering dandan, takut wajahnya rusak, selain itu dia kurang PD kalo tampil dengan wajah full make up. Nah lho! Haha.. Akhirnya kursus MUA dipending dulu deh. 

Alifah & make upnya

Musik yang dia suka musik tahun 90an, jaman saya muda dulu. Seperti lagu-lagunya Oasis, Radiohead, dan menjadikan Kurt Cobain sebagai musisi idolanya. Waktu SD sempat terpikir untuk memasukkannya les vokal tapi sepertinya dia kurang tertarik, akhirnya les renang aja hihiii

Oasis & Kurt Cobain
 Alifah & Faizah renang

Kalo menggambar mungkin bakat dari Atunya. Saya agak heran juga tiba-tiba dia kirim gambarnya, yang walaupun hanya digambar pakai pulpen tapi keren.

Gambar Alifah

Alifah suka belajar bahasa asing, seperti saya. Sudah 2 kali dia ikut les Bahasa Inggris. Yang terakhir ikut di EF dan sudah lulus 1 level tapi gak lanjut lagi karena sedang fokus hadapi Ujian Nasional. Tapi walopun Bahasa Inggrisnya sudah ok, dia selalu aja malu kalo diajak ngomong in English.

Graduation!

Jaman SD dia baca buku Kecil-Kecil Punya Karya. Masa SMP bacaannya novel remaja yang ringan, tapi sempat juga berhenti membaca karena mulai banyak bergaul. Nah, sekarang ini saat SMA bacanya mulai serius. Buku  yang dibaca sebagian besar buku sejarah atau biografi tokoh, seperti Soekarno, Soe Hok Gie, Chairil Anwar, dan Wiji Tukul. 

Bacaan Alifah

Tentang Wiji Tukul ini, saya tau sosoknya malah dari Alifah. Dan ketika kami nonton bareng film Istirahatlah Kata-Kata yang menceritakan tentang kisah hidup Wiji Tukul, Alifah keliatan sangat menikmati sepanjang film. Bahkan kami berdiskusi (seminimnya pengetahuan saya yang bisa saya bagi ke dia) tentang kisah Wiji Thukul hingga akhirnya hilang itu, tentang peristiwa 27 Juli '96, tentang Munir dan Kontras, tentang kira2 siapa di balik penculikan para aktivis dan dilanjutkan dengan pencarian buku di Gramedia.

Nonton Istirahatlah Kata-Kata

Hingga akhirnya lewat teman bloggerku, Lelaki Bugis, saya mengenal mbak Puspita Raya (Ita) yang memang mengenal sosok Wiji Tukul secara langsung karena dia berteman dengan adiknya Wiji Thukul dan tergabung dalam IKOHI (Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia). Mbak Ita kelihatan excited banget bahkan heran waktu tau kalo Alifah suka membaca puisi2 dan kisah tentang Wiji Thukul dan sejarah tokoh2 lainnya. Yang lucu waktu saya cerita kalo saya & Alifah sedih nonton adegan Wiji Thukul sampai harus BAB di baskom dalam kamar karena takut ke WC umum, Mbak Ita lebih heran lagi, karena ternyata adegan itu dibuat semenggelitik mungkin tapi yang ada saya & Alifah malah nangis sedih. Hahha... :)) Akhirnya Mbak Ita kasiin Alifah buku Istirahatlah Kata-Kata karya Wiji Tukul.

Buku Istirahatlah Kata-Kata

Dalam hal menulis, karya tulis yang dibuat Alifah beda dengan tulisan Maminya yang santai dan kadang diselingi humor. Alifah sukanya tulis puisi. Dia suka baca buku puisi karya Aan Mansyur. Bersyukur karena saya berteman dengan Eka, yang dulu biasa ngajar di kelas workshop yang saya adakan. Eka ini berteman dekat dengan Aan, makanya banyak buku-buku Aan yang dia pinjamkan bahkan berikan buat ke Alifah. Tapi yang lucu juga karena Alifah gak mau kalo hasil karya tulisnya dibaca orang, malu katanya. Sampai pernah temannya ngirim karya puisinya ke salah satu akun resmi khusus puisi yang akhirnya dipublish oleh akun tersebut dan banyak pembaca yang suka. 

Ketemu Aan Mansyur di MIWF 2016
 
 Buku Kumpulan Puisi Aan Mansyur
 Puisi Alifah

Tanggal 25 Februari 2017 kemarin usia Alifah sudah 18 tahun. Untuk anak seusianya yang cukup gaul & fashionable mungkin buat sebagian orang dia termasuk aneh karena kesukaannya yang sedikit beda. Tapi sebenarnya dia tidakeluargDia ha nya mewarisi sebagian besar dari kesukaan saya, termasuk akan sejarah, siapa di balik tokoh dan peristiwa, serta selalu kepo untuk menambah wawasan. That's it!

Baca juga : 17 Tahun Alifah

Selamat 18 tahun 
Cinta pertamaku ❤
Pujaan hatiku ❤
Cahaya mataku ❤
Kesayanganku ❤
Hidup & matiku ❤
Jadi anak yg sholehah, membanggakan, tetap menjadi diri sendiri, selalu bahagia dari hati, sayang keluarga dan semoga tetap dalam rahmat Allah SWT. Aamiiin...

La familia
Ooops! Hehehe....
Posting Komentar